
Reeneta dan Jordy masih di tempat yang sama , kini saling diam tak bicara.
" Kenapa sih memandangiku seperti itu?", tanya Reeneta karena dirinya sadar sedari tadi Jordy tak henti memandang nya.
" Aku ingin membayar lunas tiga tahun lamanya tak bisa menatapmu", ucap Jordy.
" Jangan kekanak-kanakan" , kata Reeneta.
Reeneta pun merasa, jauh di lubuk hatinya yang terdalam ada perasaan yang sama. Kerinduannya pada Jordy juga sungguh tak terkira. Tentang cintanya yang masih sama besarnya seperti dulu. Tapi entah mengapa dirinya tak berani mengakui pada dunia tentang ini. Diri nya pun berkali-kali berpikir mengapa melakukan hal semacam ini, kenapa harus berpaling dan tidak jujur saja. Tapi tetap saja tak ditemukan jawaban atas pertanyaan itu.
Tiba-tiba, Jordy tertunduk dan juga terlihat lemas.
" Jord, kenapa kamu? ", tanya Reeneta.
Tapi Jordy tidak menjawab , lalu Reeneta menyentuh dahi Jordy dan terasa sangat panas.
" Ahh sial, anak ini benar-benar!! ", Reeneta menggerutu sendiri, melihat Jordy yang tiba -tiba tidak sadarkan diri seperti itu.
Lalu Reeneta meminta bantuan pelayan laki-laki untuk membantu nya membawa Jordy yang sedang tidak sadar menuju mobil.
" Terima kasih yaa mas", ucap Reeneta pada dua pelayan cafe tersebut. Lalu pelayan tadi kembali memasuki cafe.
Reeneta segera menyetir mobil Jordy dan membawanya ke apartemen mereka dulu.
" Tadi Jordy menyuruhku datang ke apartemen ini kan? Harusnya dia masih tinggal disini yaa ", Reeneta bicara pada dirinya sendiri.
Tiba di parkiran apartemen , Reeneta segera memanggil satpam untuk mengangkat dan membantu Jordy yang masih terbaring di bangku belakang mobil.
" Lho mas Jordy kenapa?", tanya satpam apartemen.
" Iya pak, tolong bantu Jordy yaa.. Ia tadi pingsan", ucap Reeneta.
" Iya mbak..." , ucap pak satpam tadi.
__ADS_1
Tiba di depan pintu apartemen Jordy, satpam itu menanyakan kata sandi apartemen. Tanpa berpikir panjang Reeneta memencet nomor password yang lama, dan pintu bisa terbuka.
Jordy di tidurkan di kasur dan pak satpam meminta izin untuk pergi kembali ke bawah. Reeneta mengucapkan terimakasih.
Reeneta mengambil kompres dan mengompres Jordy untuk membantu menurunkan panasnya. Reeneta juga mencari di kotak obat , apa ada Paracetamol . Untungnya ada , dan Reeneta langsung meminumkannya untuk Jordy.
Jordy masih tertidur, Reeneta mencari bahan makanan dan membuat kan bubur. Tak lama semua sudah matang dan siap, tapi Jordy masih tertidur dengan pulas.
Karena tak tega membangunkan Jordy, Reeneta melihat-lihat sekeliling. Ternyata semua masih sama , semua tata letak perabotan disini masih sama dengan terakhir kali saat Ia meninggalkan apartemen ini. Pantas saja Reeneta dengan cepat bisa menemukan barang-barang yang dibutuhkan nya tadi. Almari baju Reeneta juga masih ada sisa baju- bajunya yang dulu.
' Dasar Jordy...' , batin Reeneta.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 malam. Reeneta ingin segera mandi dan membersihkan tubuhnya , rasanya tubuhnya lengket dan gerah. Reeneta berjalan mendekati almari lagi dan mencari baju yang bisa di pakainya untuk berganti. Tapi semua baju miliknya yang tertinggal di sini adalah baju formal. Ia mencari ke almari milik Jordy, kini almari itu penuh, jika dulu hanya di isi sedikit baju ganti, ini menandakan Jordy benar-benar tinggal disini sekarang. Ia mengambil kaos oblong dan celana jogging milik Jordy.
