
Keesokan harinya Qaila pergi sendiri ke Rumah Sakit untuk menjenguk Reeneta.
" Reeeenn.. " , Qaila berhambur ke tubuh Reeneta.
" Haii.. pelan-pelan, aku masih sakit nih", kata Reeneta.
" Tadi malam aku dapat kabar dari Aldy kalau kamu sudah siuman, ingin segera aku tancap gass dan kemari tapi sudah terlalu malam.", Kata Qaila bersemangat.
" Kamu beneran udah baikan kan? Gak ada yang sakit lagi?", tanya Qaila, yang langsung duduk di ranjang Reeneta.
" Aku baik-baik saja, Qai, kamu gimana? " , tanya Reeneta.
" Aku?? Aku sangat baik lah... Kenapa?", tanya Qaila menyelidik.
" Emmhh.. malam itu aku juga melihat kamu terjatuh, aku takut kamu kenapa-napa", ucap Reeneta.
" Kamuu ini . . Jatuh biasa seperti itu... Aku sangat sehat Reen", Qaila berusaha menenangkan.
Qaila tahu jika terjadi apa-apa pada dirinya , Reeneta akan sangat mengkhawatirkannya.
" Duuhh.. kasihan kamu....wajah Reeneta yang cantik jadi penuh lebam membiru gini", kata Qaila menyentuh wajah Reeneta.
" Sebentar lagi juga menghilang Qai", kata Reeneta yang juga ikut memegang wajahnya.
" Emm.. dimana Jordy?", tanya Qaila.
" Aku menyuruhnya pulang sebentar untuk mandi, karena dia tak membawa baju ganti dan makan tentu saja", kata Reeneta.
" Woow ... Dia bersedia?", tanya Qaila dan diberi anggukan oleh Reeneta.
" Benar-benar anak itu, aku tiap hari menyuruhnya pergi dan akan menggantikannya menjaga mu tapi dia sama sekali tak bergerak. Kekuatan mu sungguh luar biasa Reen... Bisa menggerakkan orang seperti Jordy", kata Qaila.
" Tentu saja, aku kan kekasihnya, dia sangat menuruti ku", kata Reeneta sambil tersenyum.
__ADS_1
" Iyaa.. iyaa.. tahu. Emmh.. Reen, setelah kejadian ini, kamu gimana?", kata Qaila agak ragu.
" Gimana apanya? ", tanya Reeneta.
" Yaaa.. gimana .. setelah mengetahui latar belakangnya, kegiatannya selama ini.....", Qaila ingin melanjutkan bicara tapi ditahannya.
" Ya tetap seperti biasanya Qai. Hanya karena dia seorang gangster aku gak akan melepaskan dia, bagiku sekarang Jordy adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan ku Qai.. Aku Gatau gimana jadinya aku, jika harus meninggalkan dia", kata Reeneta mantap.
" Kamu gak takut jika kejadian seperti ini terulang Reen, orang seperti Silvy itu sangat menakutkan", tanya Qaila.
" Takut pasti ada .. tapi aku percaya pada Jordy, apapun yang terjadi dua pasti akan segera menyelamatkan aku", kata Reeneta.
" Maaf , harusnya aku menceritakan semua padamu lebih awal Reen.. agar kamu bisa menjaga diri..", kata Qaila.
" Begini lebih baik Qai, aku jadi mendengar semuanya dari tokoh utama nya sendiri, tapi... ", Reeneta berhenti.
" Kenapa? ", Qaila sangat penasaran.
" Aku sebal sekali karena Silvy itu pernah menjadi mantan kekasihnya Jordy!!", kata Reeneta.
" Hhhhaa.. mungkin benar juga otakku sudah geser", kata Reeneta.
" Tapi Qai, kenapa Jordy belum datang yaa.. dia sudah pergi dari pagi tadi lhoo, aku sudah sangat kangen padanya.. " , kata Reeneta.
"Yaaa Ampuuunnnn Reeennn", Qaila berteriak pada Reeneta.
---
" Lhoh Jord, kenapa ga masuk? Malah di depan pintu gini? " tanya Cici yang datang bersama Willy dan Aldy.
Jordy yang sedari tadi tersenyum sendiri jadi salah tingkah dan segera bersikap seperti biasa.
" Kamuu habis nguping yaa Jord? ", Selidik Aldy.
__ADS_1
" Nguping apa? Ahh enggak.. ayoo masuk", ajak Jordy.
Jordy membuka pintu kamar , Reeneta dan Qaila berhenti mengobrol dan memandang ke arah Jordy.
" Kalian berdua gak tau yaa.. Jordy dari tadi di Depan pintu menguping kalian ngobrol tahu", kata Aldy.
Jordy wajahnya memerah menahan malu. Lalu disambut oleh tawa teman temannya yang lain.
" Sejak kapan kamu datang Jord", tanya Qaila.
" Baru saja kok", jawab Jordy.
" Bokis banget si Jord, ngaku aja kali", kata Willy.
Jordy hanya menggelengkan kepala nya.
" Enggak sayang aku gak nguping kalian kok", kata Jordy.
Reeneta mengangguk menahan tawa.
" Gimana Reen.. sudah sehat?", tanya Cici.
" Sudah Ci, emm.. dan aku minta maaf sama kalian semua yaa. Maaf sudah sangat merepotkan kalian. Dan terima kasih atas segala bantuan kalian semua yaa .. teman - teman ", kata Reeneta.
" Jangan sungkan Reen.. kita semua teman , " kata Willy.
Cici pun menghampiri Reeneta, memeluk nya.
" Sudah , semuanya sudah berakhir yaa . . Kamu tenang saja", kata Cici. Reeneta mengangguk terharu.
Rasanya Reeneta kini sangat tenang.
Jika dulu Reeneta hanya memiliki Qaila sebagai teman dan tempat mengadu ,Kini Reeneta mulai merasa memiliki teman sekaligus keluarga, yang siap membantunya kapan saja.
__ADS_1
###