Dia Canduku..

Dia Canduku..
106.


__ADS_3

Presentasi Reeneta yang tanpa cela membuat Willy , Aldy dan bahkan Jordy menganga karena terkagum-kagum. Meskipun mereka sudah saling mengenal bahkan berteman dekat dari kuliah, Willy dan Aldy tidak pernah menyangka Reeneta pandai berbicara di depan umum seperti ini. Karena sejak dulu mereka mengenal Reeneta sebagai sosok yang tak banyak bicara dan cenderung bersikap dingin kepada orang lain.


Sedangkan Jordy hanya melihat Reeneta sekilas, lalu kembali membaca laporan dari perusahaan Bianca. Meski sangat kagum, tapi Ia sudah bisa menebak karakter Reeneta yang sedari dulu memang pandai mengontrol emosi dan mengendalikan diksi saat berbicara pada orang lain. Tak heran pemilihan bahasa dan gaya bicara Reeneta memang sangat persuasif , mampu mengajak orang yang mendengarnya ikut terbawa pada alur perkataannya. Jordy tersenyum sendiri,


' kekasihku tak pernah mengecewakan' , bisik Jordy dalam hati


" Wahhh , ini keren sekali sih Reen", ucap Aldy sambil berdiri ingin menghampiri Reeneta, tapi dengan cekatan Jordy menahannya dan membuat Aldy kembali duduk.


Aldy menoleh pada Jordy ingin mengkritik , tapi Jordy terlihat melotot pada Aldy dan itu membuat Aldy mengurungkan niatnya, ia kembali duduk dengan kesal.


" Aku gak menyangka, kamu bisa mempresentasikan hal serumit itu tapi dengan bahasa yang mudah dimengerti dan bahkan kami langsung memahami nya", ucap Willy bangga.


" Iyaa.. aku sampai gak bisa berkata apa-apa lhoo", kata Aldy yang masih nampak sangat kagum.


Reeneta tersenyum , berusaha mempertahankan profesional kerjanya, karena konteks mereka saat ini adalah pertemuan bisnis. Meeting hari ini adalah tentang pekerjaannya dan ia harus tetap bersikap seperti biasanya, profesional , tidak menghiraukan bahwa Meraka adalah sahabat nya. Apalagi Bos nya masih duduk dihadapan nya, tidak mungkin Reeneta akan bersikap tidak profesional. Tapi entah kenapa Aldy dan Willy malah bersikap seperti mereka saat ini sedang ngobrol bersama teman dan di suasana biasa, bahkan santai seperti di tempat nongkrong.


" Bagaimana Pak Aldy dan Pak Willy pasti sangat terpukau pada Reeneta yaa?", akhirnya Bianca buka suara sambil tersenyum lebar, ia menyindir halus kedua direktur muda itu.


" Ahh.. maaf kan sikap mereka yaa " , ucap Jordy cepat- cepat , dan hanya dirinya yang masih mempertahankan untuk tetap bersikap profesional.


Sepertinya hanya Jordy yang masih ingat kalau mereka saat ini sedang membahas masalah pekerjaan yang serius, ini meeting bukan area nongkrong mereka.


" Ahh.. santai saja pak Jordy, kami sudah biasa meeting dengan santai seperti ini kok", kata Bianca berusaha mencairkan suasana.


" Maaf yaa, bukannya kami tidak sopan , kami hanya sedang takjub saja dengan Reeneta tadi, Maaf yaa Bu Bianca dan Nona Reen.. ", akhirnya Willy sadar akan sikapnya yang kekanakan dan lupa kalau mereka sedang meeting, lalu ia mulai bersikap serius lagi.


Sedangkan Aldy nampaknya tidak peduli dengan apa yang sebenarnya mereka katakan. Ia tetap cengengesan, khas seorang Aldy.


