
" NAH .. PERHATIAN SEMUANYA, KEPUTUSAN MUTLAK DIPUTUSKAN OLEH KAMI PARA SENIOR, UNTUK PENENTUAN KAMI AKAN MENGUJI BAKAT DARI ENAM KANDIDAT INI" seru senior yang membuat kepala Reeneta pusing.
Reeneta memang selalu terkenal dari zaman sekolah, tapi bahkan ia tak pernah berdiri di depan orang banyak. Tidak pernah menjadi pusat perhatian banyak orang, ini sedikit membuatnya takut.
Reeneta menatap ke arah Jordy, jauh di kumpulan anak anak lain. Reeneta melihat wajah Jordy dengan serius. Wajah Jordy sedikit menegang dengan kemarahan yang terlihat jelas. Jordy yang melihat ke arah Reeneta lalu tersenyum tipis yang dipaksakan seolah menenangkan Reeneta yang tengah galau.
" NAH SILAHKAN UNTUK KEENAM KANDIDAT UNTUK BERKUMPUL DAN MENENTUKAN MAU MENAMPILKAN BAKAT APA , MAU NYANYI BOLEH, MAU BACA PUISI ATAU MENGGOMBAL KE SENIOR JUGA BISA . WAKTU KALIAN HANYA 10 MENIT , OKE, DIMULAI... "
Reeneta masih diam saja tak bergerak, lalu gemuruh anak anak bersorak Sorai untuk memberikan semangat yang bahkan menurut Reeneta sangat tak dibutuhkannya.
" Sini dong.. " kata wanita cantik tapi terlihat sinis. Dia adalah Amel yang memanggil Willy.
" Aku ga nyangka banget kita terpilih ya Will, sayangnya Cici ga kepilih " , kata Amel lagi. Seakan bilang Cici kalah cantik darinya.
' Jadi anak ini kenal Willy yaa.. sampai Cici pun dia tahu' bisik Reeneta dalam hati.
" Aku lebih senang Cici ga kepilih, kalau bisa aku juga gak ingin ada disini" kata Willy dengan malas.
__ADS_1
" Kenapa ? Mungkin kamu belum tau benefit jadi Raja dan Ratu apa kan ? Kamu akan masuk Mading kampus , ikut diprioritaskan pada acara acara penting dan pastinya kamu bakal terkenal, percaya sama gue , lu pasti akan siksa jadi Raja kampus angkatan tahun ini " , kata Amel.
Tapi seolah tak perduli dengan Amel, Willy menghampiri Reeneta.
" kamu gapapa Reen ? Aku liat dari tadi kamu ga nyaman? " Tanya Willy. Amel yang diacuhkan Willy nampak sebal pada Reeneta.
" Aku gapapa Will, tapi aku serius aku gasuka jadi pusat perhatian seperti ini " , kata Reeneta.
" Jadi kamu kenal siapa dia Will, aku ga pernah liat ada orang ini di kumpulan anak SMA kita. Kamu dari SMA mana? ", Tanya Amel pada Reeneta.
" Ahh itu tidak penting, ayoo kita bagi bakat kita " kata Amel.
Amel seakan memimpin dan membagi bagi kemampuan apa yang dipunya. Ia meminta Willy beatbox karna tau Willy bisa melakukan itu dengan baik. Ia jg meminta Gendis membaca puisi saja duet dengan Ilham. Reza dimintanya melakukan Rapp dan ia sendiri akan menyanyi.
" Lalu kamu apa ? Kamu bisa apa ? " Tanya Amel ketus pada Reeneta.
" Aku tidak bisa ... " Suara Reeneta terputus.
__ADS_1
" Bisa menari gak kamu ? " tanya Amel lagi, tapi Reeneta hanya menggelengkan kepala.
" OKE, WAKTU SUDAH HABIS, SILAHKAN SEMUA KANDIDAT MENUNJUKKAN BAKAT YANG DIMILIKI... "
Dimulai dari Amel, semua berjalan sesuai intruksi dari Amel. Mereka mendapat tepuk tangan dari semua anak dan senior seakan puas dengan apa yang ditampilkan.
" NAH TERAKHIR REENETA, MAU MENAMPILKAN APA YAA? SILAHKAN REENETA "
" Maaf , aku tidak bisa menampilkan apapun" kata Reeneta .
Tiba-tiba senior berkacamata dengan rambut sedikit gondrong sebahu berdiri dari duduknya dan mendatangi Reeneta. Ia juga merebut micropon dari MC yang sedari tadi disana.
" MAKSUD KAMU APA ? KAMU MERASA CANTIK ? SAMPAI TIDAK MAU MELAKUKAN PERINTAH SENIORMU ? " bentak senior itu tepat di depan Reeneta.
Reeneta kaget dan memandang senior berkacamata itu. Ini pertama kalinya ia dibentak seseorang.
##
__ADS_1