
^^^Untuk kekasih hatiku Jordy,^^^
^^^ ^^^
^^^Aku sungguh tidak berharap harus menuliskan pesan ini, Sungguh menyakitkan berpisah dari mu, Orang yang bisa mencintaiku , Orang yang selalu mengkhawatirkan ku dan orang yang selalu perhatian pada ku. Tapi maaf aku harus pergi, Jika kamu tanya kenapa aku melakukan ini, jawaban nya hanya.. 'Janji adalah Janji''^^^
^^^Aku tak akan menyalahkan mu, aku tahu kamu hanya melakukan ini agar aku baik-baik saja. Dan juga tak perlu menyalahkan Mama mu .. ^^^
^^^Aku tak ingin banyak berkata-kata , cukup kamu harus baik - baik saja, terima kasih atas semua nya. ^^^
^^^Semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti, seperti saat kita bertemu saat pertama kali.^^^
^^^ Aku sangat mencintaimu..^^^
^^^Reeneta.^^^
Jordy membaca pesan pendek dari Reeneta, tak banyak pesan untuknya, tapi rasanya sakit sekali. Andai saja ia tahu sejak awal , Ia tak akan salah langkah seperti ini. Andai dirinya selalu menceritakan apapun pada Reeneta, tak akan seperti ini jadinya. Reeneta tak mungkin pergi darinya seperti ini.
" Dia pergi kemana? " tanya Qaila pada Jordy.
Jordy hanya menggelengkan kepalanya.
Qaila lalu membuka surat untuknya juga.
^^^Qaila, sahabat terbaikku...^^^
^^^Tolong jaga dirimu baik-baik, aku akan kembali setelah kamu sukses menjadi jaksa.. Aku tahu kamu sangat ingin menjadi jaksa kan...^^^
^^^Maafkan aku jika selama ini merepotkan mu, tolong jaga diri baik-baik, salam juga untuk Cici, Willy dan Aldy. Ucapkan terima kasihku pada mereka.^^^
^^^Aku sayang padamu.^^^
^^^Reeneta.^^^
" Benar-benar anak ini, " Qaila nampak sangat marah.
Jordy sudah terduduk lesu, ketika melihat Jordy Qaila jadi kasihan dan mengurungkan niatnya untuk memarahi Jordy. Karena memang Jordy lah penyebab Reeneta pergi.
Cici, Willy dan Aldy datang ke apartemen untuk menyusul Jordy dan Qaila.
" Jord... Gimana? semua baik-baik saja kan?" tanya Cici yang langsung menghampiri Jordy yang hanya diam.
__ADS_1
" Qai.. ??" Aldy menghampiri Qaila.
" Terlambat... Dia pergi. Reeneta sudah pergi .. " Qaila memberikan surat di tangannya pada Aldy. Aldy dan Willy langsung membaca surat untuk Qaila dari Reeneta itu.
" Gimana kita cari Reeneta sekarang Jord? " ucap Willy.
" Kemana Qai .. Kemana Reeneta kira kira pergi? " , tanya Cici.
Qaila berusaha menerawang jauh kemana biasanya Reeneta pergi, tapi pikirannya seakan buntu. Reeneta selama ini jarang bepergian.
" Reeneta ga punya tujuan Ci.. selain Jordy.." ucap Qaila sambil memandang Jordy. Jordy masih tertunduk lesu.
" Kost lama Reeneta mungkin ?" ucap Cici.
" Enggak , rumah itu sudah diratakan dengan tanah , Aku dan Reeneta pernah iseng main kesana dan sekarang sudah dibuat rumah oleh pemiliknya, " kata Qaila.
" Panti Asuhan.. tempat nya dulu gimana? " , tanya Aldy .
" Aku gak yakin dia kesana.. tapi bisa kita coba.. " ucap Qaila.
" Kamu tau alamatnya kan? Kalau begitu, aku dan kamu bisa mencari kesana", ucap Aldy pada Qaila.
" Jord? " Willy mencoba memanggil Jordy yang sedari tadi diam.
" Kamu Oke Jord? " , tanya Willy lagi.
Jordy tetap diam saja , dan tidak mengatakan apapun. wajahnya kelihatan sangat syock dan tertekan. Kehilangan orang yang amat di cintainya membuatnya kehilangan gairah.