" Baiklah.. perihal rancangan atau ide penerapan saham di Grow.bag kira-kira seperti yang sudah saya jelaskan tadi, jika ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan silahkan saja ya...", ucap Reeneta yang langsung duduk disamping Bianca.


" Emm.. maaf Nona Reeneta, tapi kenapa tadi anda belum bisa menerapkan nama pada aplikasi tersebut? meskipun di proposal ini katanya anda juga sudah ada rancangan nya kan? " , tanya Jordy.


" Terima kasih sebelumnya, saya memang sedang menantikan pertanyaan ini... ", ucap Reeneta sambil tersenyum.


" Sebenarnya kami sudah menyiapkan beberapa nama untuk dipakai, tapi sayangnya saya sendiri merasa nama itu mungkin tidak akan cocok untuk Grow.bag , " sambung Reeneta.


Jordy, Aldy dan Willy , bahkan Bianca nampak mengkerutkan dahi , efek karena tidak mengerti maksud dari perkataan Reeneta.


" Begini, sebelumnya, dikarenakan Grow.bag sendiri adalah sebuah aplikasi yang saya sendiri baru tahu ternyata di dalamnya banyak sekali fitur-fitur yang tersedia. Mulai dari ojek motor, mobil, pengantaran makanan , sampai pengiriman paket pun ada.. jadi untuk pengaktifan saham ini mau dibuat seperti dompet digital atau hanya seperti rekening tabungan harus diperhatikan detailnya terlebih dahulu", jelas Reeneta.


" Ahh itu benar, maaf menyela sedikit , kemaren saya juga sempat membuat akun di aplikasi grow.bag dan disana sudah ada wallet.in.bag sebagai dompet digital nya kan ? ", tanya Bianca.


" Ahh wallet.in.bag kami kembangkan untuk pembayaran di grow.bag yang bisa dengan mudah di isi ulang atau top up via bank atau pulsa", kata Willy.


" Grow.bag sendiri bagi kami adalah wadah yang akan terus tumbuh, jadi memang bisa di ibaratkan kami adalah tas yang bisa mencakup atau membawa semuanya dalam satu aplikasi", sahut Jordy.


" Jika begitu kami sangat menyarankan fitur tambahan pembukaan saham di Grow.bag yang juga terhubung di wallet.in.bag saja , jadi sangat memudahkan pengguna Grow.bag pada umumnya untuk selalu memantau pertumbuhan sahamnya", Reeneta merasa antusias.

__ADS_1


" Ahh.. aku mengerti , ini akan menjadi proyek yang sangat besar", Aldy menampilkan mimik wajah yang sangat bahagia. Ia merasa berdebar karena akan menjadi pimpinan proyek sebesar ini.


" Jika ini berjalan lancar, kalian bisa menjadi pelopor unicorn dengan invetasi digital juga lho...", sahut Bianca.


Semua orang dalam ruangan rapat ini terlihat menunjukkan wajah yang bahagia.


" Dan ini juga merupakan proyek pertama kami .. untuk mengembangkan investasi saham di dunia digital , karena biasanya kami hanya mengelola saham suatu perusahan secara langsung , iya kan kan Reen?" , sambung Bianca.


"Benar sekali, jadi kami meminta kerjasama kalian juga", ucap Reeneta.


" BA Management memang hebat, kamu hebat banget Reen, bisa terpikirkan hal sekeren ini " sahut Aldy sambil mengacungkan jempolnya.


" Sebenarnya kak Bianca yang punya ide, aku hanya membantu menyempurnakan sedikit saja", kata Reeneta.


" Baiklah, jika begitu.. kami akan mempersiapkan pengembang aplikasi dan kalian juga akan memberikan laporan detail untuk evaluasi Minggu depan yaa", kata Jordy.


" Baik pak, jika begitu, meeting kita hari ini bisa dicukupkan sampai disini, kami ucapkan terimakasih dan sampai bertemu minggu depan", Reeneta menutup meeting hari ini dengan lancar.


