
Reeneta tiba di kota tujuan setelah melewati tujuh jam perjalanan di pesawat. Setelah sampai di bandara kota New Journey dia segera membuka alamat yang diberikan oleh kak Arnold.
' Ahh, aku harus segera mencari taxi, ' kata Reeneta dalam hati.
Ia melangkah dengan mantap, memandang kota yang akan di tinggallinya ini, sungguh sangat berbeda dengan kota Global yang Ia tempati selama ini. Lalu tiba-tiba matanya tertuju pada papan nama dengan tulisan
' Reeneta - Global ' dibawa oleh seorang wanita yang tinggi semampai dengan rambut panjang nya yang terurai. Reeneta segera menghampiri wanita itu.
" Maaf , " kata Reeneta dengan agak ragu.
" Ohh.. kamu Reeneta bukan ? " tanya wanita itu.
" Benar, tapi maaf Anda siapa yaa..." Reeneta berhenti bicara.
" Aku Bianca, teman nya Arnold, " kata wanita itu dengan senyum ramahnya.
" Ahh maaf, aku tidak mengenali mu Kak, " kata Reeneta sambil menunduk kan kepalanya tanda tulus meminta maaf.
" Santai saja.. " kata Bianca.
" Aku berencana mencari taxi sebenarnya", ucap Reeneta.
" Aku ada sedang tidak ada kerjaan jadi ingin langsung menjemput mu , Ayoo Reen kita segera pergi, " kata Bianca yang langsung berjalan dan diikuti oleh Reeneta yang berjalan di belakang nya.
Bianca mengendarai mobilnya dengan tenang, Reeneta duduk di samping Bianca dengan khawatir.
" Kamu baik-baik saja kan Reen ?" tanya Bianca.
" Ahh.. aku sedikit tegang, maaf telah merepotkan mu yaa.. " kata Reeneta.
" Tenang saja, aku senang bisa membantu mu , membantu Arnold juga, " kata Bianca.
" Aku pikir kamu akan membawa banyak koper lho Reen ? Karena kata Arnold kamu ingin menetap tak tau sampai kapan", lanjut Bianca.
" Ahh.. Nyatanya aku memang cuma punya ini kak, " ujar Reeneta.
" Tidak apa, sedikit lebih simple bukan? " Bianca ternyata orang yang sangat ramah dan easy going.
" Kak Bianca, teman Kak Arnold saat kuliah kah ? " tanya Reeneta memecah kesunyian.
" Oohh. . . Aku dulunya juga tinggal di kota Global lho Reen, sejak SMA dan kuliah aku berteman dengan Arnold, sampai sekarang aku juga masih sering berhubungan dengan Arnold yaahh walaupun hanya lewat chat, kau tau dia sangat kaku , " kata Bianca.
" Lalu kenapa pindah ke NewJ kak?" tanya Reeneta.
__ADS_1
" Benar, Orangtua ku pindah kesini.. tentu saja aku mengikuti mereka, " kata Bianca.
" Ahh.. aku mengerti ," ucap Reeneta.
" Arnold baik baik saja bukan ?" tanya Bianca lagi.
" Iya kak, sepertinya begitu, Aku jarang ngobrol sih dengan kak Arnold, " kata Reeneta.
" Hahah.. dia memang sangat dingin.. tapi hatinya begitu baik Reen , selalu begitu dan tidak pernah berubah sejak dulu memang, " ucap Bianca.
" Kak , sepertinya kakak sangat menyukai Kak Arnold yaa? " kata Reeneta.
" Ahh.. sekali liat kamu sudah bisa merasakan nya yaa? Sayangnya Arnold begitu dingin padaku, dia juga tidak sadar kalau aku menyukainya. Kau tahu, usiaku sudah 31 tahun dan aku masih menunggunya.. hhha" , kata Bianca.
" Kak Arnold juga tidak pernah terlihat punya pacar kak, Ahh.. itu kata Qaila ," ucap Reeneta.
" Ahh.. Qaila adiknya Arnold kan?" tanya Bianca.
" Iyaa... Aku sahabat nya Qaila.. " kata Reeneta.
" Aku tahu, Arnold pernah memposting foto kalian berdua saat Qaila ulang tahun. Ahh.. jika dipikir-pikir kamu benar-benar sangat cantik, lebih cantik aslinya dari fotomu Reen, " ucap Bianca
" Terimakasih , Kak Bianca juga sangat cantik, " timpal Reeneta. Bianca tersenyum , menghargai pujian dari Reeneta.
