Dia Canduku..

Dia Canduku..
111.


__ADS_3

Reeneta memegang handphone nya, dipandangi nya nomor kontak di hape nya, wajahnya seakan tidak tenang. Ada kegusaran disana.Bolak- balik ia melihat nomor telepon yang ada di layar hape nya tersebut,Ia akan menelepon tapi diurungkannya niatnya. Ia terlihat sedang galau, akhirnya setelah menimbang nimbang untuk beberapa saat diputuskan untuk menghubungi nomor tersebut.


" Halo", kata suara diseberang.


" Hallo, Ci, ini aku ", kata Reeneta.


" Ahh iya Reen, ihh kangen nya ..tapi tumben kamu menghubungiku , ada apa ? Tidak ada masalah kan?", tanya Cici.


" Emm, apa kau ada waktu luang?" ucap Reeneta berbasa-basi.


" Kau tau kan.. aku ini seorang Ibu Rumah Tangga, aku selalu ada di rumah. Jadi saat Leo tidur aku akan punya banyak waktu luang. Katakan.. ada apa sebenarnya?Kalau kau butuh bantuan katakan saja..", kata Cici.


" Ah, sebenarnya aku sangat bingung, aku ingin cerita padamu, tapi.. ", Reeneta berhenti.


" Tapi apa Reen? Katakan saja Reen, kau tahu kan, jika aku bisa memberi solusi, nasehat atau bantuan aku pasti akan melakukan yang terbaik..", ujar Cici.


Perasaan Cici tidak enak, Ia seakan trauma jika Reeneta tiba-tiba menghilang lagi. Ia tak ingin Jordy kesusahan lagi.


" Oke, sebenarnya karena aku kangen sekali pada baby Leo, aku akan ke rumahmu siang ini" , kata Reeneta.


" Hahha, aku menunggu...." , kata Cici.


' Kau Bercanda yaa Reen, pasti ada masalah serius , hingga mencari ku. Jika dipikir-pikir Reeneta jarang mengungkapkan masalah nya pada ku, hanya saat benar -benar tertekan dan Qaila tidak bisa membantu, Ia akan mencariku. Ada apa yaa?' ,bathin Cici


Reeneta meletakkan hape nya, sekarang wajahnya sudah berseri kembali.Ia seakan sedang menulis planning apa saja yang akan dilakukan di tempat Cici.


Bip..Bip...


Ada notifikasi masuk ke hape Reeneta.


lunch ? bareng ?nanti siang? ~ pesan dari Jordy


maaf , aku sudah ada janji lain , next time, oke ~ balas Reeneta


' Jangan sampai Jordy tau , aku pergi menemui Cici, bisa gawat ' , batin Reeneta.


---


Di kantor Grow.bag...


" Kenapa Jord?wajahmu kau teluk seperti itu", tanya Aldy.


" Apa terlihat dengan jelas? " tanya Jordy.


" Yups, seperti kertas sisa bungkus nasi", ledek Aldy.


" Apa kau ingin aku menurunkan jabatan mu?", Jordy memandang Aldy sambil nyengir.


" Wissh, bos besar sedang marah nih, uluh..uluh .. ada apa sih ganteng ku, sini cerita..? ", Aldy masih meledek Jordy.


" Kau menjijikkan", Jordy melempar Aldy dengan kertas yang sudah dikepalnya.

__ADS_1


" Hahhaha", tawa Aldy menggema di ruangan kerja Jordy.


Pintu terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu, wajah Willy muncul dari balik pintu, sambil tersenyum dengan gembira.


" Kalian ini berisik sekali, terdengar dari luar tau!! Apa kalian tidak malu?", sindir Willy.


Diantara tiga bos besar Grow.bag memang hanya Willy yang terkenal kalem dan bijaksana di mata karyawan karyawan. Aldy terkenal pecicilan dan suka bercanda ,Ia jarang sekali terlihat serius. Sedangkan Jordy, dirut utama mereka, sangat dingin dan jarang bicara.Banyak karyawan yang takut pada Jordy karena merasa Jordy orang yang kasar.


" Kenapa aku malu?Aku adalah Aldy yang tampan rupawan dan sangat terpandang, sekali tatap mata orang , mereka akan terpesona", kata Aldy Jumawa.


" Sudah lah Will, Aldy memang gila", kata Jordy kesal.


" Kau kenapa Jord, wajahmu terlihat gusar, padahal kemarin kemarin kau sangat ceria?", tanya Willy


" Apa nampak sangat jelas? Agh.. sial sekali, Reeneta menolak ajakan makan siang ku" ,kata Jordy.


" Cuma karena itu saja?", kata Willy dan Aldy bersamaan.


Jordy hanya memejamkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.


" Bukankah memang dia sedang marah padamu? " , tanya Willy.


