Dia Canduku..

Dia Canduku..
59.


__ADS_3

" kamu oke Reen ?", tanya Qaila yang setia sejak tadi menunggu disamping Reeneta. Reeneta hanya mengangguk.


Sudah hampir satu jam Reeneta hanyut dalam tangisnya sendiri. Ia seakan tak terima dengan takdir yang dia alami.


" Qai.. Mama nya Jordy sama sekali tidak menyukai ku", kata Reeneta yang masih sesenggukan.


" Kamu jangan bicara begitu .. Coba deh ceritakan dari awal, mungkin kamu hanya salah paham .. ", bujuk Qaila.


" Entahlah.. aku datang bersama Jordy dan Mamanya langsung merubah sikapnya menjadi seperti memusuhi ku", Reeneta mengelap air matanya yang masih menetes.


" Aku. . aku hanya bilang aku anak Yatim Piatu dari Panti Asuhan dan Mamanya langsung pergi meninggalkan kami, Qai .. apa orang seperti ku memang gak pantas bersama Jordy?",


" Aku ingin merasakannya, merasa bahagia Qai sekali ini saja" ,


" Tapi mungkin Tuhan belum merestui aku untuk bahagia",


" Kamu tau sesaat tadi, aku ingin kembali ke masa sebelum aku mengenal Jordy, ke masa dimana aku hanya hidup untuk memikirkan sekolah, belajar, bekerja dan mencari uang",


" Qai.. Jika Tuhan tidak mengizinkan aku bersama Jordy, kenapa aku di pertemukan dengannya?", Reeneta merasakan sesak di dalam di dadanya, hidungnya tak kuat lagi untuk menghirup oksigen karena terlalu banyak menangis.


Qaila memeluk Reeneta erat, Dia yang paling tahu bagaimana Reeneta berjuang selama ini. Bagaimana Reeneta menarik diri dari dunia sosial hanya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhannya. Tak terasa Qaila pun meneteskan air matanya, melihat sahabat terdekatnya yang bahkan telah di anggap adiknya sendiri itu kini menderita hanya karena status.


" Aku juga ga ingin dilahirkan sebagai orang yang tak mengenal Ayah Ibunya , jika aku boleh meminta aku juga ingin punya sebuah keluarga, keluarga yang bisa menjagaku mendukung ku. Tapi apalah dayaku Qai, Tuhan mentakdirkan aku hidup di panti asuhan seperti ini",


Qaila mendengarkan setiap racauan Reeneta yang mungkin adalah unek-uneknya yang terpendam. Karena Selama ini Reeneta adalah gadis mandiri yang memang jarang mengeluh, jadi dia selalu memendamnya sendiri.

__ADS_1


" Seharusnya , saat Tuhan hanya mengirim mu untukku aku harusnya sudah sangat bersyukur Qai... tapi aku sangat serakah kan ?",


" Kenapa aku juga menginginkan Jordy Qai , harusnya dari awal aku tak pernah terlibat dengan nya. Sekarang dia lah hidupku, duniaku, Aku harus bagaimana ??",


Qaila mengerti, Reeneta telah menyandarkan seluruh kehidupannya pada Jordy. Jordy adalah penopangnya selama ini. Dan jika semesta tidak merestui mereka ... apa yang bisa dilakukan nya ?


" Aku ga mau kehilangan Jordy Qai",


Kata-kata terakhir Reeneta sebelum kelelahan yang akhirnya membuat nya tertidur dalam mimpi buruknya.


Qaila amat bersimpati pada Reeneta , dan Ia berencana membicarakan ini baik -baik pada Jordy nantinya.


***


" Teganya kau melakukan ini pada Mama Jord", kata Mama Anita.


" Apa maksud Mama?", tanya Jordy acuh tak acuh.


" Teganya kamu, membawa wanita seperti itu di depan Mama Jord, Wanita yang tak tau asal usulnya seperti itu.. Mau ditaruh dimana muka Mama ini.. ", Mama Anita berdiri saking kesalnya..


" Ma.... Cukup!!! Dia juga gak bisa memilih mau dilahirkan dan besar di mana kan? Apa Panti Asuhan begitu menjijikkan hingga Mama bersikap demikian?" , Jordy menghela nafas


" Meski ia tumbuh disana dia berhasil tumbuh menjadi gadis yang sangat baik dan mandiri", sambung Jordy.


" Yaa kamu dong mikir, seharusnya kamu gak pacaran dengan wanita seperti itu ketika sudah tau latar belakangnya", kata Mama nya.

__ADS_1


" Dia Reeneta Ma.. Orang paling sempurna untukku",


" Jangan Gila!!! Kamu itu penerus keluarga, dan kamu mau hidup dengan orang yang gak jelas seperti dia, Kamu mau masa depan mu hancur ha?", kini Mamanya mulai berteriak.


" Justru dialah masa depanku", ucap Jordy.


" Jord.. Dia dari keluarga mana sangatlah tidak jelas, dan kamu dari keluarga terpandang.. Bisa kamu pikirkan matang-matang dulu sebelum bertindak", pekik Mama Anita


"Jika Mama tak mau merestui kami, Lebih baik aku tidak akan pernah punya pendamping saja" , ucap Jordy sambil berjalan menuju kamarnya.


" Mama sudah putuskan, untuk segera mengadakan pertunangan mu dengan Aira dari keluarga paman Sasongko",


" Jangan bermimpi Ma.. ", kata Jordy menghentikan langkahnya.


" Aku memang dari awal ingin mengadakan perjodohan ini, tapi karena tahu kamu mulai punya pacar, Mama hanya ingin melihat pacarmu itu sebanding atau tidak dengan anak Paman Sasongko" , ucap Mamanya.


" Jadi itu sebenarnya tujuan Mama pulang kembali?", kata Jordy dengan perasaan campur aduk. Tapi Mamanya tidak menanggapi pertanyaan Jordy.


" Kalau sdh begini memang harus segera kita lanjutkan pertunangan kamu " , kata Mama Anita.


" Jika bukan Reeneta jangan harap aku mau menikahi wanita lain" Jordy meninggalkan rumahnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Dasar Keras Kepala ", Mama Anita meneriaki Jordy.


***

__ADS_1


__ADS_2