Dia Canduku..

Dia Canduku..
100.


__ADS_3

Sore harinya Reeneta sudah bersiap di bandara untuk mengantarkan kepulangan Ririn dan kawan-kawannya kembali ke kota NewJ. Meskipun hanya sebatas teman kerja tapi perusahaan BA Management berhasil menciptakan rasa kekeluargaan yang baik antar karyawan. Semua nampak menyemangati Reeneta yang harus tinggal di kota Global tempat asalnya.


" Kamu pasti akan baik-baik saja, Reeneta kan hebat", kata seorang temannya


" Semangat kak Reeneta", ucap yang lainnya.


" Aku yakin kamu pasti sukses mba Reen.. ", kata teman yang berada di sampingnya.


" Terimakasih semua.. aku pasti tetap akan merepotkan kalian di masa depan, jadi mohon bantuannya yaa", kata Reeneta.


" Tentu saja , kita harus saling membantu dan terus bekerja sama", kata Ririn yang merupakan sahabat terbaiknya di kota NewJ.


" Reen", tiba-tiba terdengar teriakan dari Bianca yang membuat Reeneta dan yang lainnya menoleh mencari sumbernya.


Terlihat dari kejauhan Bianca sudah berlari ke arah Reeneta dan teman-temannya berkumpul.


" Untunglah keburu, dan kalian belum berangkat", ucap Bianca sambil terengah-engah.


" Kak.. kamu beneran kemari, kamu baru menikah kemaren loh? Kenapa langsung keluar seperti ini?", tanya Reeneta.


" Lahh.. memangnya aku harus dirumah sendirian ? Arnold sudah berangkat kerja juga tadi pagi!!", jawab Bianca.


Terlihat dengan dengan jelas wajah karyawan dan bahkan Reeneta nampak kaget dengan jawaban Bianca. Tak disangka suami Bianca adalah orang yang gila kerja, sama seperti Bianca.


" Boss.. kita balik dulu yaa.. terimakasih atas semua pelayanan yang sudah di berikan kepada kami, kami sangat menghargai nya", ucap asisten Bianca.


" Aku yang harusnya berterima kasih pada kalian.. Hati-hati dan selamat bekerja kembali yaa.. Aku secepatnya juga akan kembali setelah BA cabang disini berjalan lancar", ucap Bianca pada asistennya dan membuat kode ke semua karyawan nya.


Semua karyawan Bianca mengangguk lalu mereka satu persatu berjalan untuk berjabat tangan pada Reeneta dan Bianca lalu berjalan pergi menuju dalam bandara.


" Bye.. Reen.. maaf mungkin nanti aku akan sering-sering merepotkan kamu yaa.. jangan reject telepon dari ku lho yaa, kamu mengerti kan? Aku masih harus banyak belajar darimu..", ucap Ririn sambil memeluk Reeneta.


" Iyaa Riin.. kamu semangat yaa jadi manager baru ", ucap Reeneta membalas pelukan Ririn.


" Bos Bi.. terimakasih banyak yaa aku jadi bisa liburan ke Global ini ..", ucap Ririn ganti memeluk Bianca.

__ADS_1


" Sama-sama Rin.. kalau terjadi apa-apa di kantor, segera hubungi aku yaa dan kamu juga harus bantu asisten ku juga lho yaaa di kantor", kata Bianca.


" Siap Boss.. ", Ririn juga segera berjalan menyusul teman-teman nya karena ia yang terakhir berpamitan.


Reeneta dan Bianca masih memandang kepergian mereka. Tidak disangka, kini Reeneta harus kembali menetap di kota Global untuk mengawali semua pekerjaan nya dari nol lagi.


" Kamu tadi kesini naik taksi?" , tanya Bianca pada Reeneta.


Reeneta ingin bilang iya , tapi kenyataannya dia kemari diantar oleh Jordy dan sama sekali belum kembali ke hotel sejak semalam.


" Kenapa kak?", tanya Reeneta.


" Ahh.. sebenarnya aku ingin menunjukkan lokasi bakal calon kantor baru kita, tapi rasanya akan kemalaman jika kita kesana sekarang", kata Bianca sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan sudah jam lima lewat.


" Iyaa sudah hampir malam juga kak", ujar Reeneta.


" Duduk dulu Reen.. aku ingin kamu melihatnya terlebih dulu", kata Bianca sambil menuju bangku kosong tak jauh dari tempat mereka berdiri. Reeneta mengikuti Bianca dan duduk di sampingnya.


