Dia Canduku..

Dia Canduku..
64.


__ADS_3

***


Jordy dan Aldy pamit dari rumah Willy pada tengah hari, hujan masih turun dengan deras. Sewaktu-waktu petir menyambar dan menimbulkan suara gemuruh yang keras. Jordy pergi berdua dengan Aldy untuk mengantarkan Aldy menemui Qaila,


" Kenapa Qaila ingin bertemu denganmu Al?", tanya Jordy.


" Entahlah Jord, mungkin dia kangen sama aku.. hahaha" , ucap Aldy.


" Jangan terlalu berharap deh Al !! Kamu beneran suka sama anak itu enggak sih?", tanya Jordy.


" Entahlah Jord .. tapi akhir-akhir ini cuma Deket sama Qaila doang. . kenapa sih tanya terus ?", Aldy terlihat penasaran.


" Yaa enggak.. si Qaila itu kan sohib banget sama Reeneta , kalo si Qaila sama elu terus patah hati, si Reeneta juga pasti sedih, repot gue nanti", jelas Jordy.


" Hedeww... yang dipikirkan cuma si Reeneta mulu yaa... elu kenapa bucin amat dah sama cewe? Kaya gue dong . . Selow, santai", kritik Aldy.


" Elunya aja yang belom Nemu pasangan yang cocok. Kalau elu udah nemu yang sehati dan sejiwa , gak mungkin enggak bucin", kata Jordy.


" Heran gue, punya dua temen bucin semua, hhhhaa", ejek Aldy.


" Yaahhh.. elu tunggu aja waktunya dan rasain nanti gimana bucin nya elu sama cewek", kata Jordy.


" Ehhh.. itu si Qaila udah nunggu di pinggir jalan Jord, di halte depan itu, tepi..tepi.. " kata Aldy memberikan perintah untuk Jordy.


Jordy meminggirkan mobilnya.


" Qai... ", Aldy turun dari mobil mengambil payung dan menghampiri Qaila, Sedangkan Jordy hanya membuka kaca mobilnya untuk menyapa Qaila.


" Lhooh, kok kamu bareng si Jordy sih?", tanya Qaila.


" Iyaa habis nginep dari rumah Willy semalam", jawab Aldy.


" Yahhh.. tadinya mau ku suruh nganterin pulang kali, aku gak bawa mobil, tm", kata Qaila nampak kesal.


" Ayoklah.. Jordy nganggur ini . .bisa kali nganter kita berdua" , kata Aldy.


" Ehh.. ogah, bukan sopir kalian . Lagian gua mau ke tempat Reeneta", kata Jordy sambil menutup kaca mobil.


" Ehh sialann... Aku lupa, ada yang mau kubicarakan ke elu Jord", Qaila tanpa aba-aba langsung membuka pintu belakang mobil dan Aldy juga segera berlari menyusul nya.

__ADS_1


Kini Aldy dan Qaila duduk di belakang sedangkan Jordy duduk di depan layaknya seorang supir.


" Wooy, kenapa lu juga duduk disono Al? Depan sini.... Menang aku supir kalian? ", ucap Jordy.


" Nanggung ahh Jord , gue disini aja sampai rumah Qaila. Ehh Qai, ada urusan apa sama Jordy?", tanya Aldy .


Jordy pun segera melajukan mobilnya dengan santai.


" Jord.. sebenarnya apa yang terjadi sama Reeneta? Masa pulang pulang nangis sampai bengek gitu?", tanya Qaila serius.


" Apa? Dia nangis?", tanya Jordy sedikit tak percaya, karena malam itu Reeneta memperlihatkan ekspresi yang biasa saja.


" Iyaa .. pokoknya sedih banget, aku aja sampai ga tega liat dia kaya begitu. Emang nyokap lu ngomong apa sih?", tanya Qaila.


" Yaah .. enggak perlu kujelaskan bukannya kamu sudah paham juga?", Kata Jordy datar.


" Yaa iyaa... Tapi emang nya kamu gak mau berjuang gitu", Qaila menyelidik.


