Dia Canduku..

Dia Canduku..
49.


__ADS_3

Qaila sudah ingin berlari ke arah Reeneta tapi ditahannya karena Silvy kini menodongkan pisau tepat di leher Reeneta.


" Jangan mendekat !!!", kata Silvy yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


" Jangannnn... ", Qaila berteriak , ia jatuh bersimpuh dengan derai air mata. Ia menangis sejadi-jadinya.


" Sungguh lemah, temanmu itu Reen.. baru begini saja dia sudah menangis seperti itu", Silvy berbisik ke telinga Reeneta.


Reeneta yang awalnya ku juga ingin menangis kini tersenyum, walau wajahnya masih terlihat kelelahan.


" Kamu tak pernah merasakan punya sahabat bukan? Kamu tak mungkin tau gimana rasanya " , kata Reeneta.


Plaakkkkk... Tamparan sekali lagi mendarat di pipi Reeneta. Memar di wajah Reeneta semakin menjadi-jadi, itu membuat Jordy tampak geram dan tak tahan lagi.


" Hentikan!! Lepasan Reeneta, dendam mu padaku bukan? Jangan bawa orang tak bersalah" , kata Jordy.


" Menyiksa mu dengan perlahan lebih menyenangkan Jord", kata Silvy.


Seorang anak buah Silvy datang dari belakang dengan berlari dan membisikkan sesuatu pada Silvy.


" Brenggggsek, jadi ini rencana kalian" , kata Silvy terlihat sangat marah. Andri yang sedari tadi disampingnya tampak penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


" Kamu pikir dengan membeli preman yang ku sewa kamu bisa melawanku Jord ? Aku punya gadis yang sangat kau cintai ini. Hhhaha", kata Silvy.


" Vy.. jangan gegabah... Kita ga punya banyak tenaga" , kata Andri yang menyadari jika mereka sudah tak punya kekuatan lagi. Jika Jordy memanggil bala bantuan, maka tamatlah sudah.


" Tenanglah aku punya banyak cara untuk melumpuhkannya", Silvy nampaknya yakin dengan apa yang ia rencanakan.


Andri memandang Silvy dengan was was, ia takut jika hanya akhirnya mereka yang dirugikan dalam hal ini. Andri memandang sosok Reeneta kembali, ada kengiluan disana, ada kesakitan pada hatinya saat melihat Reeneta begitu tidak berdaya.


' apa aku benar benar jatuh cinta padamu Reen ? Aku rasanya masih mengingat dengan jelas saat sekolah dulu, bagaimana manisnya senyum mu, lembutnya tutur katamu, dan betapa tegasnya dirimu menolak diriku. Kini aku melihat di mata mu ada cinta untuk Jordy', bisik Andri dalam hati.


" Kalian semua jika ingin Reeneta ini selamat , maka menyerah lah dan biarkan aku mengikat kalian", kata Silvy.

__ADS_1


Jordy mengangkat tangannya tanda menyerah , pandangannya dari tadi tak lepas dari menatap wajah Reeneta yang kini sudah sangat lemah. Ia takut jika ia melawan maka akan sangat berbahaya untuk Reeneta.


Mau tak mau Aldy, Willy dan Cici juga menyerah. Kini mereka di ikat oleh anak buah Silvy. Hanya Qaila yang dibiarkan oleh Silvy, mungkin dia merasa jika Qaila bukanlah lawan yang patut diperhatikan.


" Hajar mereka!!!" , kata Silvy menyuruh beberapa anak buahnya maju , mereka memukuli Willy , Aldy dan Jordy dengan kasar. Meskipun kesakitan tapi mereka tetap bertahan.


" Cukup hentikan!!" , Qaila berusaha menahan salah seorang yang ingin memukul Aldy, tapi naas ia terdorong dan terpelanting ke tanah.


" Qai, jangan bergerak, Oke, aku baik -baik saja oke?" Aldy berteriak. Qaila menahan sakit akibat terbentur tanah dan hanya mengangguk pelan.