Paradise Palace , Apartemen pribadi sekaligus hotel dan restaurant, tempat meeting dan aula, semuanya lengkap.
" Kamu akan tinggal disini yaa Reen", Bianca mengajak Reeneta masuk.
" Aku akan tinggal dengan kamu kan?" , tanya Reeneta.
" Tidak sayang, kamu sendirian disini, jika bekerja aku suka menyendiri jadi aku tinggal di villa ku sendiri, kata Bianca.
" Kak.. sebenarnya aku tidak punya uang untuk membayar sewa ini, " kat Reeneta.
" Tenanglah .. ini milikku pribadi. Ahh . .bukannya kau akan bekerja untuk ku Reen ? Jadi aku bisa memotong gaji mu bukan ? untuk membayar uang sewa, " kata Bianca sambil tersenyum.
" Tentu.. tentu saja kak , " Reeneta sangat bersemangat.
Selama ini ia tidak pernah menghidupi dirinya sendiri, dan kini ia akan mulai bekerja, mencari uang dari hasil jerih payahnya sendiri. Di saat seperti ini ia jadi teringat dengan Jordy yang selalu menghalangi nya untuk bekerja
" Lantai satu dan dua adalah restaurant dan kolam renang , lantai tiga ada tempat berolahraga semacam mini gym, lntai empat sampai lima adalah ruang khusus meeting dan pesta, lantai enam penuh dengan bar dan diskotik, lantai tujuh adalah mini las Vegas, tempat berjudi kalangan orang berduit di New J, lalu lantai delapan sampai enam belas adalah hotel umum, dan sisanya lantai tujuh belas hingga lantai dua puluh tiga adalah Apartemen pribadi lalu lantai dua puluh empat ada landasan helikopter . Hafalkan itu, jangan sampai salah masuk yaa . . Heheh", ucap Bianca.
" Aku mengerti kak," ucap Reeneta sambil membayangkan seberapa besar Paradise palace ini.
__ADS_1
" Untuk masalah kerjaan dan lain-lain , kita bicarakan besok saja yaa .. Aku harus pulang sekarang. Dan kamu.. bisa berkeliling sambil menghafal kan jalan," kata Bianca.
Reeneta mengangguk pelan.
" Ini kartu akses nya, dan ini kartu kredit , tenang .. ini tidak gratis, kamu akan membayarnya setelah bekerja nanti" , kata Bianca.
" Baik, " kata Reeneta singkat.
" Reen.. aku tahu sedikit masalah mu dari Arnold.. kapanpun kamu butuh bantuan , jangan segan untuk menghubungi ku, Aku siap mendengarkan segala cerita mu. Ahh iyaa... Ini hp baru dan nomorku , juga nomor Arnold juga sudah ada disana", kata Bianca.
" Aku akan menggantinya setelah bekerja", kata Reeneta sambil menerima hp itu.
" Hahahaha. Iyaa Reen Iya.. Jadi.. aku pergi sekarang yaa" kata Bianca dan Reeneta menemaninya hingga ke depan pintu.
" Terimakasih Kak Bianca, " ucap Reeneta.
Bianca mengacungkan jempolnya ke arah Reeneta lalu berjalan berlalu meninggalkan Reeneta.
Reeneta menutup pintu , dan hal pertama yang ia lakukan adalah mengirimkan chat ke kak Arnold untuk mengucapkan terimakasih
...' Aku sudah sampai di New Journey dan Kak Bianca memperlakukan aku dengan sangat baik , terimakasih Kak Arnold' 🙏...
...√√...
##
" Hallo Arnold", Bianca menelepon Arnold.
" Semua yang kamu arahkan sudah kulakukan" ucap Bianca.
" Terimakasih yaa Bi.. dia juga barusan mengirimkan pesan padaku dan bilang kamu sangat baik padanya " , kata Arnold di seberang sana.
" Tentu saja, aku sangat lah baik , hhe.. Dia juga sangat cantik dan lugu , persis seperti yang kau ceritakan, Aku pasti akan menjaganya dengan baik", kata Bianca.
" Bi, aku berhutang budi padamu, seperti yang sudah ku katakan, aku menganggap Reeneta seperti adikku sendiri, jadi aku sangat berterimakasih padamu" , ucap Arnold.
" Hmm.. kalau kau benar-benar ingin berterimakasih kasih, bisakah kau menikahi ku? " ucap Bianca.
" Apa Bi?? " Arnold tercengang.
" Hahahaha ", Bianca mematikan telepon nya. Membuat Arnold menerka-nerka maksud sebenarnya dari ucapan Bianca.
***
__ADS_1