
Semua sudah kembali normal, yang namanya sebuah hubungan pasti selalu ada konflik kecil itu yang dipikirkan Reeneta. Tapi akan selalu ada cara untuk membuat semuanya menjadi baik-baik saja.
Suatu ketika Qaila pernah bertanya pada Reeneta, apakah Jordy telah menceritakan semuanya padanya tentang kehidupan Jordy , masa lalu bahkan kerjaan Genk mereka saat ini. Tapi dengan mantap Reeneta menjawab tak ingin tahu apapun, ia percaya pada Jordy sepenuhnya dan yang terpenting untuknya Jordy selalu bersamanya karna kenyamanannya terletak pada Jordy. Qaila tak ikut campur lagi masalah ini, iya yakin Reeneta sudah memikirkan nya . Dan apapun yang Reeneta lakukan Qaila hanya ingin mendukungnya sebagai sahabat baik.
***
Sudah satu tahun sejak mereka mulai memasuki kuliah, hari ini hari terakhir ujian semester mereka. Semua berjalan lancar, Reeneta selalu mendapat nilai terbaik karna ia ingin mempertahankan beasiswa yang ia dapat.
Suatu sore di taman kampus Aldy, Jordy dan Reeneta dihampiri oleh Qaila.
" Hay semuanya.. ", kata Qaila yang langsung menghampiri Reeneta, membuat Reeneta melepaskan genggaman tangannya dari Jordy, Jordy menatap Reeneta galak tak terima tapi hanya dibalas senyuman manis oleh Reeneta. Reeneta menyambut pelukan Qaila.
" ujiannya baru selesai? " , Tanya Reeneta
" Yuups.. sangat penat, butuh hiburan, pergi Yook Reen.." , kata Qaila dan lagi lagi pandangan dingin Jordy menyapu Qaila yang memasang wajah tak bersalah.
" Jangan ngajak Reene dehh , tuh yang punya udah siap menerkam elu", kata Aldy diikuti tawa terbahak-bahak.
" Yee... Boleh kan Jord? ", Tanya Qaila pada Jordy tapi Jordy masih diam.
" Sama aku aja yuuk Qai, biarin mereka berdua, aku sendirian nih, Willy dan Cici juga lagi pergi ", kata Aldy tiba-tiba.
__ADS_1
" Ogah.. pacar lu dimana? ", Kata Qaila datar.
" Aku kan ga punya pacar", Aldy tertawa.
Entah dari mana Amel tiba tiba datang memukul bahu Aldy,
" Kamu anggap aku apa Al ?" , Amel berteriak pada Aldy.
" Jadi Elu , dasar lu yahhh, gabisa cari cowo lain? Harus Aldy ? ", Kata Amel yang menunjuk nunjuk wajah Qaila. Meski Qaila bersikap santai dan hanya menggelengkan kepala.
" Ehh.. elu wanita gila yang dulu gangguin Reeneta di toilet kan ? Inget wajahku gak ? " , Kata Qaila sambil tersenyum ketus.
" Apa yang dilakuin Amel ke Reeneta ?" , Tanya Jordy pada Qaila.
" Dia hampir mm....." , Qaila terhenti, Reeneta menahan Qaila untuk tidak bicara. Wajah Jordy berubah tegang.
" Aku ga ngapa-ngapain , " teriak Amel,
" Aku hubungi lagi nanti " , Amel berkata pada Aldy dan lalu berlari menjauhi mereka.
" Jadi, kita jadi pergi ? ", Kata Reeneta mulai mengalihkan pembicaraan, ia takut Jordy semakin murka.
__ADS_1
" Jadi lahh ayook ke pantai, " ucap Aldy semangat.
" Kalian pakai mobil sendiri, aku dan Reeneta pakai mobil sendiri", sahut Jordy dingin. Reeneta membungkuk lesu, ia tahu ia akan diintrogasi Jordy sehabis ini.
" Ehh.. kok gitu, kenapa ga satu mobil aja sih?" , Tanya Qaila. Tapi ia tak mendapat jawaban apapun, kata kata Jordy seakan merupakan perintah yang harus ditaati.
" Bentar aku tanya Cici dan Willy, kali aja mereka bisa nyusul", ucap Aldy yang langsung mengambil hp di sakunya. Setelah itu ia terlihat sedang berbicara dengan orang di seberang.
" Gilaa.. mereka udah pergi duluan!" ,
" Kemana Willy dan Cici ? ", Tanya Reeneta.
" Mereka bulan madu katanya, ga kasih tau kemana" , Aldy masih mengumpat.
" Okelah fix berangkat sekarang kita nunggu sunset, " Qaila berdiri, dan siap melangkah.
" Reen.. kamu yakin gamau semobil sama aku ?" , Tanya Qaila yang dibalas senyum kecut oleh Jordy. Reeneta menggeleng dan tersenyum membiarkan sahabatnya pergi dahulu bersama Aldy.
Jordy memandang Reeneta seakan banyak tanya yang ingin ia lontarkan tapi tertahan. Ia menghampiri Reeneta lalu menggandeng nya dan berlalu berjalan ke mobil Jordy.
###
__ADS_1