" Reen.. tunggu diluar bisa kan? Aku harus mengobrol dengan Jordy sebentar", ucap Bianca.


Reeneta mengangguk dan berjalan keluar ruangan diikuti oleh Aldy dan Willy.


" Kamu hebat banget Reen...", ucap Aldy.


" Terimakasih , kalian juga sangat hebat" , kata Reeneta yang berjalan beriringan dengan Aldy dan Willy.


" Ahh.. maaf yaa jika membuat kalian kurang nyaman.. aku terbiasa seperti tadi jika sedang bekerja ", kata Reeneta sambil menunjuk kan ekspresi merasa bersalah.


" Tenang saja kali.. hhha", ucap Aldy.


" Kalau begitu aku kembali ke ruangan lain yaa.. asisten ku juga sedang rapat dengan perusahaan lain, aku berharap masih bisa menemui mereka", kata Willy yang menepuk bahu Reeneta dan melambaikan tangannya pada Aldy.


" Ahh.. dasar si Willy itu sangat sibuk", ucap Aldy.


" Emm... Sejujurnya kalian masing-masing juga sangat sibuk kan? tapi kalian punya cara sendiri untuk menikmati kesibukan kalian, aku sangat bangga pada kalian ", ucap Reeneta pada Aldy.


" Kenapa sih Reen kamu selalu saja bijak seperti ini, hahah, aku jadi malu", ucap Aldy.


" Kalian yang awalnya anggota gangster bisa menjadi seperti ini , punya perusahaan sebesar ini ? Itu pantas untuk dibanggakan bukan ? ", kata Reeneta sambil duduk di sofa ruang tunggu.


" Kalau boleh jujur, mungkin kamu ikut andil dalam semua ini Reen", ujar Aldy.


Reeneta menatap Aldy yang lalu duduk disampingnya, ada tanda tanya besar di raut wajah Reeneta.


" Ahh, Tentu saja ini karena kamu meninggalkan Jordy. Andai saja waktu itu kamu tidak pergi, mungkin kami masih menjadi pengangguran yang banyak acara, masih haha hihi kesana kemari seperti anak muda yang tanpa tujuan. Kami yang awalnya menganggap kami ini adalah ahli waris orang yang memang sudah kaya , selalu menyepelekan semua hal, tidak serius dan hanya main-main. Tapi sejak Jordy mengenalmu, pola pikir kami berubah. Jordy selalu menanamkan pada kami untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bahkan saat sempat kamu tinggalkan itu , itulah awal perubahannya. Kamu merubahnya dan Jordy yang secara tidak langsung juga merubah kami. Karena kami memang dari awal selalu menganggap Jordy adalah pimpinan kami, meski usia nya yang paling muda di antara kami . Suatu ketika dia ingin membuat perusahaan nya sendir, Perusahaan baru yang tidak berhubungan dengan perusahaan dari keluarga manapun di kota ini, dan bahkan ia ingin membuat perusahaan pertama yang bergerak di bidang banyak sektor, muncul lah ide start up ini", ucap Aldy.


" Tapi kenapa kalian tidak meneruskan untuk menjalankan perusahaan keluarga, kalian bisa dibilang anak orang-orang terkaya di kota ini lho, bagaimana pewaris bisnis keluarga kalian?", kata Reeneta.

__ADS_1


" Yahh, seperti yang kubilang, Jordy tidak mau bergantung pada perusahaan lain, apalagi circle bisnis keluarga ya itu-itu saja kan orangnya, dia gak mau jika sampai kejadian pemaksaan pernikahan lagi, ahh maksudnya pernikahan bisnis terjadi lagi, dan kami setuju untuk mengekor padanya. Masalah bisnis keluarga tenang saja, tentu saja kami masih pewaris nya", kata Aldy yang tertawa.


