Dia Canduku..

Dia Canduku..
91.


__ADS_3

Jordy keluar dari apartemen Reeneta dengan gontai. Perasaan nya kacau dan pikirannya tidak bisa fokus. Pertemuan pertama yang dibayangkan nya selama ini adalah tentang kebahagiaan bersatunya mereka berdua. Dimana Reeneta akan menyambut nya dengan pelukan , senyum dan juga kasih sayang seperti dahulu. Tapi semua bayangan dan mimpi indahnya pupus, Reeneta sama sekali tak menyambutnya, bahkan bersikap acuh tak acuh seakan mereka tak pernah mempunyai hubungan cinta yang kuat sebelumnya.


Jordy sadar diri, semua yang terjadi ini adalah salahnya, Ia tahu Reeneta pasti sangat marah padanya. Dan ntuk memaafkan kebodohannya di masa lalu pasti adalah hal yang sulit. Tapi bagaimanapun dia sama sekali tak percaya jika Reeneta bisa melupakan nya dengan cepat, bahkan begitu cepat berubah. Padahal dirinya selama tiga tahun ini tak pernah seharipun tidak memikirkan Reeneta.


' Kamu harus percaya padaku, aku tak pernah mengkhianati mu, bagaimanapun caranya aku akan membuat mu kembali padaku, membuat mu kembali mencintai ku seperti dulu lagi', kata Jordy dalam hati.


Jordy memasuki kamar hotel yang telah di pesannya. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan meskipun matanya terpejam, tapi pikirannya telah jauh menerawang kemana hatinya ingin pergi. Jordy membayangkan wajah Reeneta yang masih sama seperti dulu kala, tenang dan teduh dengan senyuman yang hanya untuk nya,


" Maafkan aku Reen", ucap Jordy lirih, setetes air keluar dari matanya.


##


Reeneta masih terdiam. Dia duduk di tempat yang sama , seperti terakhir kali sebelum Jordy meninggalkan ruangan ini. Bekas kecupan di keningnya juga masih terasa panas. Jantungnya belum juga berdetak dengan normal, Ia masih merasa berdebar.


Reeneta masih penasaran bagaimana mungkin Jordy masih bisa bersikap sama seperti dahulu. Jordy tak canggung sama sekali pada nya dan masih menganggap dirinya sebagai kekasihnya. Dirinya saja ketika memikirkan hal tersebut merasa malu dan tidak pantas.


Walaupun sudah sering membayangkan bagaimana jadinya jika mereka akhirnya akan bertemu, tapi hal yang telah dilakukannya tadi merupakan hal yang paling gila dan bahkan tak pernah ada di planning nya selama ini.


Selama ini Reeneta selalu takut untuk menemui Jordy, takut akan suasana canggung yang akan ia ciptakan. Ia selalu merasa meninggalkan Jordy seperti itu membuat hubungan mereka juga sudah hancur. Atau takut jika Dia tidak bisa menahan perasaannya pada Jordy , ia takut jika tanpa sadar ia akan memeluk atau mencium Jordy tanpa sadar saking rindunya.


Tapi yang terjadi justru hal yang lebih gila.


' Bagaimana bisa aku melakukan hal gila seperti itu, berpura-pura tegar dan telah melupakannya', batin Reeneta.


Padahal Jordy lah satu satunya pemilik hatinya. Reeneta tak pernah bisa untuk berhenti mencintai Jordy , sekedar melupakannya saja tak pernah bisa .

__ADS_1


Reeneta tak bisa tidur sepanjang malam, akhirnya ia hanya bisa memutuskan untuk melanjutkan kegilaan yang telah ia mulai.


Berpura-pura.


..." Memilih mu, mencintai mu, membuat mu menjadi candu ku adalah restu semesta alam, meski bersamamu masih selalu menjadi misteri, akankah engkau bisa ku raih atau hanya sekedar angan" ...


##


Jordy sudah bersiap-siap sejak pagi, Ia ingin memenuhi janjinya untuk menemui Reeneta. Apapun yang terjadi Ia harus menjelaskan semua secara gamblang. Reeneta tidak boleh terjebak pada masa lalu dan terus saja membenci keadaan yang seperti ini.


Jordy tiba di depan pintu apartemen Reeneta. Bel sudah dibunyikan nya beberapa kali, tapi tak terlihat Reeneta keluar.


' Apa dia masih tidur ? Ataubjangan -jangan dia pergi untuk menghindari ku yaa?' , batin Jordy.


" Mas.. cari mba Reeneta?" ,tanya seorang ibu berpakaian petugas kebersihan yang tiba-tiba menghampirinya.


" Ahh iyaa", jawab Jordy sambil menoleh memandang petugas itu.


Nampaknya Ibu itu sudah akrab dan mengenal Reeneta. Jordy lalu ingat kejadian semalam, petugas keamanan juga dengan mudah mengenalinya.


" Dari tadi pagi mba Reeneta sudah keluar mas, tadi saya ketemu di depan lift lantai tiga", ucap petugas itu.


" Ibu tahu tidak Reeneta mau kemana?", tanya Jordy.


" Katanya mau ngopi mas, orang mba Reeneta masih pakai baju santai, belum rapi kayak mau kerja kok" , jawab petugas itu sopan.

__ADS_1


Jordy mengangguk , tanda mengerti dan kekhawatiran di wajahnya mulai memudar.


" Tapi masnya ini siapa ya? Mba Reeneta tidak pernah kedatangan tamu soalnya", kata Ibu tadi dengan wajah penasaran.


" Ahh iya.. saya datang dari Luar Negeri, tempat asal Reeneta", ucap Jordy canggung. Ia ingin sekali mengakui Reeneta sebagai kekasihnya, tapi... diurungkannya.


" Owh.. dari kampung halaman mba Reeneta yaa. Mba Reeneta itu baik sekali lho mas orangnya, suka ngasih kita berbagai macam kebutuhan , bahkan uang", kata Ibu itu.


Jordy lagi-lagi tersenyum , Reeneta tak pernah berubah. Pantas para pekerja ini kelihatan begitu baik dan perhatian padanya.


" Bu.., selama ini apa pernah Reeneta membawa kekasih atau pria lain kesini", tanya Jordy. Sedari tadi pertanyaan ini selalu ingin ditanyakan nya.


" Enggak pernah mas, mba Reeneta itu, kelihatan selalu sedih dan kesepian terus.. wajahnya juga dingin. Padahal orangnya baik banget", kata Ibu itu lagi.


Jordy lega, Ia tahu, Reeneta tak pernah pernah berubah.


" Kalau begitu.. saya cari Reeneta dulu yaa Bu.. ", ucap Jordy.


" Coba cari saja di cafe bawah mas .. ", lanjut ibu petugas itu.


" Baik terimakasih", ucap Jordy yang segera berlari ingin menemui Reeneta.


Raut kebahagiaan terpancar di wajah Jordy.


***

__ADS_1


__ADS_2