" Hhhha" , Aldy terkekeh.


" Kenapa kau tertawa?" , tanya Willy dan Jordy hanya memandang Aldy keheranan.


" Mereka sudah rujuk", kata Aldy.


Jordy hanya mengangguk pelan.


" Iya.. mereka kemaren malam ,ehmmm.. mulai tinggal bersama lagi", ucap Aldy mantap.


" Jordy memang hebat, bisa meluluhkan hati Reeneta" , kata Willy.


" Hebat Apanya? Dia pakai cara kotor tau", sanggah Aldy.


Jordy tersenyum puas sedang Willy menunjukkan ekspresi penasarannya.


" Jadi yaa Will , dia bayar 3 kali lipat pemilik unit Apartemen tempat Reeneta tinggal untuk mengusir Reeneta dari sana , gila gak tuh.. ", jelas Aldy.


" Habis gimana ? di suruh nunggu lagi juga aku keburu gak sabar, tiga tahun udah cukup. Jadi mau gak mau ya dipaksa aja kan?", jawab Jordy terkekeh.


" Tapi Reeneta tau itu ulahmu Jord?", selidik Willy.


" Tahu, dia sudah tahu semuanya sejak awal", ucap Jordy.


" Kalau Reeneta sudah tahu juga, menurut ku gak masalah sih", kata Willy.


" Masalahnya noh, baru sehari aja udah bete lagi tu orang kan?", ejek Aldy pada Jordy


" Aku cuma takut dia berubah pikiran lagi secara tiba-tiba, tadi pagi masih fine lhoh.. kenapa ini dia kayak menghindar coba?", jelas Jordy

__ADS_1


" Dia sibuk Jord, Reeneta juga punya banyak kerjaan kali ahh, emang elu... ", timpal Aldy.


" Wanita karir memang sibuk Jord, kamu harus sabar , Willy mencoba menyemangati Jordy.


" Itulah kenapa dari dulu dia ku larang kerja, biar punya banyak waktu untukku" , kata Jordy sambil melihat hape nya.


" Dia memang bucin akut tak tertolong lagi" , kata Aldy sambil meninggalkan ruangan Jordy dengan melambaikan tangan tanda meminta izin untuk pergi.


---


" Reen, gimana kabarmu? ", sambut Cici saat Reeneta telah sampai dirumahnya.


" Baik Ci", jawab Reeneta sambil tersenyum.


Reeneta berjalan mengekor pada Cici .


" Ahh, syukurlah", kata Cici


" Lhoh, Leo dimana Ci?", tanya Reeneta yang matanya memandang segala penjuru rumah mencari sosok mungil buah hati Cici dan Willy.


" Sayang sekali, ini waktunya Leo untuk tidur Reen", kata Reeneta.


" Ahh benar juga, ini jam tidur siang untuk anak-anak", ucap Reeneta tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena tidak bisa bertemu dengan Leo.


" Duduk Reen...", ucap Cici sambil mempersilahkan Reeneta.


Mereka duduk di teras belakang rumah Cici yang nampak asri dengan banyak tanaman bunga hias. Cici sepertinya yang merawat rumah ini sendiri, karena semenjak masuk , Reeneta sama sekali belum menemui orang lain disini.


" Tenang, kita hanya berdua sekarang, Willy masih di kantor dan Leon tidur disitu..", Cici menunjuk tempat tidur tanpa bale.


" Kalian tidak punya ART?", tanya Reeneta.


" Enggak Reen.. aku dan Willy ada komitmen, selagi aku masih sanggup melalukan pekerjaan rumah, aku gak mau pakai ART, dan juga Willy sering bantu - bantu aku kok", jelas Cici.


" Rasanya aku masih hidup di dunia tiga tahun lalu, Melihat kau dan Willy yang sekarang, aku jadi ternganga kagum", kata Reeneta.


" Apa sih Reen... Ooh iyaa Reen.. katanya kamu udah sewa unit Apartemen sendiri?" , tanya Cici


" Ahh.. awalnya begitu.. tapi sekarang, sudah tidak lagi", jawab Reeneta.


" Lho... kenapa Reen?", selidik Cici .


" Emm .. Aku sudah kembali ke Apartemen lama, bersama Jordy", jawab Reeneta.


" Wah, kalian sudah baikan?Aku seneng banget Reen dengernya..", nampak wajah Cici yang sumringah dan antusias.


" Emmh, inilah yang membawaku padamu sekarang ini", kata Reeneta dengan wajah yang serius.


" Kenapa Reen? Tidak ada masalah kan?", tanya Cici yang kini wajahnya nampak penasaran.


" Ci.. aku mau menikah dengan Jordy", ucap Reeneta dengan mantap.

__ADS_1


---


__ADS_2