" Ya tentu aja berjuang Qai.. ini juga lagi nyari cara nih agar Mama bisa terima Reeneta dan gak bisa ngusik kita berdua lagi", Jordy kini nampak khawatir.


" Elu jangan sampai sakitin dia yaa.. kalau enggak habis luu sama gue", kata Qaila.


" Engga kamu aja yang sayang sama Reeneta kalee , gue juga banget.. bangettt sayangnya ,cintanya apalagi,, kalau sampai terjadi sesuatu sama dia gue yang paling sakit dan menderita. ", kata Jordy.


" Nahhh tuh cowok lu pinter Qai", goda Jordy.


" Cowok gue sape?? Ihh.. si Aldy ini? Lu mau jadi pacar gue? ", tanya Qaila.


Aldy terdiam, mukanya memerah dan hanya memandang kosong ke arah depan. Jordy menyadari jika sahabatnya itu memang menaruh hati pada Qaila.


" Bercanda !!! gue lagi Deket sama Oky tau, luu tau kan Al, yang kemaren gue ceritain itu ....", kata Qaila.


" Ehh luu gimana kelanjutannya sama si Sonia? ", Sambung Qaila karena tidak Aldy tidak menjawab pertanyaan nya.


" Sonia yang mana?", Aldy sepertinya hilang ingatan.


" Ahh gilaa lu, kemaren kata mu lagi deketin Sonia , anak Seni", kata Qaila sambil meninju lengan Aldy.


" Masak sih? Gue ga inget Sonia yang mana? ehh Jord.. jadi lu bohongin si Reeneta karena lagi ada masalah yaa? ", kata Aldy berusaha mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Lhoo..luu berani beraninya bohongin si Reeneta", Qaila memarahi Jordy.


" Iyaa tuh anak bilang ke luar kota sama si Mario padahal dia nginep di rumah Willy sama gue, ternyata..", sambung Aldy.


" Terpaksa Qai.. daripada kita canggung kan, Reeneta butuh waktu juga agar perasaan nya bisa kembali seperti semula ", kata Jordy.


" Emmh.. bener juga sih katamu, kali ini gue ga laporan sama Reeneta deh", ucap Qaila.


Qaila turun di depan rumah bertingkat dua dengan gerbang tinggi berwarna merah.


" Yakin ga perlu payung?", tanya Aldy.


" Enggak usah , ini juga tinggal gerimis aja dikit ya Thank you Al, Jord. Lain kali main yaa", ucap Qaila. Jordy dan Aldy mengangguk dan melambaikan tangan nya.


Jordy melanjutkannya perjalanan nya untuk mengantarkan Aldy pulang kerumah dan Aldy sekarang sudah pindah ke kursi depan.


" Siang siang gini langit masih saja gelap yaa Jord", kata Aldy.


" Namanya juga mendung Al.. hujan gini.... Sama gelapnya dengan hatimu kan?", goda Jordy.


" Apaan sih lu", Aldy masih nampak kesal.


" Kalau luu suka si Qaila, gercep lah... Jangan letoy kaya gini", ucap Jordy.


" Huuft... Anak itu masih suka main-main. Gak liatt luu, dia malah banggain si Oky brenggsek itu.. ", kata Aldy.


" Makanya cepet jadian kalian berdua biar sama-sama tobat , hhha" ucap Jordy.


Aldy meninju lengan Jordy dengan kesal.


" Nyokap luu beneran gak merestui Reeneta Jord?", tanya Aldy.


Jordy mengangguk pelan.


" Ada- ada saja Jord, apa karena Reeneta maaf, miskiinn?", selidik Aldy.


" Yahhh.. itu salah satu yang jadi alesan saja, Mamaku sudah menjodohkan aku dengan Aira Sasongko, makanya berusaha memisahkan aku dan Reeneta", ucap Jordy.


" Apa? Sasongko.. wahh gilaa.. ", kata Aldy.

__ADS_1


Jordy hanya tersenyum seakan sudah mempunyai cara untuk membatalkan semuanya.


***


__ADS_2