Dia Canduku..

Dia Canduku..
85.


__ADS_3

***


" Nin.. kamu segera masuk ke ruangan saya yaa..", kata Jordy.


" Baik Pak, " suara wanita di seberang telepon menjawab.


Tak lama seorang wanita masuk ke ruang kerja Jordy. Ia adalah Nana, Sekretaris Jordy.


Tok..tok..tok...


" Ada apa pak ?", tanya Nana yang langsung masuk ke ruangan Jordy.


" Nin, kamu atur jadwalku untuk mengikuti seminar di NewJ yaa.. tanggal tujuh belas nanti", ucap Jordy.


" Mohon maaf pak, tanggal tujuh belas nanti bukankah harus menghadiri pertunangan kakak Qaila ? Anda sudah memasukkan itu dalam jadwal ", ucap Nina.


" Argh.. aku lupa, tapi ku ingin menghadiri seminar itu", kata Jordy.


" Bagaimana jika mengikuti seminar secara daring saja pak?", usul Nina.


" Kamu benar juga, aku akan coba mencari tiketnya. Ahh.. jangan lupa..siapkan hadiah untuk kak Arnold yaa, dia pengacara hebat, bisa menjalin relasi dengannya akan sangat menguntungkan perusahaan kita", ujar Jordy.


" Baik, sesuai perintah Pak Jordy", ucap Nina yang langsung keluar ruangan.


Nina berpapasan dengan Aldy di depan pintu ruangan Jordy.


" Nin, Jordy ada di dalam kan ? ", tanya Aldy.


" Ada pak Aldy, silahkan masuk", jawab Nina.


Aldy segera memasuki ruang kerja Jordy.


" Jord.. ", panggil Aldy.


" Hay Al.. gimana semua lancar, tugasmu untuk menghentikan hacker yang kemaren mencoba meretas data pelanggan kita bagaimana ?", tanya Jordy.


" Sudah beres presdir. Hanya hacker amatiran, sungguh tidak sebanding dengan direktur IT GROW.BAG" , kata Aldy.

__ADS_1


" Kau ini , sangat jumawa yaa" , ucap Jordy.


" Ahh.. tentu saja jika harus adu skill denganmu aku masih dibawah mu satu tingkat lah... hahaha", ujar Aldy


" Willy kenapa akhir-akhir ini tidak kelihatan Al?", tanya Jordy.


" Kamu gak tau yaa? Memangnya Willy tidak izin padamu? ", Aldy balik menanyai Jordy.


" Apa ? " , tanya Jordy sambil mengerutkan dahinya.


" Willy sedang menangani percobaan pembukaan BAG FOOD kan ? Jika uji coba lancar, maka semua sudah bisa berjalan di seluruh negara ini, membeli makanan atau bahan makanan bisa di lakukan antar kota bukan hanya melayani dalam kota saja", kata Aldy.


" Kenapa aku sampai lupa yaa", kata Jordy


" Apa kamu sedang memikirkan sesuatu Jord?", tanya Aldy.


" Invest Bag, aku ingin GROW.BAG bisa membuka cabang investasi saham juga Al " , ucap Jordy.


" Wah.. idemu sungguh bagus Jord, aku siap menyiapkan dan membangun aplikasinya", kata Aldy dengan penuh semangat.


" Seminar apa sampai ke luar negeri segala Jord?", tanya Aldy.


" Investasi dan saham, akan diikuti oleh banyak perusahaan terkenal juga dari dalam dan luar negeri, akan sangat bagus jika kita bisa bekerjasama dengan salah satu perusahaan besar Al", Jordy menjelaskan.


" Ahh.. aku mengerti dalam rangka pengembangan Invest Bag bukan? GROW.BAG pasti akan tumbuh semakin pesat bukan ? " , kata Aldy.


Jordy mengangguk pelan.


" Tapi sudahlah.. nanti pasti ada jalan lain.. kamu harus ikut ke pesta keluarga Qaila pokoknya", ucap Aldy.


" Iya.. Iya .. aku mengerti, aku juga hanya akan mengikuti secara daring " kata Jordy.


Jordy , Aldy dan Willy membangun start up GROW.BAG dengan susah payah dan jerih payah mereka selama tiga tahun ini akhirnya membuahkan banyak prestasi. GROW. BAG (sejenis Grab 🤗) bisa berkembang pesat di era digital seperti ini. Hampir semua masyarakat di negara idan kota Global sudah menggunakan layanan dari perusahan rintisan Jordy ini.


***


Hari pertunangan Arnold dan Bianca.

__ADS_1


" Al.. aku akan datang sedikit terlambat yaa, aku akan mengikuti daring seminar ini sebentar, hanya agar nama perusahaan kita bisa masuk list mereka", kata Jordy yang menelepon Aldy.


" Baiklah.. aku mengerti, jangan lebih dari satu jam , OKE?" jawab Aldy.


" OKE, Aku mengerti", kata Jordy dan segera mematikan teleponnya.


Jordy hadir di seminar internasional Investasi dan Saham, tentu banyak perusahaan besar yang bisa jadi referensi dan bisa membantu nya untuk mengembangkan proyek nya kali ini.


Meskipun hanya sebatas daring tapi fasilitas dan hak yang diberikan oleh panitia seminar sama dengan orang yang hadir


Jordy tentu saja mengikuti seminar ini dengan serius, tiba-tiba pandangan matanya teralihkan saat kamera menyorot pada bangku peserta, ada wajah yang sangat ia kenal yang sangat ia rindukan.


Reeneta.


" Tidak mungkin, apa aku salah lihat", ucap Jordy pada dirinya sendiri.


Ia berusaha mengamati layar laptopnya dengan seksama lagi, sayangnya zoom kamera telah berpindah.


" Gilaa . . apa aku sudah gila? Tapi itu.. tadi benar adalah Reeneta ", Jordy mulai tak fokus pada seminar itu.


Ia sibuk memandang layar, berharap kamera akan kembali menyorot sosok seperti Reeneta itu.


" Aku harus menunggu siaran ini berakhir dan memastikan itu Reeneta atau bukan ", diri Jordy mencoba menenangkan adrenalin jantungnya yang kini berdegup semakin kencang.


" Apa aku hanya terlalu merindukan mu Reen", katanya dalam hati.


Tringg... Tringg...


Suara dering hp nya membuyarkan lamunan Jordy.


" Ada apa Nin? " , tanya Jordy.


" Maaf Pak, Pak Aldy menyuruh saya agar memastikan Anda segera datang ke pesta Pak Arnold, " kata Nina di seberang.


" Ahh sial, aku lupa, aku segera berangkat ", Jordy mematikan hp. nya.


##

__ADS_1


__ADS_2