
Sebulan berlalu, tanda-tanda Reeneta akan kembali juga sama sekali tidak ada. Jordy mulai suka menyendiri dan tak suka pergi bersama teman temannya lagi. Jika dulunya Jordy bisa berwajah ceria sekarang Jordy kembali menunjukkan sisi dinginnya lagi.
Di suatu sore, Qaila dan Aldy sedang nongkrong di cafe More, tempat favorit mereka untuk menghabiskan waktu. Meskipun di hari masing-masing menyimpan rasa tapi baik Qaila maupun Jordy belum ada yang berani mengungkapkan isi hatinya masing-masing.
" Gak kerasa sebentar lagi si Willy dan Cici sudah mau nikah, ga sabar nihh jadi uncle", ucap Aldy sambil cengengesan.
" Yeee.. kok uncle? lu sendiri ga mau apa jadi ayah ?" , ledek Qaila sambil menertawakan Aldy.
" Kalau itu sih.. tunggu lu siap Qai, kapan mau mu aja sih, aku Yess", balas Aldy.
Qaila melotot dan memukul Aldy, tapi Aldy hanya tertawa melihat ekspresi Qaila yang menggemaskan.
" Pesta pertunangan mereka juga keren banget yaa Qai", ucap Aldy.
" Bener banget sih, Gilaa gak tuhh, terniat dan mewah banget, tapi yaa pantes aja sih, dua anak sultan menyatu", kata Qaila.
" Ehh.. Tadi aku udah ngajakin Jordy buat keluar , tapi dia gak mau , alesannya ngerjain skripsi tau gak.. bener -bener itu anak..", kata Aldy.
" Wajar lah Al, dia habis kehilangan orang yang paling berharga lho di hidupnya. Aku juga ngerasa kehilangan banget tau.. mana Reeneta sahabat terbaik ku yang udah hampir tujuh tahun ini bereng terus" , ucap Qaila.
" Iyaa.. aku paham, tapi bukannya kalau semakin dia menarik diri dari dunia jadi malah makin kerasa kehilangan nya? ", kata Aldy.
" Bener juga sih, harusnya memang dia harus tetap semangat", ucap Qaila.
" Gimana kalau kita sewa detektif buat nemuin si Reeneta ini Qai", ucap Aldy.
" Tau ahh.. aku juga jadi males tau kalau ngomongin soal Reeneta , bawaannya sebel kenapa dua orang itu gak bisa aja saling menyatu , ada aja penghalangnya" , Qaila meminum lagi teh nya.
" Lihat-lihat, bukannya itu si Aira", kata Aldy tiba-tiba sambil menunjuk ke arah luar jendela.
" Mana?", kata Qaila yang langsung antusias mencari.
Qaila dan Aldy melihat ke arah luar , sayangnya Aira menyadari keberadaan mereka dan tersenyum.
" Haii.. Qaila kan ?", sapa Aira yang tiba-tiba menghampiri meja Qaila dan Aldy.
" Gue ga kenal sama elu" , ucap Qaila ketus.
" Kamu marah yaa.. karena sahabat mu pergi", kata Aira sambil duduk tanpa permisi.
" Udah tau nanya... " kata Aldy ,
" Yaw gimana yaa.. adrenalin ku naik gitu kalau lagi taruhan" , ucap Aira.
" Dasar ga waras.. jangan mendekat" , kata Qaila., tapi Aira hanya tersenyum pada Qaila tanpa menghiraukan ucapan Qaila.
" Ehh.. kamu juga yang kemaren bentak-bentak aku gak sih.. " Aira melihat Aldy.
" Kenapa? " , tanya Aldy.
__ADS_1
" Kamu manis banget tau... ", kata Aira sambil tersenyum.
Aldy terkaget mendengar pujian dari Aira. Qaila nampak tak suka dengan sikap Aira, ia memandang tajam ke arah Aira.
" Kalian pacaran ? " , tanya Aira.
Qaila mamandang Aldy dan Aldy juga ikut memandang Qaila.
" Enggak kan.. Aldy boleh gak aku deketin kamu?", tanya Aira sambil memberikan Handphone nya.
" Aldy.. tulis nomor kamu yaa", kata Aira.
" Enggak!!!", ucap Qaila dengan setengah membentak.
Aira menatap Qaila dengan pandangan sebal , sedangkan Aldy tersenyum kecil di sudut bibirnya.
"Kenapa?", tanya Aira pada Qaila.
" Aldy sudah punya kekasih", kata Qaila tegas.
" Siapa ? ", tanya Aira.
Qaila merasa terdesak dan asal menjawab.
" Gue, keberatan lu? ", ucap Qaila.
" Ahh yang benar ? Aldy ? ", tanya Aira yang memandang Aldy , Aldy masih tersenyum bahagia.