Reeneta segera membersihkan dirinya dan menyelesaikan mandinya. Jordy masih saja tidur, ketika dicek suhu tubuhnya sudah turun Reeneta merasa lega, tapi tetap tidak mau membangunkan Jordy. Lalu Reeneta merebahkan dirinya di sofa depan Televisi, rambutnya yang masih basah akibat selesai keramas dibiarkan terbalut handuk. Reeneta juga menghidupkan Televisi dengan volume yang kecil. Niat hati menunggu Jordy bangun dari tidur tapi lama-kelamaan rasa kantuknya datang, Ia pun lalu tertidur dengan pulas.
##
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Jordy terbangun dari tidurnya. Kepalanya masih sedikit pusing, tapi Ia sudah bisa terbangun. Jordy memandang sekeliling , Ia sudah kembali ke apartemen. Lalu ia kembali mengingat-ngingat terakhir kali Ia sedang berada di cafe bersama Reeneta.
' Kamu bisa masuk angin kalau tidur dengan rambut basah seperti ini' , batin Jordy.
Jordy segera melepaskan handuk yang membalut rambut Reeneta. Mungkin sudah lama Reeneta tertidur, rambutnya juga hampir mengering. Jordy tetap berusaha mengeringkan rambut Reeneta dengan menekan-nekan kan handuk. Jordy jadi teringat, dulu sering sekali Ia melakukan ini selepas Reeneta mandi.
Reeneta masih tertidur dengan pulas. Jordy pergi mengambil kan selimut untuk menutupi tubuh Reeneta. Ketika mengenakan selimut untuk Reeneta, Jordy tersenyum lucu saat melihat Reeneta memakai Kaos oblong dan celana panjang miliknya dikenakan di tubuh Reeneta, seakan tubuh Reeneta mengecil.
Jordy lalu duduk dilantai sambil menunggui Reeneta. Memandang wajah Reeneta yang tengah terlelap membuat Jordy nyaman dan melupakan rasa pusingnya.
Reeneta menggeliat , dan membuka matanya.
" Lhoh.. kamu sudah bangun Jord, gimana , apa yang kamu rasakan? ", tanya Reeneta sembari memegang dahi Jordy yang suhunya pasti sudah normal.
" Aku baik-baik saja, tinggal sedikit pusing", kata Jordy.
__ADS_1
" Ahh jam berapa ini, aku membuatkan bubur untukmu, kamu makan sekarang yaa.. aku panaskan dulu", kata Reeneta sambil berdiri. Tapi Jordy dengan cepat menarik tubuh Reeneta dan membuatnya duduk kembali.
" Nanti dulu, aku belum ingin makan" , ucap Jordy yang masih duduk di lantai sambil memegangi tangan Reeneta yang duduk di sofa, di atas Jordy.
" Ahh.. benar juga , sudah tengah malam, pasti malas untuk makan, harusnya ku bangunkan saja dirimu sejak tadi", kata Reeneta.
" Maaf yaa.. aku merepotkan mu.. ", ucap Jordy.
Reeneta hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" Kamu sudah bisa menyetir mobil? ", tanya Jordy.
" Emm.. iyaa, kak Bianca memaksa ku untuk belajar menyetir.. " , kata Reeneta.
" Tapi, kenapa kata sandi apartemen ini belum diganti ? " , lanjut Reeneta.
" Tentu saja menunggu mu kembali, aku tidak pernah mengganti nya, takut kamu datang dan tidak bisa membuka pintu.. ", ucap Jordy.
Reeneta hanya diam memandang Jordy yang masih menggenggam tangannya.
" Ahh maaf aku memakai bajumu, aku mencari yang santai, di almari itu semua baju formal", kata Reeneta memecah tatapan Jordy.
" Pakai saja, milikku selalu menjadi milikmu", ucap Jordy.
Deg..Deg..Deg..
Tiba -tiba jantung Reeneta berdetak begitu cepat, entah Adrenalin apa yang menggerakkan jantungnya hingga berdetak tak beraturan seperti ini.
' Ahh sial.. kenapa dengan dengan jantungku ini, suaranya seperti genderang perang saja. Semoga Jordy tidak mendengar suara ini', batin Reeneta dalam hati.
Jordy melepaskan genggaman tangan kanan nya , kini tangan kanannya menyapu wajah Reeneta, sedang tangan kirinya masih menggenggam tangan Reeneta. Di belainya wajah Reeneta dengan lembut. Lalu Jordy berdiri dan langsung duduk disamping Reeneta. Reeneta masih diam saja , meski detak jantungnya memburu.
" Reen... Aku merindukanmu ", bisik Jordy tepat di telinga kanan Reneeta.
__ADS_1
Tubuh Reeneta mengejang mendengar bisikan Jordy.
***