Dia Canduku..

Dia Canduku..
109.


__ADS_3

" Jangan mengelak, kau begitu bahagia saat melihatnya.." , ucap Jordy.


" Aku..aku ..hanya tertawa karena lucu, wajahmu, bukan..bukan..", lagi -lagi Reeneta terbata-bata.


Jordy tersenyum nakal.


" Kau jangan macam-macam Jord", kata Reeneta saat Jordy semakin mendekatkan tubuhnya.


" Memangnya kenapa?", tanya Jordy.


Reeneta terdiam, dia merasakan degup jantungnya berirama tak beraturan.


" Ayo lakukan!!" , ucap Jordy , matanya berkedip nakal pada Reeneta.


" Jord, kalau kau macam- macam...Jika kau berani, aku akan...Jord, aku belum siap , tungg...tunggu,aku tidak mau melakukan itu, aku, aku, datang kemari kan, aku baru datang, aku bukannya minta kau melakukan hal seperti ini. Ini.., aku belum mau melakukannya, aku takut..", ucap Reeneta mulai khawatir.


" Jangan takut sayang, aku akan sangat lembut", ucap Jordy.


" Tidak, tidak, ini gak baik Jord", sanggah Reeneta.


" Tentu saja ini sangat baik, aku sudah lama menunggu mu, kau malah marah -marah gak jelas padaku, bukankan ini akan jadi bayaran yang sepadan", kata Jordy menggoda.


Reeneta diam saja,


" Kau juga sudah melihatnya, mari kita lakukan saja",ucap Jordy sambil mencoba membuka kaosnya.


" Oke.Oke aku minta maaf karena marah pada mu. Mengacuhkan mu selama ini, aku minta maaf", pinta Reeneta.


" Akan ku maafkan setelah kita lakukan ini yaa, ayolah Reen..yang di sana sudah tidak sabar" , kata Jordy lagi.


" Tiii..dak, tunggu duluu, kita harus menikah dulu", Reeneta memejamkan matanya


Jordy mencium kening Reeneta dengan lembut , lalu melepaskan pelukan pada pinggang Reeneta.


" Hahhhhaa", Jordy tak kuasa menahan tawa.


Reeneta terdiam, otaknya berpikir dengan cepat.


' Sial, dia hanya mengerjai ku, ternyata , batin Reeneta.


" Oke.Kita akan menikah", ucap Jordy.


Otak Reeneta masih berputar mencerna keadaan ini dan ia masih diam saja.


" Kita menikah secepatnya, bulan depan Okee.. " , kata Jordy.


" Kata siapa akau mau?", sanggah Reeneta.


" Ayolah Reen, kau tadi yang minta", ucap Jordy.


" Sial, itu juga karena kau menjebak ku kan", kata Reeneta marah.


" Aku? kapan? Apa kau lupa ingatan? Kau yang mengajakku menikah", kata Jordy sambil terkekeh menahan tawa

__ADS_1


" Tapi itu karena... ahh, bercandanya jangan kelewatan", kata Reeneta hampir menangis.


" Maaf sayang..", ucap Jordy mengelus rambut Reeneta dan membenamkan kepala gadis itu di dadanya.


" Tapi, menikah denganmu , memang impianku ", sambung Jordy.


Reeneta terlihat nyaman dan tak bergerak dari pelukan Jordy.


" Memangnya kau takut beneran? Dari awal kita pacaran Aku kan sudah pernah berjanji, akan melakukan hal seperti itu jika Kau sudah menikahiku", kata Jordy


" Tapi tadi seperti beneran tau, kau nafs.. nafsu kan?", kata Reeneta.


" Memangnya sejak kapan aku tidak nafsu saat melihatmu, kau satu -satunya wanita yang bisa membuatku bergairah", ledek Jordy.


" Jord, kau jangan me sum ", kata Reeneta


Jordy hanya tertawa. Ia selama ini memang tidak mau melakukan hubungan diluar batas , ia ingin menunggu Reeneta menjadi istri nya.


" Tapi kenapa kau tiba-tiba ada disini? ", tanya Jordy.


Seketika Reeneta menarik tubuhnya dari dekapan Jordy.


" Kau masih tanya ha?", kata Reeneta.


Jordy hanya tersenyum, mengisyaratkan sesuatu.


" Kau kan? Kau yang membayar pemilik apartemen itu untuk mengusirku", kata Reeneta.


" Kau bisa tau?", tanya Jordy.


" Akal licikmu seperti ini, mana mungkin aku tidak sadar, kebiasaan mu ini aku sudah sangat hafal", ucap Reeneta.


