Dia Canduku..

Dia Canduku..
19.


__ADS_3

Bermenit menit berlalu, mereka berdua masih diam hanyut pada pikiran masing masing,


"Jord, emm aku"


"Reen.. aku minta maaf , tapi aku akan tanggung jawab, aku janji". Jordy berkata seakan akan takut dan malu, Reeneta tersenyum.


"Mau tanggung jawab untuk apa ? gimana ? "


"Gak tau Reen, aku bener-kaget, tapi aku lelaki normal, wajar kan aku ingin cium kamu yang Deket banget gitu sama aku",


"Jadi maksudmu aku yang salah ? "


"Enggak" kata Jordy


"Maksudmu aku ga boleh Deket Deket sama kamu ? Ok fix", Reeneta sdh bersiap berdiri tapi dicegah Jordy.


"Apa sih? Jangan ngambek an.. jadi pingin... " Jordy terdiam, Reeneta duduk lagi.


" Pingin apa ? " Tanya Reeneta.


" Reen.. jadilah pacarku yaa"


"Lohh.. belum yaa.. aku pikir kita udah jadian" , Reeneta tersenyum menggoda, Jordy terlihat terkaget- kaget.


"Beneran udah ? " Tanya Jordy.

__ADS_1


" Kamu berani cium aku, ", kata Reeneta.


"Maa..maaf, aku khilaf ", Reeneta tersenyum tak bisa menahan tawa.


" Kamu lucu sekali Jord, "


" Aku serius Reen, aku butuh kepastian.. kita pacaran gak? Aku ga mau main peluk cium kamu tapi kamu bukan pacarku. Ahh bodoh gila, hari ini kamu fix lah jadi pacarku",


" Loh kok maksa? " , Jawab Reeneta. Jordy menegang.


" Kamu ga mau ?", Jordy sedikit kesal.


" Mau kok, " jawab Reeneta.


" Beneran kan ? Kamu ga boleh batalin lagi habis ini"


" emm.. kupaksa aja gimana?" jawab Jordy.


" Sejak mau pindah kesini aku udah mantepin hati buat ini, aku mau jalanin sama kamu, aku mau kita bareng bareng terus" , kata Reeneta


" Yess.. tapi Reen" ,


" Kenapa? Kamu ragu ?", Tanya Reeneta


" Aku belum pernah serius pacaran, jadi tolong pahami aku kalau akau salah salah yaa.. aku akan berusaha semaksimal mungkin.. tapi tolong mengerti yaa ini pertama kalinya buat aku, tapi Reen, aku janji bakal sayang banget sama kamu"

__ADS_1


" Aku mengerti, aku , bagiku juga ini yang pertama" , kata Reeneta.


" Emmmh.. bolehkah ? ", Jordy ragu untuk melanjutkan perkataannya. Reeneta memandangnya dengan penasaran. Tapi masih menunggu Jordy bicara.


" Reen.. akuu.. mau... " Jordy terbata-bata lagi.


" Jord.. semuanya oke ? ", Reeneta mulai khawatir, Jordy terlihat aneh .


" Aku... Maaf yaa, tapi aku. . "


" Ada apa Jord? " ,


Jordy mulai memeluk Reeneta, tak terlalu erat ia hanya menaruh tangannya di pinggang Reeneta. Reeneta masih berusaha menyamankan diri. Dilihatnya Jordy sedikit khawatir, Jordy mulai dengan erat memeluk Reeneta, mencium bahu leher dan pipi Reenetea , lalu ditariknya dagu Reeneta, Jordy mulai mendekati bibir Reeneta, ia menciumnya. Tanpa Penolakan, Reeneta menyambut ciuman Jordy. Jordy beraksi, Kali ini bibirnya bukan hanya dilekatkan saja , dipagutnya bibir Reeneta dan mulai ******* dengan lembut. Reeneta melingkar kan tangannya ke leher Jordy. Ia mulai menikmati sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sentuhan dan ciuman Jordy yang membuatnya hilang akal.


lama mereka hanyut dalam imajinasinya masing-masing, seakan tak ikhlas melepaskan satu sama lain. Nafas yang memburu memubuat mereka terengah - engah meski sedang tak berlari.


" Aku capek" , Reeneta mundur sedikit, walaupun tangannya masih melingkar di leher Jordy. Ia kini hanya menunduk tak berani menatap wajah kekasihnya itu.


Jordy tersenyum, dipandangnya wajah malu nan cantik sedang menunduk di depannya. Jordy amat bahagia.. pelukannya dilepaskan dr pinggang Reeneta, di elusnya rambut panjang kekasihnya itu.


"kita belum ngapa ngapain kok sudah capek? " jawab Jordy dengan nakalnya.


Reeneta akhirnya memandang Jordy, dilihatnya Jordy masih terengah engah dengan detak jantung belum normal. lalu ia tertawa.


" yakin kau tidak capek, lihat itu jantungmu seperti habis lari puluhan kilo, " kata Reeneta. Jordy hanya meringis menahan malu.

__ADS_1


###


__ADS_2