
Qaila sedang menunggu Reeneta di ruang rawat rumah sakit. Melihat Reeneta terbaring tak berdaya di rumah sakit seperti ini membuat Qaila tidak tega.
" Gimana keadaan Reeneta Qai?" tanya Cici yang baru datang dan nampak khawatir.
" Kata dokter semuanya baik, tapi sedikit gegar otak akibat pukulan benda tumpul, tapi tidak berbahaya", kata Qaila.
" Aku sudah mendengar cerita dari Willy dan Aldy, maaf kan aku tidak bisa ikut membantu kalian Qai, aku sibuk mempersiapkan pertunangan ku dengan Willy ", kata Cici.
" It's Okey Ci," Qaila memeluk Cici.
Reeneta terlihat masih tidur di atas ranjang.
" Aku tidak menyangka hal seperti ini terulang lagi Qai," kata Cici.
" Kamu benar, ini seperti de Javu bukan? Melihat Reeneta terbaring lagi di ruang sakit akibat Jordy, " ucap Qaila.
Cici memandang Qaila seakan tak percaya Qaila bisa mengatakan itu, menyalahkan Jordy.
" Sorry.. tapi memang Jordy lah yang harusnya bertanggung jawab akan hal ini," sambung Qaila.
" Aku mengerti kamu khawatir Qai.. tapi Jordy amat mencintai Reeneta.. Jordy juga pasti gak ingin hal buruk seperti ini terjadi lagi pada Reeneta," ucap Cici menenangkan Qaila.
Di luar ruangan Willy dan Aldy menunggu kedatangan Jordy.
" Kenapa ia lama sekali? " tanya Aldy pada Willy.
" Entahlah.. seperti nya Ia sedang berada di luar kota, " ucap Willy.
" Hah ... kenapa?" Aldy penasaran.
" Dia bilang ingin mencari orang yang bisa membantunya Al..tapi aku juga gak tau tentang apa", Willy menjelaskan.
Satu jam berlalu.
__ADS_1
Jordy terlihat berlari menghampiri Willy dan Aldy.
" Kenapa Reeneta bisa sampai di pukuli orang ?" tanya Jordy.
Aldy lalu menceritakan semua yang ia dengar dari Qaila. Willy menyerahkan hp Reeneta pada Jordy.
" Ini isi chat berisi ancaman dari orang itu ke Reeneta Jord," kata Willy.
Jordy membaca semua chat bernada ancaman untuk Reeneta di hp tersebut.
" Breengsek!! " Jordy mengumpat ada dirinya sendiri, ia marah karena tidak bisa menjaga Reeneta.
" Sepertinya mereka berniat hanya untuk memperingat kan Reeneta saja Jord, agar menjauh dari mu", kata Willy.
" Atau malah sebaliknya, ini peringatan untuk kamu agar menjauhi Reeneta, " kata Aldy.
" Mama ku.. Mama yang melakukan semua ini," kata Jordy.
Willy dan Aldy nampak tidak kaget, mereka sudah mengira jika Mama Jordy lah yang melakukan semua ini.
" Jord, apa kamu tidak penasaran, kenapa Reeneta tidak memberitahukan ini semua pada mu?" tanya Willy.
" Maksudmu? " ujar Jordy yang nampak heran.
" Aku hanya heran, hal sepenting ini, tapi Reeneta tidak memberitahukan padamu.. Apa jangan-jangan Mama ku merencanakan sesuatu? " ucap Willy.
" Ahh.. aku mengerti Jord, Reeneta mungkin juga sudah tahu kalau. ini ulah Mama mu bukan? Makanya dia tidak bilang padamu, " kata Aldy.
" Aku lebih menebak, ada kesepakatan di antara Mama mu dan Reeneta Jord. Tapi entahlah.... Aku hanya berharap tidak terjadi hal yang lebih buruk dari ini, " ucap Willy.
Jordy merenung, seakan berpikir dengan keras apa yang sebenarnya telah terjadi pada kekasihnya itu.
##
__ADS_1
Jordy memasuki ruang perawatan Reeneta setelah menyuruh Qaila dan Cici untuk pulang, karena malam ini ia ingin menjaga Reeneta sendirian.
Jordy menatap Reeneta yang masih tertidur. Ia tidak pernah membayangkan Reeneta akan mengalami hal ini lagi. Ini sangat menyakiti nya.
Dulu setelah hal seperti ini terjadi akibat ulah Silvy , Jordy berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan selamanya melindungi Reeneta, tapi ternyata Ia tidak bisa menjaga Reeneta dengan baik.
" Maafkan aku yaa sayang, aku harus mengingkari janjiku padamu, "
" Sepertinya aku harus berpura-pura melakukan pertunangan itu"
" Aku tak ingin melihat mu terluka lagi,"
" Aku takut kamu tersakiti lebih dalam lagi Reen",
Lalu Jordy teringat pada Janjinya, jika apapun yang terjadi ia tidak akan pernah meninggalkan Reeneta. Kini hatinya bergejolak hebat, Ia tidak ingin mengingkari janjinya pada Reeneta tapi juga tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada Reeneta lagi.
Mamanya sudah memperingatkan bisa melakukan apa saja pada Reeneta.
" Aku berjanji akan segera kembali.. tolong tunggu aku kembali padamu,"
" Aku sangat mencintaimu Reen... " ucap Jordy dengan menitikan air mata.
Reeneta masih tertidur dengan pulas, wajah cantiknya yang teduh kini terlihat kuyu.
Jordy kembali menyesali kenapa dirinya hanya bisa memberikan penderitaan pada gadis yang amat dicintainya itu.
Jordy mencium kening Reeneta.
Jordy sudah membulatkan tekatnya, untuk sementara akan menerima usul mamanya , bertunangan dengan Aira. Hanya agar Mamanya berhenti mencelakai Reeneta lagi.
Tanpa tahu hal yang akan di lakukannya akan menjadi penyesalan seumur hidupnya. Untuk terakhir kalinya Jordy kembali mencium kening Reeneta dan segera pergi dari sana.
" Maafkan aku Reen" , ucap Jordy.
__ADS_1
##