" Kalian bohongan sihh pasti", ucap Aira nampak kecewa.
" Buat apa kita bohong.. kamu jangan berani-berani deketin Aldy", ancam Qaila.
" Tunggu aku cari bukti", kata Aira sinis dan segera pergi meninggalkan meja tersebut.
" Kenapa senyum senyum gak jelas gitu?" , tanya Qaila pada Aldy, yang memang sedari tadi tersenyum.
" Yang tadi beneran Qai? ", ucap Aldy terlihat malu-malu.
" Apanya? Aku tadi bantuin kamu aja yaa.. aku ga mau kamu sama wanita gilaa macam itu" , ucap Qaila.
" Qai.. Qai.. " , ucap Aldy sambil tertawa.
" Kenapa? " , tanya Qaila.
" Enggak, makasih sudah membantu ku deh ", kata Aldy masih sambil tertawa.
" Iyaa.. aku menghindar kan kamu dari orang gilaa, harusnya kamu berterima kasih yaa," ucap Qaila.
" Kenapa sih benci banget sama Aira? Aku dengar dia sudah mulai pengawasan psikiater sih", kata Aldy
__ADS_1
" Yaa apa lagi .. gara-gara dia juga hubungan Jordy dan Reeneta jadi kacau", ucap Qaila.
" Pipi mu merah Qai" , kata Aldy masih sambil tertawa.
" Mana ada.. ", ucap Qaila menjadi salah tingkah.
" Takutnya kamu cemburu sama" , kata Aldy.
" Enggak Al, Aku cuma .. yaa cuma bantuin kamu ", sanggah Qaila.
" Tapi pesona ku memang ga bisa di tahan sih, banyak cewek yang tergila-gila sama akuu lho", ucap Aldy bangga.
" Please... Orang yang suka sama kamu itu, cuma orang yang gak waras macam si Aira itu aja.. " , ucap Qaila ketus, mencoba kembali bersikap santai seperti sedia kala. Tapi sayangnya kini rasa yang telah lama di sembunyikan nya mulai ingin menampakkan diri.
" Kamu juga ga waras dong!" , ucap Aldy.
" Apa ? Akuu? waras lah aku gak suka ihh sama modelan elu Al... ", ucap Qaila.
" Lahh.. emang aku bilang kamu suka sama aku?... Aku cuma tanya kamu ga waras aja, hhhaa... " , kata Aldy yang berusaha menggoda Qaila.
" Tau ahhh. . . Pulang aja gue.. ", kata Qaila sambil berdiri dan menahan malu.
" Sorry.. Sorry.. enggak deh , tapi kalau aku sih emang beneran suka sama Qaila" , ucap Aldy.
Qaila mematung... Dirinya masih belum yakin , itu adalah ungkapan dari hati Aldy atau hanya sekedar iseng saja.
Aldy memegang bahu Qaila dan membuat tubuhnya Qaila terduduk kembali ke kursi.
" Qai.. mau gak coba serius sama aku? Kita sudah sama sama dewasa kan , kamu bisa jujur pada dirimu sendiri" , ucap Aldy.
"Kamu lagi ngisengin aku kan? Jangan -jangan kamu ngeprank aku kan ? ", Qaila memandang Aldy dengan menelisik.
" Beneran... Qai ... Maaf yaa, kamu gak perlu jawab sekarang. Aku tau ini terlalu tiba-tiba dan bukan moment yang pas. Pikirkan saja dulu, jangan terburu-buru. Oke.", Aldy memasang wajah serius.
Sedangkan Qaila masih diam.
" Aku juga pasti akan sibuk untuk skripsi setelah ini, aku gak mau Jordy ninggalin aku dan lulus duluan, kita harus barengan sih.., jadi aku juga harus berusaha.. aku ga mau di tengah kesibukan ku jadi gak ngurusin kamu nantinya", ucap Aldy.
Qaila masih terdiam.
" Yang terpenting aku sudah mengungkapkan semuanya ke kamu, kalau aku memang serius ada rasa sama kamu Qai" , ucap Aldy.
" Al.. tunggu gue jadi jaksa , lalu .. kita pikirkan kedepannya kita mau ngapain", ucap Qaila.
" Iya Qai.. kita bisa saling menunggu ", ucap Aldy kini membelai rambut Qaila.
Aldy tersenyum seakan mengerti tentang jawaban apa yang dimau oleh Qaila.
Meskipun sama -sama saling menyukai , Qaila dan Aldy harus memikirkan untuk masa depannya terlebih dulu. Saat ini mereka masuk dunia peralihan dari masa remaja ke dewasa yang pasti butuh mental kuat untuk mengatasinya.
__ADS_1
***