Dia Canduku..

Dia Canduku..
102.


__ADS_3

Reeneta masih mematung memandang dua orang lelaki yang sangat ia kenal. Jordy dan Aldy masih berada di depan pintu dengan masing-masing membawa tas tenteng berisi makanan dan minuman.


" Woyy Reen.. ga mau izinin kita masuk nih? Capek kali berdiri terus..", kata Aldy yang sekonyong-konyong memarahi Reeneta yang masih asyik melamun.


" Ahh.. iya maaf yaa Al", ucap Reeneta yang masih kelihatan kaget lalu membukakan pintu agar mereka bisa masuk.


Aldy langsung nyelonong masuk ke dalam kamar sedangkan Jordy masih berdiri di depan Reeneta dan memandang Reeneta sambil tersenyum genit.


" Hay cantik.. aku kangen banget sama kamu", kata Jordy yang masih tersenyum.


" Apa sih Jord.. sejak kapan kamu suka ngegombal kaya gini", ucap Reeneta.


" Sejak ketemu kamu, karena kalau gak ada kamu gada yang bisa di gombalin ..", kata Jordy jujur.


Karena Jordy hanya bisa melakukan hal -hal yang gila atau di luar nalar jika itu bersama dengan Reeneta. Selama ini banyak karyawan wanita di perusahaannya yang menjuluki Jordy sebagai kulkas karna sangat dingin pada orang lain dan tanpa ekspresi.


" Ohh benarkah seperti itu?", kata Reeneta yang nada bicaranya malah terdengar mengejek Jordy.


" Padahal baru tadi malam kita ketemu, tapi rasanya aku sudah sangat merindukan mu lagi Reen.. sungguh dahsyat pengaruh mu , layaknya candu bagiku", kata Jordy.


Deg.. Deg.. Jantung Reeneta mulai berdetak tak beraturan, tapi Ia harus menahan gejolak yang ada di dadanya kini. Tak mungkin Ia membiarkan Jordy mengetahui hal ini.


" Kamu mau terus menggodaku atau segera masuk ke dalam ?", tanya Reeneta.


" Tunggu Reen... kamu yakin masih enggak mau kembali padaku ?", tanya Jordy yang kini sudah berganti ekspresi wajahnya menjadi serius.


Reeneta hanya bisa diam dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Jordy.

__ADS_1


" Woy.. kenapa belum masuk ?", Aldy berteriak dari dalam, membuat Reeneta segera menarik lengan baju Jordy untuk memaksanya masuk kedalam ruangan dan segera menutup pintu kamar.


" Wahh.. kalian sudah datang yaa", sambut Qaila yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Jadi ini yang kamu bilang pesan online yaa? " , tanya Reeneta untuk menyindir Qaila dengan halus.


" Tadinya aku sudah mau pesan online deh Reen. . beneran .. sumpah .. tapi tiba-tiba Aldy telpon dan dia mau ketemu sama aku, jadi aku ajak kesini saja sekalian" , kata Qaila.


" Dan Jordy nih.. ikut-ikutan Reen, padahal aku gak ngajak lho Reen.. beneran, serius dehh", bela Aldy.


Jordy memasang wajah tegas ke arah Aldy dan sedikit melotot, mengintruksikan agar Aldy diam.


" Dasar kalian!!" , ucap Reeneta yang langsung duduk di lantai beralaskan karpet diikuti Jordy yang ikut duduk di sebelah Reeneta.


Qaila juga segera duduk di samping Aldy...


" Bener banget Reen, lagian besok tuh weekend ,libur kerja, jadi kita harus begadang sampai pagi", kata Aldy sambil berteriak-teriak.


" Ehh.. kalian yakin nih beli ini doang? ", tanya Qaila yang sedang membuka semua makanan yang telah dibeli oleh Aldy dan Jordy. Terlihat ada Burger , French fries, dan beberapa cup minuman kopi dan susu.


" Lho.. kan sesuai pesanan mu ", kata Aldy ikut menengok makanan yang tengah di bongkar oleh Qaila.


" Ihh gemes banget, masa gak ditambahin apa gitu, keripik kek, tau apa gitu improve dong, tahu sendiri aku suka ngemil.." , bentak Qaila yang terlihat kesal.


" Yee.. kan sesuai request dong sayang .. katanya kemaren aku beli sesuai request saja, karena kalau improve belum tentu kamu suka kan ? udah dong ahh jangan ngambek lagi yaa", kata Aldy.


Qaila masih terlihat kesal tapi segera ditenangkan oleh Aldy.

__ADS_1


" Tinggal pesan lagi aja kalau kurang, repot amat jadi cewek dah..", kata Jordy dengan wajah acuh.


" Kamu tuh, dasar kulkas , gak peka, mana paham soal beginian", kata Qaila masih dengan wajah tak enak pada Jordy.


" Udah Qai..ini juga belum habis dimakan kan, makan dulu yukk? ", kata Reeneta sambil mengambil burger.


" Iya.. kali aja nanti kamu sudah kekenyangan lho , dan tidak dihabiskan, jadi terbuang kan nanti jika pesan terlalu banyakak... ", Aldy masih berusaha membela dirinya sendiri.


Sedangkan di sisi lain Qaila sudah mulai diam menerima situasi ini , dan melahap burger yang saat ini di pegang nya.


" Tapi tadi sayang , sayang apa nih maksudnya? ", tanya Jordy pada Aldy


" Kamu yakin nih mau tahu ? Jomblo mana paham kali !!", kata Aldy.


" Ehh.. siapa yang jomblo ?" , Jordy mulai merasa tersinggung.


" Hhhaa", Qaila dan Aldy akhirnya tertawa bersamaan, membuat Reeneta dan Jordy menjadi kikuk.


Dengann susah payah, Reeneta bisa akhirnya bisa tidak menanggapi bercandaan dari Aldy dan Qaila. Ia sadar hubungannya dengan Jordy dari awal memang belum pernah saling menyetujui untuk perpisahan tapi selama tiga tahun ini tanpa berkomunikasi membuat Reeneta merasa canggung untuk masih menganggap Jordy sebagai kekasihnya.


Jordy memandang Reeneta yang berada disampingnya, dan Reeneta juga dengan tidak sengaja memandang Jordy , begitu melihat bibir Jordy, Reeneta langsung teringat tentang peristiwa tadi malam. Semalam mereka sudah melakukan ciumann dan ini semakin membuat Reeneta tak enak hati. Ia masih belum mengakui Jordy tapi sudah menerima semua sentuhan yang diberikan oleh Jordy. Pergolakan batinnya kini kian menjadi-jadi.


Reeneta merasa dirinya sangat bersalah dan juga hina.


' Inikah yang dinamakan main hati ? ', ucap Reeneta dalam hati.


***

__ADS_1


__ADS_2