" Reeneta ... Dia ada disini ? " mama Jordy datang dengan tiba-tiba membuyarkan ketegangan.
Melihat reaksi wajah Jordy, tante Anita tersungkur menjatuhkan dirinya ke lantai, dia menangis tak kuasa menahan diri, karena merasa menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kekacauan di kehidupan anaknya.
Jordy melangkahkan kakinya mendekati Mama nya dan memeluk Mamanya dengan kasih.
" Ma.. Reeneta pergi untuk memenuhi janjinya ke Mama.. Aku yang salah, aku yang tidak bisa memegang janjiku pada Reeneta, Aku memang yang salah .. Aku sedang mencoba menerima kenyataan ini. Aku gak ingin membenci Mama, karena Reeneta juga gak mau aku melakukan itu" kata Jordy.
" Teman-teman kalian bisa berangkat sekarang," kata Jordy yang langsung diiyakan oleh teman-temannya. Qaila, Aldy, Cici dan Willy pergi dengan segera.
" Kemana mereka? " mama Jordy bertanya pada Jordy.
" Mereka mencoba mencari Reeneta, aku juga akan segera pergi. Mama bisa istirahat disini dulu yaa, " ucap Jordy.
__ADS_1
Mama Jordy mengangguk , dan Jordy segera pergi menyusul teman-temannya.
Mama nya Jordy segera menelepon orang suruhannyaa.. untuk ikut mencari Reeneta.
##
Di bandara kota Global, kak Arnold mengantarkan Reeneta untuk meninggalkan kota ini.
" Reen , ini tiket mu, dan ini alamat sahabatku yang sudah kuhubungi untuk membantu mu disana, " kak Arnold menyerahkan tiket dan secarik kertas pada Reeneta.
Reeneta menerima tiket dan kertas yang diberikan oleh kak Arnold.
" Terima kasih kak.. " ucap Reeneta.
" Kamu hati-hati yaa.. mulai sekarang aku akan sering mengabarkan kondisi disini, kembali lah ketika kamu sudah siap untuk kembali, " kata kak Arnold.
" Tolong tetap rahasiakan ini kak, Jangan sampai siapapun tahu, termasuk Qaila, " ucap Reeneta.
" Tentu saja.. percayalah padaku," Reeneta tersenyum.
" Terima kasih kak, aku sangat menghargai semua yang kakak lakukan untukku. Maaf aku juga tak bisa membalas semua kebaikanmu," kata Reeneta
" Jangan terlalu dipikirkan yaa Reen.. asalkan kamu bahagia,. Aku turut bahagia, " ucap Kak Arnold.
" Pergilah, sebentar lagi pesawat mu akan berangkat, " sambung kak Arnold.
Reeneta mengangguk dan segera melangkahkan kakinya menuju pesawat yang akan segera pergi membawanya meninggalkan kota ini.
Kak Arnold melihat bayangan Reeneta yang semakin menjauh.
' Pergilah Reen.. carilah kebahagianmu sendiri, Pergilah cinta pertamaku.. hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu , untuk yang terakhir kalinya..' kata Kak Arnold dalam hatinya.
Sejak Reeneta SMA , Qaila sering membicarakan Reeneta pada kak Arnold, dan kadang juga membawa Reeneta untuk bertemu dengan kak Arnold karena waktu itu kak Arnold sering menjemput Qaila. Saat itulah Kak Arnold mulai menaruh hati pada Reeneta. . sayangnya ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Reeneta sangat tertutup dan tak banyak bicara, jadi kak Arnold juga mulai menarik diri dan membatasi perasaan nya untuk Reeneta.
Sejak Qaila mengatakan pada Kak Arnold jika Reeneta mulai menjalin hubungan dengan Jordy, Kak Arnold dengan sepenuh nya sudah mulai mencoba melupakan Reeneta, tapi tetap saja rasa itu belum hilang sepenuhnya.
Terkadang Ia menanyakan kabar Reeneta pada Qaila dan ketika sekarang Reeneta sangat kesusahan akibat hubungan nya dengan Jordy, hasrat kak Arnold untuk membantu Reeneta juga tak bisa dibendung lagi. Bukan untuk merebut hati Reeneta, hanya untuk menentramkan hatinya yang kacau jika Reeneta tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.
Kak Arnold sudah sangat paham jika hati Reeneta sudah termiliki seutuhnya untuk Jordy.
***
__ADS_1