" Aku pikir bukan hari ini, kau juga tidak menelepon ku dulu , jadi aku pikir kau belum keluar dari sana", ucap Jordy.


" Dia menyuruhku mengosongkan unitnya malam ini juga, makanya aku langsung pergi kesini, setelah kupikirkan dengan yakin kalau ini adalah ulahmu", jelas Reeneta.


" Yah.. kalau tadi kau telpon aku, aku kan bisa menjemput mu", kata Jordy.


" Kalau kau jemput, kejadian langka seperti tadi akan terlewatkan ", ucap Reeneta nakal.


" Kau...", kata Jordy tidak melanjutkan ucapannya.


" Ahh, mulai sekarang aku akan tinggal disini, karena kau ingkar janji. Kau janji akan menungguku siap untuk kembali kan?" , kata Reeneta.


" Persetan dengan janji, aku gak sabar kalau harus menunggu lagi" , kata Jordy dengan mantap.


" Aku sudah memikirkan semuanya, dan maafkan aku yaa Jord, karena terlalu kekanak-kanakan " , ucap Reeneta.


" Kau marah, itu wajar sayang, aku menerima semua kemarahan mu, Kau sudah disini , itu yang paling penting untuk sekarang" , kata Jordy.


" Aku merasa kau benar-benar Jahat saat itu, makanya aku ingin memukulmu hingga babak belur", kata Reeneta.


" Harusnya kau pukuli saja aku sampai pingsan, jadi tak perlu tiga tahun ini untuk menunggu mu pulang lagi padaku", ucap Jordy .

__ADS_1


" Aku bersembunyi dengan baik kan? ", kata Reeneta.


" Kalau kau lakukan lagi, aku tidak akan memaafkanmu" ucap Jordy


Reeneta tersenyum. Ia mengalungkan tangannya ke leher Jordy.


" Aku merindukanmu" , ucap Reeneta.Jordy hanya bisa diam, ia terkaget-kaget.


" Wangi aroma tubuhmu..", ucap Reeneta yang mencium leher Jordy. Membuat aliran darah di tubuh Jordy serasa mengalir lebih cepat.


" Wangi parfum mu.." , Reeneta menempelkan wajahnya di dada Jordy, mengendus jejak parfum yang tertinggal di baju yang Jordy pakai.


" Rambutmu ..", tangan Reeneta membelai rambut Jordy.


" Wajahmu yang tampan ini", kini tangan Reeneta menyusuri setiap inci bentuk wajah Jordy yang sempurna.


" Bibirmu.., setiap kecupan manismu", Reeneta memainkan bibir Jordy.


" Aku rindu..." , bisik Reeneta lirih di telinga Jordy.


Jordy semakin mengejang, adrenalinnya kini meronta ingin dilepaskan, tapi ia menunggu.. menunggu apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanitanya.


Reeneta beranjak dari tempat duduknya, kini ia duduk di pangkuan Jordy, memagut kan bibir nya ke bibir Jordy..


Reeneta mengu lum bibir Jordy dengan lembut,


" Kau.. merindukan ku juga kan?" , tanya Reeneta.


" Sangat", ucap Jordy lirih, ia masih menikmati permainan Reeneta.


" Kau tau , aku sungguh tersiksa sendirian selama ini", kata Reeneta, kini ia beralih menciumi leher Jordy, sesekali ia menji latnya dengan lembut.


" Aku juga sama", ucap Jordy lemas dalam desahannya.


" I love you, canduku", ucap Reeneta,


Jordy merasakan gairahnya kian memuncak, wanita kini sudah berani mengawali semuanya, dipa gutnya bibir Reeneta lebih dalam , tangannya kini menelusuri tubuh Reeneta,


" Kau , semakin kurus saja ", desah Jordy.


" Aku takut,tulangmu akan patah jika aku benar-benar memelukmu sekuat tenaga", sambung Jordy.


" Biarkan saja patah", desah Reeneta.


Tringg...Tringg...


Suara Handphone milik Reeneta berbunyi, Reeneta kaget,dan membenahi posisinya, untuk duduk kembali, melepaskan tubuhnya dari dekapan tubuh Jordy . Jordy memasang wajah galaknya, karena aktifitas yang di sukainya telah diganggu suara itu. Mau tak mau ia juga harus berhenti dan membiarkan Reeneta beranjak untuk mengambil Hp nya.


" Ahh Sial" , umpat Jordy dengan kesal


---


😅

__ADS_1


__ADS_2