Dia Canduku..

Dia Canduku..
88.


__ADS_3

Triingg...Triingg...


" Hallo Jord.. ada apa, tumben kamu menelepon? ", tanya Arnold yang mendapat panggilan telepon dari Jordy.


" Aku butuh bicara dengan kak Bianca , bisa berikan no.hp nya.. atau suruh kak Bianca segera menghubungi ku", kata Jordy dengan suara yang panik.


" Ada apa Jord? ", Arnold jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada Jordy, karena tidak biasanya Jordy panik seperti ini.


" Kak.. aku yakin kamu sudah tahu semuanya, atau jangan-jangan dari awal kamu yang membantu Reeneta pergi ?", ucap Jordy.


" Jord.. kamu tenang dulu yaa.. ", kata Arnold, akhirnya tahu apa yang menyebabkan Jordy jadi panik seperti ini.


" Kak.. gimana aku bisa tenang ? Kamu selama ini tahu tentang Reeneta tapi tak pernah mau memberitahu aku? Bahkan Qaila, adik mu ? ", Jordy semakin emosi.


" Kamu membiarkan kami mencari Reeneta seperti orang gila , apa ini lelucon bagimu?" , sambung Jordy.


" Aku juga menganggap Reeneta seperti adikku sendiri Jord...", ucap Arnold.


" Kak , kamu sudah menghancurkan kami", sahut Jordy.


" Jord, lebih baik kita ketemu oke?", Arnold masih mencoba menenangkan Jordy.


Masalah ini memang tidak bisa dibicarakan lewat telepon, Arnold harus menyelesaikan ini , karena memang ia meras ikut andil dalam memisahkan mereka.


" Aku segera ke kantor mu kak", Jordy langsung menutup teleponnya.


" Ahh.. anak itu terlalu emosional, Bianca benar, Jordy terlalu jeli , pasti kemarin ia sempat melihat Reeneta di seminar... ahh, akhirnya aku harus memperbaiki kesalahanku saat itu ", kata Arnold pada dirinya sendiri.


##


" Kak" , Jordy masuk ke ruangan Arnold tanpa mengetuk pintu.


Arnold berdiri dari duduknya, seakan memang sudah menunggunya.


" Jord.. duduk lah", kata Arnold.


" Kak.. teganya kamu melakukan ini padaku, pada kami semua.. ", kata Jordy sambil duduk.


" Jord.. tenang lah ", kata Arnold.


"Kak......", akhirnya Jordy memilih mendengar kan penjelasan Arnold

__ADS_1


" Setelah melihat kalian yang sama sekali tidak bahagia, aku jadi sadar, tapi aku sudah terlanjur bersumpah, berjanji pada Reeneta tidak akan memberikan informasi apapun pada kalian.. bahkan Qaila", sambung Arnold.


" Kak.. kenapa kamu melakukan ini? " , tanya Jordy dengan wajah sedihnya.


" Maaf Jord.. waktu itu yang ku pikirkan hanya ingin membuat Reeneta bahagia. Aku ga sanggup melihat dia yang sedih seperti itu Jord. Dulu ku pikir aku menyayanginya dengan rasa yang berbeda ,tapi yang kurasakan ternyata kasih sayang seorang kakak ke adiknya, layaknya aku menyayangi Qaila", jelas Arnold.


Jordy memandang Arnold dengan serius.


" Seharusnya kamu juga sadar , itu keinginan Reeneta saat emosi, bukan dari hatinya. Kebenarannya saat itu , dia sama sekali tidak tahu", ucap Jordy.


" Kamu juga tidak melihat bagaimana keadaannya waktu itu kan ? Betapa hancur nya dia, betapa putus asanya dia..", kata Arnold.


Jordy hanya diam, dia sadar dia memang salah saat itu.


" Setelah aku tahu dari Qaila tentang peristiwa malam itu, aku juga merasa bersalah, aku mencoba memberikan penjelasan pada Reeneta, tapi ia tak mau kembali. Dia beralasan sudah berjanji pada Mama mu dan... ", Arnold menghentikan perkataannya.


" Dan apa kak?" , tanya Jordy.


" Dan dia ingin memantaskan diri untuk bersanding dengan mu", kata Arnold.