Bianca lalu mengeluarkan hp nya, dan membuka galery foto pada aplikasi di hp nya.


" Kata Arnold ini memang ada dikawasan pertokoan, jadi ya bentuk bangunan nya lebih mirip ruko sebenarnya..", ucap Bianca.


" Pertokoan? Dimana kak?", tanya Reeneta.


" Jalan apa tadi ya? Jalan merdeka kalau aku tidak salah..", kata Bianca.


" Emm.. nampaknya aku tahu tempatnya dimana kak, itu kawasan terkenal sih ?", ucap Reeneta.


" Tenang saja , jika BA Management booming disini, aku akan segera mencarikan kantor yang lebih bagus dari ini Reen.. emm.. Maaf yaar karena aku dan Arnold terlalu terburu-buru jadi yaa sedapat nya saja", jelas Bianca.


" Kenapa terburu-buru kak?", tanya Reeneta.


" Yahh.. kami berencana melakukan honeymoon akhir tahun ini, dan itu hanya tinggal dua bulan kan dari sekarang. Bisa dibilang kami ngebut banget ini Reen untuk masalah pekerjaan, makanya kami gada libur-libur dulu", ucap Bianca dengan semangat.


" Ahh.. benar juga yaa.. dua bulan lagi sudah tahun baru" , kata Reeneta.

__ADS_1


" Nahh makanya kami juga harus segera menyelesaikan masalahmu dengan Jordy", goda Bianca.


" Kami enggak ada masalah kok.. jadi apa yang harus diselesaikan kak?", kata Reeneta enggan mambahas masalah cintanya.


" Ahh.. bukanya tadi malam kalian keluar bersama? Qaila sudah bilang semua pada ku", kata Bianca.


" Kita ngobrol biasa saja ko kak, Ahh.. Ini tiga lantai yaa kak ternyata ?", Reeneta berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Iyaa Reen.. aku berpikir mungkin kita hanya akan mengoperasikan dua lantai dulu, kita juga baru awal kan.. nah lantai tiga bisa untuk gudang atau mess untuk penjaga" , jawab Bianca.


" Yahh.. kenapa bukan untukku saja kak?", kata Reeneta.


" Mana ada pimpinan cabang yang tidur di mess sih Reen.. Apa kamu jangan jangan belum dapat tempat tinggal ya ?", tanya Bianca.


" Hhha.. kan biar lebih hemat kak.. untuk sekarang aku masih di hotel, nanti segera akan cari tempat tinggal", kata Reeneta.


" Butuh bantuan gak ? Maaf yaa aku lupa alokasi kan tempat tinggal untukmu", ucap Bianca merasa bersalah.


" Gapapa Kak... Aku lebih kenal kota ini.. aku pasti bisa nyari kos atau apartemen .. oke.." , kata Reeneta berusaha agar Bianca tidak merasa terbebani lagi.


Sudah banyak hal yang dilakukan Bianca dan Arnold untuk Reeneta, jadi dia tidak ingin membebani mereka lagi, toh Reeneta juga sekarang bisa dibilang punya penghasilan yang sangat lumayan. Ia akan merasa sangat malu jika masih harus merepotkan kedua orang itu lagi.


" Beneran? Renovasi kantor ini butuh paling lama cuma dua minggu saja dari sekarang. Kamu yakin semua pasti sudah beres dan siap ketika kantor dibuka ? ", tanya Bianca.


" Aku yakin kak.. kamu tenang saja oke, apartemen atau kos disini mudah dicari kok.. ", ucap Reeneta.


" Oke..Oke.. Aku percaya saja padamu. Karena ini sudah hampir malam aku harus segera pulang, akan ada tamu datang, kerabat nya si Arnold, aku antar kamu ke hotel ya", kata Bianca.


" Terima kasih kak" , ucap Reeneta.


Sampai di depan hotel, malam sudah tiba. Reeneta segera berpamitan dengan Bianca, dan Bianca juga langsung pergi untuk pulang ke rumah keluarga Arnold.


Sesampainya di kamar hotel Reeneta segera merebahkan tubuhnya di kasur, rasanya semua badannya sungguh capek, lebih capek saat dirinya harus lembur berkerja. Niat hari Reeneta hanya ingin memejamkan matanya sebentar tapi tak terasa ternyata Reeneta langsung terlelap dalam tidurnya.


##

__ADS_1


__ADS_2