
" Apa maksud anda? ", Jordy akhirnya membuka suara. Ia nampak memendam amarah dan kekecewaan.
" Yaa, aku sebagai keluarga Reeneta , menolak pernikahan ini. Kalian harus batal menikah", Eliza nampak tak goyah dengan keputusan nya.
Jam hampir menunjukkan pukul 00.00 , sedangkan upacara pernikahan mereka besok pagi. Mungkinkah penantian panjang Jordy dan Reeneta memang harus berakhir , berhenti begitu saja. Padahal tinggal selangkah lagi...
" Oma..", Reeneta mencoba mencari celah.
" Aku akan berusaha membayar waktu kita yang lama telah terlewat, nak.. Ikutlah pergi bersamaku ", Eliza menatap Reeneta.
" Omaa .. Aku janji akan menjadi cucu yang baik, sesuai permintaan oma, apapun itu... Tapi menggagalkan pernikahan ini , bagaimana mungkin oma melakukan itu ? Aku..aku sangat mencintai Jordy", ucap Reeneta.
" Ini bukan cinta sayang, kalian hanya terbiasa satu sama lain", Eliza kekeh mempertahankan opininya.
" Tante.. Bisakah sedikit memikirkan nya lagi. Acara pernikahan ini sudah siap, semua sudah ready dan tinggal beberapa jam lagi. Upacara pernikahan mereka berdua tante, tidak mungkin dibatalkan begitu saja. Tolong kasihanilah kami , kasihanilah mereka...", Anita sedang mencoba mengambil hati Eliza.
" Kau tenang saja, aku akan mengganti semua kerugian yang kalian alami", ucap Eliza.
" Ini bukan masalah materi tante", ucap Anita.
" Lalu apa? Kalian pikir aku tidak tahu, seberapa menderita nya cucuku akibat ulah kalian? Aku tidak akan rela cucuku menjadi bagian dari keluarga kalian ", ucap Eliza.
" Tak akan kubiarkan Reeneta menderita untuk kesekian kalinya ", sambung Eliza.
Semua yang ada di ruangan itu nampak terkejut, lebih karena mereka tidak mengerti apa yang Eliza maksud.
" Apa maksud oma? Jordy adalah kekasihku, dan aku bahagia bersamanya", sahut Reeneta.
" Pertama , Kamu pernah dipukuli orang karena kekasihmu itu. Kedua, mama nya, membuat mu pergi dari kota ini. Kamu bahkan harus sembunyi ke NewJ. Keluarga seperti itu? Aku tak habis pikir ", ucap Eliza.
" Coba kamu ingat -ingat lagi, apa saja yang sudah kamu lakukan yang membuat cucu ku amat sangat menderita ", kini Eliza memandang ke arah Jordy.
Jordy nampak tertekan. Ia tak bisa membela dirinya sendiri karena memang yang diucapkan Eliza semuanya benar. Reeneta berkali - kali harus merasakan kepedihan akibat dekat dengannya.
Bayangan masa lalu tiba-tiba menyeruak dan hadir kembali. Tangisan Reeneta, wajah sedih Reeneta, semuanya kembali ke ingatan Jordy, Ia tak bisa berkata - kata lagi.
__ADS_1
" Omaa.. Oma, sepertinya salah paham", ucap Reeneta.
" Apa yang kamu sebut salah paham . Semua nya aku sudah tahu", Eliza tak bisa lagi membendung amarahnya. Seakan sedari tadi ia memendam semuanya.
" Anita, hanya karena dia orang miskin kau membuat nya terhina. Dia tidak dapat membantu pailit yang dialami perusahaan Jason kan ? Kau ingin membuangnya", ucap Eliza.
" Tante, saat itu aku sangat kacau, dan ketika tau semuanya aku benar-benar menyesal. Aku memang sangat tidak bijaksana dan aku...", Anita kehabisan kata-kata untuk membela dirinya.
" Kalian pikir, sebelum aku datang kesini aku hanya melakukan test untuk membuktikan dia cucuku . Tidak, aku mencari tau semua.. Semua tentang dia. Tentang masa kecil cucuku yang sangat tidak bahagia", suara Eliza bergetar.
Reeneta merasakan kasih sayang luar biasa dari neneknya itu. Oma nya mencari tahu segala hal tentang kehidupannya. Ia tau oma nya amat mencintai nya.
" Mungkin kau memang sangat membantunya Jordy, tapi kau juga menorehkan luka untuknya ", sambung Eliza.
Jordy masih terpaku. Ia tidak berani membela dirinya. Ia tau semua memang kesalahan nya.
" Oma.. Setiap orang akan melakukan minimal satu kesalahan fatal dalam hidupnya. Tapi ia pasti akan merasakan penyesalan yang mendalam juga. Oma paling tau akan hal itu bukan ? " , ucap Reeneta.