" Arghh... ", Jordy mengacak-acak rambutnya.


" Tapi anehnya akhir akhir ini Reeneta sama sekali tak mau kembali kesini Jord. Padahal ia telah sangat sukses, entah apa yang dipendam atau disembunyikan nya... itulah mengapa aku dan Bianca merencanakan pembukaan cabang BA Management di sini", ucap Arnold.


" Apa disana dia baik-baik saja ?" , tanya Jordy yang akhirnya bisa menguasai emosi nya.


" Bianca menjaga nya dengan sangat baik Jord. Hanya saja Dia bekerja dengan sangat keras Jord, terlalu keras.. ", kata Arnold.


" Dia tidak pernah berubah, terlalu memaksa kan dirinya sendiri ", ucap Jordy.


" Bianca selalu memergokinya sedang merenung atau menangis sendirian Jord, aku yakin dia sedang memikirkan kamu", timpal Arnold


" Aku akan menemui nya di New J, bisa berikan alamatnya ?" , tanya Jordy.


Belum sempat Arnold mnjawab , pintu ruangan terbuka. Bianca membawakan rantang makanan untuk Arnold.


" Sorry ya.. aku pikir tidak ada tamu", Bianca terlihat kaget saat masuk melihat Jordy berda disana.


" Apa aku mengganggu kalian ?", tanya Bianca yang melangkah mendekati Arnold.


" Jordy ingin menemui Reeneta Bi..", ucap Arnold.

__ADS_1


" APA? Jord .. jangan gila yaa", Bianca berteriak.


" Kenapa? Kenapa kalian melarangku menemui kekasihku ?", ekspresi wajah Jordy berubah menjadi sinis tak terima keinginannya seakan dilarang oleh Arnold dan Bianca.


" Bukan.. bukan aku ingin melarangmu..", Bianca terlihat gugup.


" Lalu kenapa? ", tanya Jordy.


" Aku tahu, Reeneta juga pasti sangat merindukanmu, tapi.. Aku sudah menyuruhnya kesini bukan ? Aku takut , jika kamu menemuinya disana, dia jadi gak mau kembali kesini", ucap Bianca.


" Disini rumahnya , disini semua teman - teman dan keluarga nya, kenapa dia gak mau kembali kesini?", timpal Jordy.


" Entahlah Jord, seperti yang ku katakan tadi. Entah kenapa dia sama sekali enggan kembali kesini", ucap Arnold.


" Beri Reeneta waktu Jord.. Dia pasti kesini, Aku dan Arnold sudah menyiapkan kantor baru disini bukan ? ", kata Bianca.


" Bianca benar Jord.. Reeneta sangat keras kepala, lebih baik kalian pura-pura tidak tahu dulu kan ?" , ucap Arnold.


" Tenang saja.. aku belum memberitahu siapa pun... Aku akan mengikuti rencana kalian.. Tapi.. izinkan aku hanya melihatnya, Aku berjanji tidak akan menyapa atau menemuinya", kata Jordy.


Arnold dan Bianca saling berpandangan dan Bianca mengangguk lalu memberikan alamat apartemen tempat tinggal Reeneta di NewJ.


\=\=\=


" Nin.. tolong pesankan tiket penerbangan ke NewJ dengan penerbangan tercepat dari sekarang", kata Jordy yang menelpon sekretarisnya.


" Aku gak peduli, kalau perlu beli saja jadwal satu jam dari sekarang" , kata Jordy lagi.


" Baik pak, segera tiket akan saya kirimkan ke email Pak Jordy sesudah saya pesankan " , sahut Nina.


" Dan lagi.. minta Willy atau Aldy menggantikan aku ke jadwal rapat apapun.. sampai aku kembali", ucap Jordy.


" Baik pak, tapi ada urusan apa pak Jordy ke NewJ , barangkali Pak Willy atau Aldy akan bertanya ", kata Nina.


" Sudah bilang saja tidak tahu dan lagi larang mereka menghubungi ku dulu", Jordy memastikan pada Nina.


" Baik Pak", jawab Nina


" Terima kasih Nin", Jordy mematikan teleponnya.


***

__ADS_1


__ADS_2