
Sadar dirinya sedang menjadi pusat perhatian, Aira lekas berjalan menuju tempat Jordy.
" Hai , Aku Aira.. " , sapa Aira , tapi Qaila langsung membuang muka sedangkan Reeneta hanya diam memandang nya dengan ekspresi datar.
" Jadi ini rupanya kekasih mu Jord? Emhh.. cantik..pantas saja kamu tergila-gila", kata Aira dengan senyuman tanpa arti.
" Reen..kita pergi dari sini.." , Jordy segera menarik tangan Reeneta dan keluar dari Cafe.
" Ehh.. Jord , kamu mau kemana.. heii.." , Aira berusaha mengejar tapi Qaila menahan lengannya.
" Mau kemana lu?" , tanya Qaila memandang Aira.
" Ak.. aku yaa.. " , Aira terbata-bata.
" Sudah duduk sini saja", kata Qaila yang kembali duduk di tempatnya.
Aira mengikuti perintah Qaila dan duduk ditempat Reeneta tadi.
" Kamu siapa ?", tanya Aira.
" Panggil saja Qaila", jawab Qaila singkat. Qaila memandang Aira dengan senyuman janggal.
" Tapi apa benar tadi kekasihnya Jordy?", tanya Aira dan Qaila hanya mengangguk.
" Siapa namanya?" , tanya Aira yang kini mulai bersemangat seolah mendapatkan kabar bagus.
" Sebelum jawab , gue juga perlu tahu, elu siapa?", tanya Qaila.
" Aira.. kan tadi sudah ku katakan vbukan ?", kata Aira jengkel.
" Bukan gitu beegoo, namamu siapa juga aku gak peduli, maksudnya elu ngapain nempel pada si Jordy", jelas Qaila.
" Kami di jodohkan lah... Sebentar lagi kami akan bertunangan.. Memang Jordy gak cerita tentang tunangan nya? ", kata Aira.
" Apaa? tunangan?!!!", tanya Qaila.
__ADS_1
Aira mengangguk.
' Sial, si Reeneta tau enggak soal ini', kata Qaila dalam hati.
" Kenapa Qai?, tanya Aira kembali memandang Qaila.
" Nothing. Sekarang luu tau si Jordy punya kekasih , masih mau luu sama dia? ", tanya Qaila.
" Yaaa kenapa? Harusnya kan kekasihnya yang mundur..", ucap Aira dengan wajah bangga.
" Sudah kuduga, wanita seperti mu memang tak tahu malu", kata Qaila.
" Wanita mana yang ga terpesona melihat Jordy", ujar Aira.
" Hhha.. kamu ga mungkin bisa sih dapetin hatinya si Jordy, saran aja, mundur dan lupain Jordy" , kata Qaila.
" Memang menarik sihh, semakin kalian melarang, kenapa aku jadi semakin penasaran dengan Jordy, hhah", kata Aira.
" Phyco", ucap Qaila dan langsung berdiri untuk meninggalkan cafe itu.
" Ehh tunggu Qai.. siapa nama kekasihnya si Jordy?!!!" , Qaila berteriak, sayangnya Qaila tak menggubris nya dan tetap berlalu pergi.
##
Jordy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Reeneta membisu, banyak tanya melayang di kepala nya. Tapi ia enggan untuk mengucapkan sepatah katapun pada Jordy. Rasanya seluruh tubuhnya panas, menahan amarah yang tertahan. Tak bisa dipungkiri ia merasa cemburu. Tak pernah selama ini Jordy melakukan hal bodoh macam ini.
Mobil tiba di parkiran apartemen dengan cepat, Jordy mematikan mesin mobilnya. Reeneta hendak turun tapi segera dicegah oleh Jordy.
" Siapa laki-laki tadi? ", tanya Jordy.
" Aku juga gak kenal", ujar Reeneta.
" Lalu kenapa bisa dia ada disana? ", Jordy nampak marah mengingat lelaki asing tadi hendak menyentuh Reeneta.
" Kamu sudah tahu dengan jelas bukan ? ", ucap Reeneta yang kini sedang menahan marah, Ia langsung keluar mobil tanpa izin dari Jordy.
__ADS_1
" Reen... ", Jordy mengejar Reeneta.
" Harusnya kamu jangan memberi kesempatan laki-laki asing untuk mendekati kamu", kata Jordy dengan tegas.
" Setidaknya aku tidak duduk berdua dengan orang asing", ucap Reeneta saat berhenti melangkah dan menatap Jordy. Jordy merasa tersindir.
" Pokoknya kamu sekarang gak usah nongkrong nongkrong lagi sama Qaila jika hanya berdua saja," kata Jordy.
" Iyaaa . Biar gak ketemu kamu pas lagi jalan sama cewek lain kan ?", Reeneta segera berjalan lagi. Jordy hanya mengikuti nya dari belakang, Ia tahu kekasihnya juga sedang merasakan cemburu sama seperti nya.
" Kamu dengerin penjelasan ku dulu dong", Jordy duduk di sofa depan Televisi seperti biasanya. Reeneta menatapnya tanpa bicara.
" Dia bukan siapa-siapa Reen... ", ucap Jordy.
" Ohh yaa? Apa dia calon tunangan mu?", kata Reeneta.
" Kamuu....? ", Jordy menatap Reeneta kaget , berpikir bagaimana Reeneta bisa mengetahui tentang pertunangan nya.
" Kaget , kenapa aku bisa tahu?", tanya Reeneta.
" Gak mungkin dari... ", Jordy ingin menebaknya, tapi Reeneta segera menyahut.
" Iyaa... dari Mamamu.. ", ucap Reeneta.
" Kapan kalian bertemu", tanya Jordy.
Tapi Reeneta tidak menjawab nya. Ia segera duduk di samping Jordy dan memeluk kekasihnya itu, ditenggelamkan kepalanya pada dada Jordy.
" Biarkan.. sebentar saja, aku harus mendinginkan kepalaku, rasanya benar-benar.... ", Reeneta berhenti bicara. Jordy mengerti.
" Aku datang menemui Ayahnya di kantor nya . . aku hanya ingin membatalkan pertunangan itu Reen", kata Jordy.
" Aira memaksa untuk pergi berdua, Maaf aku tak kuasa menolaknya, Aku ingin menghargai paman Sasongko juga ", lanjut Jordy.
" Aku mengerti... " , kata Reeneta.
__ADS_1
" Kamu jangan marah yaa... ", kata Jordy lagi.
Reeneta mengangguk.