Dia Canduku..

Dia Canduku..
11.


__ADS_3

Hari terus berganti, sudah semakin dekat hari masuk kuliah, mulai besok pagi mereka harus menjalani OSPEK selama seminggu. Jordy dan Reeneta juga masih sama sering chat atau telpon, Jordy sering mampir ke kos Reeneta hanya sekedar membawakan makanan atau Snack. Mereka semakin dekat, iyaa Jordy dan Reeneta semakin akrab dan saling terbuka. Tidak seperti waktu lalu yang masing masing masih saling ragu, kini mereka lebih leluasa menyampaikan ekspresi tanpa ragu.


Sebenarnya, Reeneta masih sama sikapnya pada orang lain, dingin dan tertutup. Itulah yang dirasakan teman teman Jordy saat ngumpul. Tapi entah kenapa dengan Jordy ia sangat leluasa, seakan mereka adalah diri mereka sendiri. Begitupun dengan Jordy , Qaila juga menyebut Jordy masih sama, sangat cool dan tidak bersahabat.


" Bawa makanan lagi ? " , Tanya Reeneta saat membukakan Pintu untuk Jordy . diiringi senyum Jordy melangkah masuk kerumah.


" Iyaa , donut , mungkin kamu suka, "


" Suka lah, apalagi gratis ini, Dulu kalau di toko roti dan donut masih jg aku bawa pulang,"


" Makan lah, "


" Harusnya ga perlu repot repot bawa makanan klo kesini, sekarang aku jadi males banget masak tau gak, udah ngandalin bawaanmu aja, "


" Aku kan Uda bilang, mau ngurusin kamu, jadi memang kamu ga boleh ngapa- ngapain. Aku yang hidupin kamu "


" Nikahin aja lah sekalyan, " Kata Reeneta yang langsung diam. Jordy tersenyum.


" Mau nih? Sekarang ?"


" Gak lah, " jawab Reeneta cepat cepat.

__ADS_1


" Kenapa? Aku mau loh ?" , Jordy menggoda Reeneta. Reeneta ga menggubris, ia membuka dus donatnya dan mengambil donut dengan toping vanilla dan menyodorkan ke mulut Jordy yang duduk didepannya. Jordy maju mendekat menggigit donat tersebut.


' ahh gila Deket banget , ingin ku peluk ohh Tuhan, pikiran apa ini ? ' kata Reeneta dalam hati,


" Reen, boleh ngomong sesuatu" Jordy menatap Reeneta


" Apa ?? "


" Tapi kamu jangan mikir aneh aneh yaa, jangan marah"


" Apa duluu ?" Kata Reeneta yang sedikit mulai serius.


" Reen, aku ingin kamu pindah, ke apartemen aku yang kosong. Gimana menurutmu ?" , Kata Jordy sambil mengunyah donutnya.


" Apartemen itu aku beli saat masih SMA, waktu itu aku ingin punya ruang privacy selain dirumah. Kamu tau kan aku juga sendirian kalau dirumah. " Kata Jordy.


Orang tua Jordy memang tinggal di luar negeri mengurus bisnis mereka. Selama ini Jordy selalu sendirian dirumah. Makanya dia lebih suka pergi keluar bersama teman temannya daripada kesepian dirumah.


" Gada yang tau aku beli apartemen itu, bahkan teman.temanku juga Gatau, aku cuma kesana sesekali aja saat sedang ingin menyendiri ," Reeneta diam sejenak.


" Apa ga terlalu berlebihan ? Kamu sampai harus kasi apartemen segala,"

__ADS_1


" Kan gada yang tau itu punyaku Reen,, besok kan Uda mulai Ospek aku mau kamu deket sama kampus aja, misal pun mau jalan kaki bisa ,"


" Seberapa Deket ?"


"Entah, kurang dari 1 kilometer lahh.."


" Jujur deh sama aku, " Reeneta menatap tajam, Jordy balik melihatnya dengan serius, " Sebenarnya, kenapa kamu ingin ku aku pindah, selain alasan konyol di itu ?" , Reeneta menatap Jordy semakin Tajam. Ia sadar yang dilakukan Jordy agak berbeda.


" Disana ada kursi sofa, aku ingin kamu duduk disampingku bersandar padaku" , jawab Jordy mantap. Reeneta sedikit terkejut tapi tak bisa menahan senyum.


" Kamu boleh anggap aku gila, tapi disini aku sungkan banget buat sentuh kamu. " Lanjut Jordy.


' gilaa sihh.. pikiran kita hampir sama , setiap ada kamu.. akuu ingin banget sentuh kamu' bisik Reeneta dalam hati.


***


Dalam pikiran Jordy,


Saat Reeneta mendekat menyodorkan Donut untuknya,


' ini terlalu dekat Reen'

__ADS_1


' Aku sungguh masih normal, aku ingin banget bisa sentuh kamu , bisa peluk kamu'


' ahh.. pikiran bodoh macam apa ini' jerit Jordy dalam hati .


__ADS_2