
" Qai.. Aku gak ada waktu untuk main main terus, skripsi ku harsu segera ku selesaikan", kata Reeneta dengan malas masuk ke sebuah Cafe.
" Apa sih kamu Reen, Skripsi masih bisa semester depan juga, Ini cafe baru, dan kata orang- orang baristanya cakep- cakep" , kata Qaila bersemangat.
" Apaan sih , tiap ada Cafe baru bilang baristanya cakep-cakep lah.. rasanya paling mantap lah.. dasar kamu itu", Reeneta menahan kesal.
" Sudah kamu jangan berisik.. yang paling penting disini itu, yang nongkrong juga cakep-cakep Reen.. kamu gak bakal menyesal", kata Qaila.
" Ada yang lebih cakep dari Jordy? ", tanya Reeneta sambil duduk di bangku paling pojok.
" Adaa.. banyak.. makanya liat dunia luar , dan pastikan liat keindahan duniawi Reen, hidup cuma liat Jordy, enggak eneg tuh mata.. hhhha" kata Qaila.
" Sial... " , Reeneta gak ingin berdebat lebih lama dengan Qaila, sahabat terbaiknya itu.
" Kamu Americano kan?" , kata Qaila yang hendak berdiri untuk memesankan minuman.
" Enggak.. mau Matcha ajaa", jawab Reeneta.
" Ehh tumben? Kenapa? ", Qaila tampak penasaran.
" Pengen ngerasain Matcha juga lah", kata Reeneta sambil menghidupkan Hp nya.
" Ohh . Oke ", Qaila bergegas menuju ke tempat pemesanan.
Alasan utama Reeneta enggan minum Americano Cooffee adalah hal itu akan mengingatkan nya dengan pertemuannya dengan Tante Anita tempo hari. Ia takut jika Mama nya Jordy itu berhasil mencari cara untuk membuat Jordy meninggalkan nya.
' Sampai sore begini kenap Jordy belum ada kabar yaa?', Reeneta bicara pada dirinya sendiri.
##
" Kamu ingin pergi kemana?" , tanya Jordy yang masih mengendarai mobilnya. Baru kali ini Ia membiarkan orang asing masuk mobilnya, itupun karena terpaksa.
" Nahhh.. cafe dekat sini ada Jord, History Cafe, kayaknya cafe baru sih", ucap Aira yang sedang menjelajahi Gmaps nya.
" Kamu pernah kemari?", tanya Aira sambil turun dari mobil Jordy.
" Belum, seperti nya memang cafe baru", ucap Jordy.
Jordy dan Aira memasuki cafe dimana Reeneta dan Qaila juga sebenarnya ada disana.
" Duduk sana saja", kata Aira.
__ADS_1
" Aku suka duduk di dekat jendela" , jelas Aira.
Jordy tidak peduli dan hanya mengikuti Aira duduk. Yang tanpa sadar telah ia Lewatkan adalah Reeneta sedang duduk di belakangnya. Tapi karena Reeneta sibuk memainkan hp ia tidak menyadari hal itu juga.
" Kamu pesan apa Jord? ", tanya Aira.
" Americano ", jawab Jordy singkat.
" With or without sugar?", tanya Aira.
" NO sugar ", kata Jordy.
" Kamuu , suka yang pahit pahit ternyata... ", kata Aira sambil tersenyum.
" Itu kesukaan kekasihku" , jawab Jordy.
Kini Aira memandang Jordy dengan kesal, lalu lebih memilih pergi untuk memesankan minuman.
" Apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya? ", tanya Jordy setelah Aira kembali.
" Mengenalmu lebih dalam , bukankah kita dijodohkan ? ", kata Aira singkat.
" Ayolah Jord.. Mama mu sudah mengatakan semuanya padaku, kekasih mu itu, bukannya tidak sepadan dengan keluarga mu, makanya Mama mu ngotot agar kita segera bertunangan., Iya kan?" Ucap Aira.
" Meskipun begitu pun, aku tetap tidak ingin menikahi mu", kata Jordy.
" Hmm menarik!!! Aku ingin melihat seperti apa kekasihmu itu , sampai membuat kamu benar benar tak tergoyahkan seperti ini", kata Aira.
##
" Reen, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku?", tanya Qaila.
" Apa ? " , kata Reeneta yang kini memandang Qaila dengan penasaran.
" Kamu ingin segera menyelesaikan skripsi , pasti ada yang kamu rencanakan bukan ?", tanya Qaila.
" Tentu saja.. ", jawab Reeneta mantap.
" Apa Reen?", Qaila semakin mendesak Reeneta.
" Aku ingin segera bekerja dan tentu saja ingin memantaskan diri untuk Jordy", kata Reeneta.
__ADS_1
" Wahh gila, kamu Benar-benar hebat Reen.. berjuang sayangku",kata Qaila.
" Aku ingin Tante Anita merestui ku", ucap Reeneta.
Tiba - Tiba seorang pria muda menghampiri meja Reeneta dan Qaila.
" Maaf mbak... ", kata pria itu.
" Kenapa?", Qaila langsung menatap pria itu.
" Maaf mbak, boleh saya kenalan sama mbaknya yang ini", pria itu menunjuk Reeneta. Reeneta lalu menoleh memasang wajah dingin.
" Maaf yaa mbak.. saya sedang main truth and dare dan saya harus menerima tantangan ", pria itu menunjukkan meja dimana teman-temannya sedang menunggu sambil cekikikan.
" Reeneta", kata Reeneta singkat.
" Boleh minta no hp atau berfoto sekalian Reen", kata pria itu.
" Ehhh... yang sopan donk.. jangan ngelunjak yaa", Qaila berteriak.
" Ehh.. aku ngomongnya sama dia yaa, bukan sama kamu. Ayolah Reen.. no hp mu brp?" , kata pria itu dengan memaksa.
" Brenggggsek lu yaa..", Qaila berdiri dengan menahan amarah.
Mendengar ada keributan di meja belakang Jordy menoleh , betap terkejutnya ia yang melihat Reeneta dan Qaila disana. Tanpa basa - basi Jordy berlari ke arah pria yang sedang menggoda Reeneta dan bogem mentah berhasil mendarat di pipi pria tadi.
" Jangan berani-berani nya kamu menggoda pacarku", ucap Jordy yang ingin meninju pria itu kembali.
Melihat kawannya yang hampir di tinju orang, teman teman pria asing tadi segera berlari menolong temannya.
" Stop mas, santai, santai, dia cuma main truth and dare saja, kami minta maaf yaa", kata salah seorang teman pria asing tadi.
" Lagian mbaknya terlalu cantik sih,, sampai orang yang sedang kencan pun ingin berkenalan sama mbaknya", pria lain dalam rombongan nyeletuk.
Jordy menatap marah pada pria itu.
" Iya Hati hati mbak, mas yang ini tadinya bareng teman wanitanya disana", kata terakhir pria asing itu dengan menunjuk ke arah Aira sebelum rombongan itu pergi meninggalkan cafe.
Reflek Reeneta dan Qaila menoleh ke arah Aira dan disana Aira masih duduk dengan tersenyum ke arah Jordy.
***
__ADS_1