Dia Canduku..

Dia Canduku..
56.


__ADS_3

***


Saat ini Jordy berada di bandara , sudah lebih dari tiga puluh menit ia menunggu kedatangan Mama nya yang akan pulang hari ini. Ia sangat bergembira karena sudah hampir Tujuh tahun Ia tak pernah menemui Mamanya. Mereka hanya berkomunikasi via chat atau video calling.


" Ma... ", Jordy berteriak ketika melihat mamanya.


Seorang wanita paruh baya di kejauhan melambaikan tangan dan tersenyum. Ia sangat cantik dan modis dengan blazer warna hijau tua dan kaca meta hitam yang terlihat mahal. Mama Anita berambut hitam pendek berpotongan bob dengan tinggi semampai sangat terlihat elegan dan berkelas.


" Hallo sayang, Mama sangat merindukan mu", Mamanya memeluk Jordy dengan penuh kasih.


" Senang bisa melihat Mama pulang", kata Andri.


" Kamu sudah menunggu lama nak? ", tanya Mamanya terlihat khawatir.


" Iyaa Ma , Tapi aku sudah menebak pasti delay kan ? It's okey..", kata Jordy.


" Iyaa .. dari sana hujan cukup lebat jadi keberangkatan ditunda sebentar ", jelas Mama Jordy.


Jordy menarik koper Mama Anita untuk dibawakan.


" Gimana kabar Papa Ma?", tanya Jordy.


" Baik Jord.. sayangnya banyak sekali yang harus di urus dan tidak bisa diwakilkan jadi ga bisa ikut pulang", kata Mamanya.


" Gpp Ma, aku ngerti", kata Jordy.


" Come on sayang, harusnya kamu sering sering main ke luar negeri , ke tempat Mama dan Papa untuk mengunjungi kami kan? Tapi . . Kamu sama sekali gak pernah mengunjungi kami", kata Mama Anita sambil berjalan beriringan dengan Jordy.


" Sorry Ma, aku sibuk kuliah dan mengerjakan tugas", kata Jordy sambil nyengir.


" Apa kamu berusaha menipu Mama ? I Know .. kamu punya kekasih kan? Makanya melupakan Mama dan Papa seperti ini", ucap Mama Anita.

__ADS_1


" Itu juga salah satu alasannya sih Ma.. hhha", jawab Jordy


" Ohh my God . My son... Kamu tumbuh terlalu cepat, kini kamu sudah sangat dewasa yaa untuk mempunyai seorang kekasih ", kata Mama Anita.


Sejak memasuki Sekolah Menengah Atas Jordy memang telah ditinggalkan seorang diri, jadi sudah terbiasa untuk mandiri.


" Siapa gadis yang telah berhasil mencuri hati Anakku tersayang ini, coba ceritakan ke Mama", sambung Mama Anita.


" Namanya Reeneta.. ", kata Jordy.


" Emm... kedengarannya cantik", kata Mamanya.


" Tunggu Mama ketemu orangnya, dia memang cantik sekali", kata Jordy Antusias.


" It's oke.. Mama jadi penasaran seperti apa Reeneta ini.. membuat anak Mama bisa berubah sedrastis ini', Ucap Mamanya lagi.


" Gimana kalau nanti malam kita makan diluar ? Aku akan ajak Reeneta juga Ma, " ucap Jordy.


***


" Hallo Sayang, nanti malam aku jemput yaa", kata Jordy yang berbicara di seberang telepon.


" Mau kemana ? Ada acara apa? ", tanya Reeneta setelah mengangkat telepon dari Jordy.


" Kamu lupa yaa.. hari ini Mama pulang dan Mama mau ajak kamu makan diluar karena ingin kenal sama kamu lhoo" , jawab Jordy.


" Apa? " , Kata Reeneta yang tampak kaget


" Iyaa.. Mama sangat ingin ketemu sama kamu", kata Jordy meyakinkan.


" Kamu yakin Mama mu benar-benar ingin bertemu denganku?", Reeneta nampak sangat kaget dan khawatir tanpa sebab.

__ADS_1


" Serius 1000 % sayang , dandan yang cantik yaa.. aku jemput nanti jam tujuh malam", kata Jordy sambil mematikan telepon.


--


" Ada apa?" tanya Qaila yang sedari tadi memperhatikan Reeneta.


" Mamanya Jordy pulang hari ini dan nanti malam ingin bertemu denganku", kata Reeneta gusar.


" Harusnya kamu senang dong.. Calon mertua memberikan undangan pertemuan yang pertama", Qaila nampak sangat antusias.


" Entahlah Qai, kenapa rasanya aku jadi khawatir yaa.. ", kata Reeneta.


" Kenapa?", tanya Qaila penasaran.


" Aku takut ekspektasi Mama nya Jordy terhadapku terlalu tinggi dan ketika mengetahui aku yang sebenarnya Mamanya akan sangat kecewa", kata Reeneta sedih.


" Kamu jangan mundur sebelum bertanding lah Reen... positif thinking aja.. kali aja Mamanya Jordy sebaik Jordy yang gak memandang orang dari status atau latar belakangnya", kata Qaila.


" Semoga saja Qai", kata Reeneta.


" Apa yang sebenarnya sedang kamu pikirkan Reen?", tanya Qaila.


" Takutnya mengetahui aku yang tak punya apa-apa ini Qai, Mama nya Jordy....", Reeneta tidak melanjutkan kata-katanya.


" Cukupp... Kamu itu berharga Reen.. Jangan sampai kamu merasa rendah seperti itu", ucap Qaila , Reeneta masih terdiam.


" Aku bantu dandan dehhh.. agar nanti malam kamu terlihat sangat mempesona yaaa", kata Qaila bersemangat.


Reeneta mengangguk.


###

__ADS_1


__ADS_2