Reeneta terdiam sejenak. Ia baru menyadari jika selama ini Jordy sedang bekerja keras , melakukan banyak hal untuk memastikan masa depannya tidak bergantung lagi pada orang lain, bahkan orang tuanya sendiri.


' Sama seperti ku, Apa dia juga ingin membuktikan sesuatu padaku ', ucap Reeneta dalam hati.


' Ahh.. selama ini aku malah sibuk menangisi takdir dan keadaan , juga aku ingin melakukan balas dendam padanya. Padahal aku sendiri tidak sadar dendam apa yang ingin aku lalukan pada orang yang kucintai itu. Sedangkan dia bisa bangkit dan membuktikan bahwa dengan cintanya ia mampu menjadi seperti sekarang ini. Ahh, bukankah aku juga sudah membuktikan kalau aku mampu dan bisa untuk sukses, meskipun sampai kapanpun aku tidak akan pernah sekaya dirinya. Tapi sekarang aku punya uang, kedudukan,kehormatan', hati Reeneta bergejolak.


" Ahh Reen.. aku tinggal dulu yaa.. aku baru ingat, ada laporan yang harus ku selesaikan. Kamu ga papa kan disini sendirian ? Kak Bianca juga pasti sebentar lagi keluar kok", ucap Aldy yang langsung berdiri dan melambaikan tangan nya ke Reeneta.


Reeneta membalas Aldy dengan senyuman dan anggukan kepala. Sedari dulu, Aldy memang selalu mampu membuat orang di sekelilingnya merasa nyaman dan tidak canggung karena dia merupakan orang yang sangat terbuka dan tanpa basa -basi.


 


Ini hari Sabtu, perusahaan Jordy cukup sepi, karena memang karyawan perusahaan ini sedang libur. Hanya sedikit orang yang masih masuk bekerja untuk lembur. Tapi tentu saja ruang customer Service masih masuk, wajar saja, mereka garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pelanggan


Reeneta mengambil hp dari dalam tas nya, Ia melihat beberapa pesan masuk dan mengecek nya.


" Reeneta kan ? " , ucap seseorang secara tiba-tiba mengagetkan Reeneta.


Reeneta mengangkat wajahnya, dan sudah ada lelaki yang berdiri dihadapannya. Lelaki itu tersenyum memandang Reeneta.


" Kamu, yang takut laba-laba itu kan?", ucap Reeneta datar.


" Ahh.. yang kamu ingat kenapa hanya soal laba-laba sih? " ucap si Lelaki.


" Boleh aku duduk?", tanya Miko, lelaki tampan berkacamata yang Reeneta temui secara tidak sengaja di pesta pernikahan kak Bianca.


" Iyaa silahkan.. ", ucap Reeneta .


" Kamu kenapa ada disini? ", tanya Miko yang langsung duduk disamping Reeneta.


" Ahh itu ada meeting dengan pimpinan Grow.bag", ucap Reeneta.


" Aku kemarin memakai aplikasi pengantaran mobil, tapi ada beberapa barang ku yang ternyata tidak sengaja tertinggal, dan aku baru saja mengambilnya" , ucap Miko sambil menunjuk tas selempang kecil yang kini ada ditangannya.


" Wahh.. untung ya tidak hilang?" , kata Reeneta.


" Tentu saja.. Grow.bag merupakan salah aplikasi paling dipercaya saat ini. Semua sudah ada semacam MOU , jadi dijamin aman ", kata Miko bangga.


Reeneta terdiam sesaat,


' Kepercayaan masyarakat pada Grow.bag cukup besar juga ya, Jordy berhasil membuat nama Grow.bag dikagumi oleh orang' , batin Reeneta.


" Lho Mik, kok ada disini?" , pertanyaan Bianca memecah lamunan Reeneta.


Bianca sedang berjalan beriringan dengan Jordy menuju arah Reeneta. Wajah Jordy menunjukkan ketidaksukaannya pada Miko yang duduk tepat di samping Reeneta.

__ADS_1


 


__ADS_2