Dia Canduku..

Dia Canduku..
25.


__ADS_3

Terlihat Jordy turun dari mobilnya dan langsung berlari menuju lantai apartemen miliknya. Diputarnya dengan cepat deretan angka password di pintu .


Dilihatnya wanita pujaan nya masih terlelap tidur, entah efek obat yang diberikan Qaila tadi atau kelelahan.


Jordy merasa kakinya lemas, tak kuasa ia melihat Reeneta sakit sendirian sepanjang malam, sedang ia malah asyik menyalahkan diri sendiri semalam suntuk bersama Willy.


Ia mendekati Reeneta, disentuhnya pipi wanita itu , masih hangat. Melihat Reeneta yang berkeringat Jordy akhirnya mengganti air bekas kompresan yang dilakukan Qaila, ia mengkompres Reeneta dan membersihkan semua keringat yang ada.


Reeneta menggeliat, tak lama ia membuka matanya, Jordy yang masih membasuh badan Reeneta tak menyadari kalau Reeneta sudah bangun.


" Jord, " kata Reeneta pelan.


" Kamu sudah bangun sayang? ", Jordy mendekati wajah Reeneta. Reeneta mengangguk. Jordy yang sedari tadi diliputi perasaan bersalah mulai berkaca-kaca.


"Jord, kamu kenapa?" ,

__ADS_1


" Maafkan aku, aku buat kamu kayak gini, kamu sakit pasti gara-gara aku kan ? " , Reeneta berusaha bangkit dari tidurnya, dan memeluk tubuh Jordy.


" Ngomong apa sih, aku sakit ya karena kena virus , mana ada karna kamu" , kata Reeneta.


" Maafin aku kemaren yaa.. aku bingung aku takut harus ngomong apa sama kamu, makanya aku menghindar dari kamu sayang, tapi malah kamu jadi gini", Jordy membalas pelukan lemah Reeneta dengan kuat.


" Aku kangen kamu Jord" , kata Reeneta. Segala pertanyaan dan kegelisahan yang ia alami dari kemaren tiba-tiba lenyap terganti dengan kenyamanan melihat Jordy. Dan Dapat memeluknya seperti ini membuatnya sangat nyaman dan melupakan semuanya.


" Aku juga sangat kangennn", Jordy mempererat pelukannya , beberapa kali mencium rambut Reeneta dengan sayang.


" Aku belum mandi, baukah? " , Reeneta mengendorkan pelukannya , berusaha melepaskan tangan Jordy.


" Dari kemaren sampai siang tadi aku masih risau dan gelisah, takut kamu beneran marah Jord, tapi sekarang aku gak peduli dengan apapun lagi, mau janji sesuatu gak ? " , Kata Reeneta. Ia berusaha menimbang sesuatu.


" Apa ? ", Tanya Jordy

__ADS_1


" Meskipun lagi marahan atau lagi benci sama aku, bisa gak kamu tetep kesini ? Tetep temani aku, aku sudah terbiasa liat kamu, udah terbiasa ada kamu. jika Kamu ga ada , aku beneran kangen...", Reeneta berhenti berkata. Jordy mempererat pelukannya. Ada senyum kecil di sudut bibirnya.


" Jord, beneran janji kan ?", Tanya Reeneta melanjutkan perkataannya.


" Aku janji sayang.. maafkan aku yaa" , kata Jordy


" Tapi apa kamu ga penasaran sama cerita kemaren ? Kamu ga ingin tau ", lanjut Jordy.


" Enggak, apapun yang kamu lakukan, aku ga akan ikut campur, ga akan cari tau, cukup kamu selalu ada disini buat aku" , kata Reeneta.


" Iya mulai sekarang, cukup percaya sama aku yaa" , Jordy menimbang , ia merasa lega Reeneta tak ingin tahu tentang kehidupannya tapi ia juga takut suatu saat Reeneta tahu yang sebenarnya. Tapi kini ia hanya ingin Reeneta selalu disisinya


" Aku janji ga akan pernah tinggalin kamu, kamu adalah canduku" lanjut Jordy. Reeneta tersenyum tenang.


" kamu canduku ", ucap Reeneta lirih.

__ADS_1


Jordy mengangkat dagu Reeneta dan mencium bibirnya dengan manis, ada perasaan merinding pada tubuh keduanya. Meski ini bukan yang pertama bagi mereka, tapi rasanya tetap saja sama. Seperti saat ciuman yang pertama.


###


__ADS_2