
***
" Bos besar ngapain nyuruh kamu ke ruangannya Reen", tanya asisten Reeneta.
" Mau nyuruh aku kembali ke Global ", ucap Reeneta singkat.
" Jadi rencana Bos buat cabang baru di Global akan terlaksana yaa ?", asisten Reeneta nampak sangat penasaran.
" Memang kabar ini sudah lama beredar yaa, bagaimana kamu bisa tahu ?", Reeneta kini memandang asisten nya itu.
" Iyaalah Reen .. setelah kamu menyelesaikan proyek kemarin, Bos Bianca sudah pernah bilang ke asisten nya jika manager Reeneta yang akan disuruh mengurusi Perusahaan disana. Aku tau ini dari asistennya Bos Bianca sih.. " , kata gadis yang sedang berdiri di samping Reeneta saat ini.
" Jadi memang sudah lama direncanakan oleh mereka", kata Reeneta sambil tersenyum simpul.
" Emm.. bukannya kamu harusnya senang bisa kembali ke kota asal yaa Reen?" , tanya asisten nya lagi.
" Entahlah Rin.. aku takut dan aku merasa jika kembali ke Global hanya akan membuat ku terpaku pada masa lalu", kata Reeneta seraya menyenderkan bahunya di kursi.
" Reen.. itu tandanya kamu ga bisa mengikhlaskan sesuatu, masih ada dendam di hatimu" , kata Ririn yang merupakan asisten Reeneta sekaligus teman selama bekerja di perusahaan Bianca.
" Tentu saja aku dendam dengan keadaan Rin, takdir membuatku gila seperti ini ", ucap Reeneta.
" Kamu harusnya bahagia, kamu bisa membuktikan pada dunia jika kamu sangat kompeten , kamu bisa menjadi apa yang tidak akan pernah kamu sangka sebelumnya bukan? Apa kamu pernah berpikir jika kamu tetap di Global kamu bisa mencapai posisi yang sekarang? ",
" Reen ... Kamu itu bisa sukses seperti sekarang ini juga bisa disebut sebagai hikmah atas kepergian mu dari kota Global kan ", kata Ririn.
" Kamu benar, tapi meninggalkan orang-orang sebaik mereka, membuatku merasa bersalah sampai sekarang", ucap Reeneta.
" Benar kata pepatah lama Reen.. Wanita pasti sukses dan berhasil melampaui apapun jika tidak memikirkan lelaki", kata Ririn
" Ish.. dapat pepatah dari mana kamu? " , timpal Reeneta.
" Meskipun kelihatannya aku santai begini, tapi jiwa pujangga ku ada di setiap nadiku Lho Reen", ujar Ririn .
__ADS_1
" Pujangga mana ada yang Jomblo sih , hhaaa" , ucap Reeneta berusaha menggoda Ririn.
" Bayangkan jika kamu masih tetap bersama kekasih mu itu, mana ada perusahaan di NewJ yang mengenal nama Reeneta, mungkin karir juga kamu gak akan punya" , ledek Ririn.
" Ahh.. sudahlah , memikirkan masa lalu semakin membuat dadaku semakin sesak ", ujar Reeneta.
Reeneta menyadari, jika memang dirinya belum bisa menerima keadaan ini sepenuhnya, meski disini dirinya merasa sangat tercukupi dan bahagia dengan pekerjaannya, tapi memilih menjauh dari kekasih hatinya juga membuat dirinya selalu menyalahkan takdir.
" Yaa , sudah, terserah kamu saja.. oiyaa aku kesini sebenarnya mau minta tanda tangan", kata Ririn sambil menyodorkan map berwarna putih.
" Ini laporan yang kemarin sudah di revisi semua kan? ", tanya Reeneta.
" Sudah boss.. " , ucap Ririn.
Ririn merupakan orang yang seumuran dengan Reeneta, masuk ke perusahaan ini persis setelah menyelesaikan S1 nya, karena seumuran dan menjadi tim yang sama mereka jadi cepat akrab dan selalu menjadi tim yang solid, hingga Reeneta naik jabatan menjadi Manager dan meminta Ririn sebagai asisten sekaligus wakilnya.
" Oiya Reen.. pesta pertunangan bos Bianca Minggu depan bukan? Apa kamu ikut ke Global? " , tanya Ririn lagi.
" Kamu kan sudah seperti adiknya sendiri, kamu yakin ? jika kamu mau aku bisa menghandle semua pekerjaan mu Reen.. " , ucap Ririn mencoba membujuk Reeneta.
" Enggak deh, besok pesta pernikahan nya saja aku datang " , kata Reeneta yang langsung memejamkan matanya.
" Oke deh, aku balik ke ruangan ku dulu yaa.." , kata Ririn yang hanya diberi anggukan oleh Reeneta.
' Jordy , Aldy dan Willy sudah berhasil membentuk start up mereka, aku dengar itu juga sudah menjadi decacorn, mereka memang hebat, andai aku ada disana untuk ikut membantu mereka'
' Qaila juga sudah menjadi seorang jaksa yang terkenal , dia juga benar-benar hebat'
' Ahh.. aku sebenarnya sangat ingin melihat anaknya Cici dan Willy , pasti sangat lucu kan. Berapa umur nya sekarang, apa sudah ada dua tahun yaa... '
Pikiran Reeneta melayang. Sebenarnya dia sangat Rindu.
##
__ADS_1
Bianca yang sudah lama memendam rasa untuk Arnold akhirnya berhasil mendapatkan hati Arnold setelah hubungan keduanya semakin intens karena saling berkabar soal Reeneta. Sekarang Bianca dan Arnold akan melakukan pesta pertunangan mereka di kota Global, Mama dan Papa dari Bianca juga sudah selama setahun terakhir menetap di kota Global.
Hari ini ia terbang ke kota Global .
" Haii kak Bianca", sapa Qaila.
" Qaila kaan?", kata Bianca yang menyambut pelukan dari Qaila.
" Aku sengaja ingin menjemput calon kakak Ipar ku" , kata Qaila yang tersenyum manis.
" Kamu sudah dewasa sekarang Qai.. kapan yaa terakhir kita ketemu? Saat aku kuliah mungkin yaa.. hhha, sudah lama sekali" , kata Bianca.
" Aku ingat kamu dan kak Arnold pernah jalan berdua, kupikir kalian sudah pacaran dari kuliah kak.. ternyata waktu itu belum yaa" , ucap Qaila.
" Iyaa . . baru tiga tahun ini kami semakin dekat dan kami memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius Qai, tentu saja ini berkat Reen .." , Bianca menghentikan perkataannya. Ia lupa jika harus menyembunyikan keberadaan Reeneta dari Qaila.
" Reen apa kak?", Qaila nampak penasaran.
" Ahh.. ada teman kami yang bernama Reni dan dia lah yang mencomblangkan kami ", Bianca mencoba mencari alasan.
" Ooh . Syukurlah kalau begitu kak, kasian Kakakku , tidak ada wanita yang mau dengannya.. haha.. umurnya sudah tua", ucap Qaila.
" Kamu pikir umurku berapa? juga sama tuanya dengan kakakmu itu", kata Bianca.
Qaila tersenyum malu.
" Jaksa hebat ini tidak sibuk yaa ? Bisa menjemput ku di bandara seperti ini membuatku sangat tersanjung lho Qai", ucap Bianca
" Aku sengaja mengosongkan semua jadwalku hanya untuk menjemput mu kak", ucap Qaila.
Bianca tersenyum dan mengikuti Qaila untuk segera menuju kediaman orangtua Bianca.
##
__ADS_1