
Jordy masih terdiam, tangan Reeneta masih di dadanya. Mereka seakan mematung, tp dalam hati masing - masing ada kegalauan yang meronta-ronta.
" ehm.. Reen, " Jordy memulai berkata, Reeneta memandangnya , tangan Jordy mulai berpindah dari dagu Reeneta dan mulai memegang tangan Reeneta yang tepat ada di dadanya.
" Aku, " Jordy berhenti berkata. Reeneta menarik tangannya dari genggaman Jordy.
" Jantungmu berdetak kencang Jord" , Reeneta mundur dan duduk menyamankan dirinya bersandar pada kursi.
" Sama seperti denganmu, aku bisa mendengar jantungmu seperti genderang perang, gaduh sekali ", kata Jordy.
" Ahh.. akuu, ini pengalaman pertama, wajar kan aku kaget sekali, tapi kau ? diluar ekspektasi " , Suasana semakin nyaman. Mereka berdua mulai bisa mengikuti alur.
" Ekspektasi apa ? Kalau aku berpengalaman kau sudah habis tadi ," Jordy tersenyum manja, Reeneta memandangnya Jengkel.
" Aku hanya mempraktekkan apa yang ku pelajari dari Qaila", kata Reeneta berusaha membela diri.
" Aku juga sering memperhatikan Aldy soal ini . Ia dengan mudah mendekati wanita, tapi aku merasa kesulitan mengungkapkan perasaanku padamu ", kata Jordy.
" Jadi Aldy sama seperti Qaila, mereka sama- sama mudah bergaul dan bisa menempatkan diri di manapun. Tapi Aldy yang mana? yang memintaku berkenalan saat di mall" , tanya Reeneta yang masih berusaha mengontrol jantungnya.
" Yups, yang paling banyak bicara ", ucap Jordy.
" Dia cukup menarik, " Reeneta tersenyum, ada rasa tidak nyaman pada diri Jordy.
__ADS_1
" Kau sedang memujinya , ? " Jordy bertanya serius.
" Aku ? Tidak , aku hanya merasa dia memang lucu, cocok sekali dengan Qaila " , bela Reeneta.
" Aku tak nyaman mendengar kamu membicarakan lelaki lain" , kata Jordy.
" Jord.. " Reeneta menahan perkataan nya. Jordy menunggu , memandang Reeneta.
" Apa kau serius, emm ... maksudku perkataan mu siang tadi , apa. semua itu benar - benar , apa kau" , Reeneta terbata- bata. Jordy berdiri dan berjongkok di hadapan Reeneta.
" Kita berdua sama - sama ga bisa mengungkapkan apa yang kita rasa. Kita hanya bisa meniru apa yang dilakukan teman kita, Kita berdua sama, Kau tau ada banyak pikiran dan pertanyaan di otakku bahkan perasaanku saat ini sangat membingungkan, Tapi ingin dekat denganmu, semua itu serius. Aku sungguh ingin menjadi bagian dari hidupmu, Aku telah terpesona olehmu ", kata Jordy lagi
" Jordy... kau benar. Aku hanya mengikuti instingku, meniru Qaila saat menghadapi mu. Tapi yang membuatku bingung, kenapa padamu aku berani bertindak seperti ini. ", Reeneta menutup wajahnya karena malu.
" Itu sama yang kupikirkan, Kenapa padamu aku berani mendekat" , ucap Jordy
" Mungkinkah kita berpikiran yang sama , takdir yang membuat kita keluar dari zona nyaman kita masing- masing. Izinkan aku masuk ke dunia mu, " ucap Jordy.
Reeneta ingin sekali menangis, di hadapannya ada orang yang ingin mengubah hidupnya. Ada orang yang berjanji untuk menemaninya. membuatnya tidak kesepian lagi, membuat nya tidak ada beban lagi.
Reeneta masih terdiam,
" Kita tinggal mengikuti alurnya saja kan ? biarkan waktu yang membawa kita ke arah mana kita akan bersandar. Yang perlu kita tau kita sama sama saling membutuhkan ", lanjut Jordy.
__ADS_1
" Terima kasih Jord, Aku sangat berterimakasih", Reeneta tersenyum.
" Deeal ? " , Jordy mengacungkan jari kelingkingnya, mengisyaratkan meminta janji . Reeneta mengulurkan kelingkingnya , memperjelas janji antara mereka merdua.
***
Meskipun masih terlihat kaku, tapi ada raut kebahagian tersendiri antara mereka . Reeneta sering tersenyum dan Jordy juga merasa lega. Bisa dibilang dalam hitungan jam ia telah memperoleh kebahagiaan nya sendiri.
" Ohh iya aku lupa, tujuan utama ku datang untuk memberikan mu ini " Jordy memberikan hp yang baru dibelinya.
" Sebenarnya kamu ga usah repot.repot" , kata Reeneta.
" Mana ada repot, aku malah bahagia , " ucap Jordy.
" Ini hapemu , " Reeneta menyodorkan hp milik Jordy. 'sama persis' batin Reeneta, ia melihat Hp yang dibelikan Jordy untuknya sama persis dengan milik Jordy sendiri.
" Nomer.mu sudah ku masukkan , aku sudah simpan sendiri nomerku disitu, ahh dan aku akan sering menghubungimu, jadi jangan abaikan aku" , Reeneta hanya mengangguk.
" Aku pamit yaa yaa Reen, ini sudah sore, aku juga ada janji dengan Aldi" , Jordy berdiri, Reeneta jg berdiri.
" Maaf yaa Reen" , Jordy maju , mencium kening Reeneta.
Reeneta yang masih syok tidak bisa berkata apa- apa lagi. Jordy tersenyum dan mengucapkan
__ADS_1
"Sampai jumpa besok",
###