" Dasar wanita jahat, Hentikan semuanya!!", kini Cici yang meneriaki Silvy.


Silvy menoleh ke arahnya , lalu menampar Cici.


" Kamuu.. kamu hutang tamparan kepada ku kan?" , kata Silvy. Cici menatap Silvy tajam.


" Kamu memang sudah gila!!" , kata Cici.


" Hahaaha .... Hentikan semuanya, !!", Silvy berteriak dan anak buahnya yang hanya sedikit berhenti memukuli Jordy , Willy dan Aldy.


" Kupikir setelah pisah dariku kamu ga ingin punya hubungan dengan wanita lagi Jord, tapi ternyata typemu memang yang seperti itu yaa?" , Silvy menoleh ke arah Reeneta. Reeneta di sebelah sana kini hanya menatap ke arah Jordy.


" Apa yang kamu sukai darinya? ", tanya Silvy.


" Semuanya yang ada padanya" , kata Jordy.


" Alasan naif macam apa itu? Ahhh...apa sekarang kamu sudah bisa berciuman Jord? ", Kata Silvy di iringi tertawa.


Reeneta membelalakkan matanya, Jordy juga memandang Silvy dengan tajam.


" Kau tau, dulu kau sama sekali tak pernah mengajakku berciuman? Mau aku ajari sedikit", kata Silvy semakin mendekatkan wajahnya pada Jordy.


" Silvy!!!!" , Reeneta berteriak penuh amarah pada Silvy. Tapi Silvy tak menggubris nya.

__ADS_1


Silvy ingin meraih bibir Jordy, sayangnya Jordy dengan cepat memalingkan wajahnya, membuat Silvy menyapu angin di depannya. Silvy tersenyum getir.


" Kamu benar-benar dingin Jord, apa kamu sudah mencium gadis itu? " , tanya Silvy tanpa ada jawaban.


" Habisi dia", Silvy menunjuk Jordy dan semua anak buahnya mulai memukuli Jordy kembali.


" Kamu sangat menyukai nya ternyata!!", Ucap Reeneta tiba - tiba.


" Apa maksudmu? " tanya Silvy.


" Kamu masih sangat menginginkan Jordy kan Silvy....? Kamu tak bisa melepaskan dia karena kamu marah . Kamu ga mungkin bisa memiliki nya lagi", kata Reeneta.


" Kamu ngomong apa dasar bodoh?", kata Silvy.


Malam mulai larut, rintik hujan mulai turun. Reeneta meringis merasakan tangannya yang terluka dijatuhi titik titik air yang turun dari langit. Ia merasakan perih yang teramat sangat.


" Yaa.. itu karena kamu tidak mungkin lagi bisa bersama Jordy. Kamu beralasan balas dendam, memanfaatkan Andri hanya untuk menarik simpatik Jordy kan? BERHENTI KALIAN!!!", Reeneta berteriak.


Membuat semua yang ada disana kini menoleh pada Reeneta.


" Kamu memang seharusnya ku habisi sejak awal Reen" , Silvy menendang perut Reeneta. Reeneta mengaduh menahan sakit.


" Aku menyukai Andri sejak awal", kata Silvy.


" Tanyakan itu pada hatimu sekali lagi, apa benar Andri saja yang ada di hatimu? Jordy.. Kamu marah kan karena Jordy milikku !!" , Kata Reeneta.


" Arrhgg.. Persetan!!! Yaaa... Tapi sebentar lagi, tidak akan lagi . Jordy akan kuhabisi" , Silvy mengambil sebatang besi yang siap untuk di pukulkan nya pada Jordy.


Dengan kekuatan Terakhir Reeneta berlari menghambur pada tubuh Jordy.


BRUUUGHHHHHHHH.


Terlihat darah mengalir cepat, bercampur dengan air hujan yang kini mulai turun semakin deras.

__ADS_1


###


__ADS_2