Eliza bergeming, Ia mengingat bagaimana menyesalnya dirinya saat Mira dan Anjas harus meninggal dunia dan kehilangan segala kebahagiaan nya juga.
" Dan aku pun begitu oma... Aku menyadari bahwa aku sangat menyesal pergi sembunyi ke New.J dan meninggalkan kekasih ku , menderita kesepian sendiri disini ", sambung Reeneta.
" Oma, tolong bantu aku, aku tak ingin kehilangan kebahagiaan ku lagi, Aku, jika harus kehilangan Jordy untuk yang kedua kalinya... Aku , aku tak tau apa aku bisa.... ", Reeneta tak meneruskan perkataannya.
Jordy mendekati Reeneta dan menggenggam tangan nya.
" Jika bukan dengan cucu anda, aku tak akan bisa hidup. Aku memang banyak melakukan kesalahan, dan aku tak akan membela diriku sendiri. Tapi... Izinkan aku untuk hidup bersama Reeneta ", ucap Jordy.
Jordy melangkah kan kaki nya menuju arah Eliza. Tepat selangkah di depan Eliza, Ia menjatuhkan diri, berlutut di depan orang paling berkuasa itu.
" Aku mohon padamu oma.. Maafkan aku", ucap Jordy.
" Jordy", Reeneta berlari ke arah Jordy. Mencoba mengangkat tubuh kekasihnya itu. Tapi tak bisa, Jordy tak bergeming.
" Aku hanya mengizinkan cucuku dan Qaila untuk !memanggilku oma", Eliza nampaknya masih keras kepala. Ia tak mengindahkan Jordy yang tengah berlutut dihadapannya. Ia membuang muka.
__ADS_1
" Omaa..." , Reeneta berteriak.
" Sudahlah sayang, jangan merajuk lagi, aku tak ingin mendengar rengekan mu", ucap Eliza.
" Maaf oma, izinkan Qaila mengeluarkan pendapat. Oma sudah mencari tahu latar belakang Reeneta, jadi oma juga pasti sudah tahu, Reeneta hanya bisa bahagia saat bersama Jordy. Oma... seperti yang anda tahu, aku membersamai Reeneta sejak remaja, aku tahu dan sangat paham tentang dirinya. Dan sejauh aku mengenalnya, kebahagiaan nya memang hanya Jordy. Ingat saat kakakku membantunya pergi ke New.J , jika aku tau sebelumya , pasti aku akan melarang nya. Karena tak mungkin dia bahagia. Benar saja, disana ia sangat menderita meskipun sangat berhasil daam karirnya. Oma.. Jordy juga bukan orang jahat, Ia....", Qaila menghentikan perkataan nya, Eliza menghentikan Qaila bicara saat ia mencoba berjalan mendekati Eliza.
" Maaf nak , aku mengerti maksudmu, tapi sakit hatiku", Eliza seperti menahan tangisannya.
Qaila tak bisa melanjutkan perkataannya lagi, melihat oma Eliza yang sepertinya terpukul menahan marah dan sakit hati entah mengapa Ia juga merasakan sakit hati
" Oma , aku sangat bahagia memiliki mu, menemukanmu", Reeneta menghamburkan dirinya, memeluk erat neneknya itu.
" Oma... Maafkan Jordy dan semuanya.. Aku bersumpah atas nama ibuku, Mira Artha, Aku sangat mencintai Jordy", ucap Reeneta.
" Oma... Kumohon ..", ucap Jordy.
" Tante... Maafkan aku . Kumohon maafkan aku, semua adalah kesalahan ku", ucap Anita.
Eliza Artha mulai mencair, di tatapnya dalam-dalam cucunya itu. Reeneta memang sangat mirip dengan Mira, tapi ia juga mewarisi ketegasan dan pendirian dari Anjas, ayah nya.
" Oma, hanya bisa dengan cara seperti ini dan sampai disini saja untuk melindungi mu. Jika kamu memang sangat menginginkan hidup dengan Jordy, oma tak bisa menghalanginya lagi", ucap Eliza.
Reeneta tersenyum dan Jordy mulai bangkit , Jordy mencium tangan Eliza.
" Terima kasih oma", ucap Jordy.
" Kamu selalu menjaga cucuku , kini kamu harus lebih berhati-hati dalam menjaganya, jika kulihat kau menyakitinya walau sedikit, Kau tau apa yang bisa kulakukan kan ?", ucap Eliza sambil memandang Willy dan Aldy.
Jordy mengerti.
Eliza bukan irang sembarangan, jika ia sampai melakukan kesalahan, bukan hanya dirinya yang akan kena amarah dari Eliza , melainkan semua orang termasuk kerabat dan sahabat nya.
" Aku pasti akan menjaganya dengan baik", ucap Jordy.
**
__ADS_1