
Reeneta bingung, kenapa Jordy malah menegur Andri dan merasa kesal pada Andri. Bukannya biasanya dia tidak memperdulikan orang lain dan langsung menggandengnya pergi.
" Jord, ini....", Reeneta ingin bicara pada Jordy, tapi Jordy menatapnya dengan tajam . Ini membuat Reeneta hanya diam, ia tak ingin memperkeruh keadaan. Andri tersenyum simpul, Reeneta jadi yakin kalau mereka berdua saling mengenal.
" Kawan lamaku Jordy, lama tak bertemu", ucap Andri.
" Siapa kawanmu ? Jangan basa basi denganku, ngapain kamu kesini?" , Jordy menaikkan nada bicaranya.
" Mau kuliah tentu saja, memangnya ngapain lagi?", Jawab Andri santai. Tapi Jordy masih memandangnya dengan kesal. Seakan ada di dendam yang siap dimuntahkan.
" Oh tidak tunggu, alasan utamanya tentu saja bertemu Reeneta, gadis cantik di samping mu itu", sambung Andri lagi. Jordy mengepalkan tangannya semakin kesal mendengar ucapan Andri.
" Andrii.. Jordy ini, kekasihku" , kata Reeneta tiba-tiba, ia tak ingin membiarkan Andri semakin mendidihkan amarah Jordy. Andri terlihat sedikit kaget, meskipun kini ekspresi nya kembali datar.
" Tak kusangka, 2 tahun aku mengejarmu , sekarang kamu malah jadi pacar orang kaya gini Reen", kata Andri.
" Tutup mulutmu, jangan pernah lagi berani mengucapkan namanya dengan mulutmu itu" , Jordy memang marah.
Tapi Reeneta tak bisa menebak mengapa kedua orang ini bisa saling mengenal. Dan biarpun saling mengenal kenapa seakan ada dendam di antara mereka berdua.
__ADS_1
" Sebelum kamu mengenalnya, aku sudah mengenal nya lebih dulu Jord, kami teman SMA, iya kan Reen, kalau kamu mau tau, Reeneta ini teman dekatku lho.. ?" , Andri melirik pada Reeneta, Reeneta hanya diam, mengingat emosi Jordy yang sekarang ini sedang meluap jangan sampai membuat semakin marah.
" Kamu tenang saja Reen, Jangan takut, jika kamu menjadi pacarnya karna terpaksa atau tertindas olehnya, aku bisa membantumu lepas darinya. Kemarilah Reen.. ", Andri mengulurkan tangannya.
" Andri, bisa pergi saja dari sini ? Kamu sungguh memperkeruh keadaan ", kata Reeneta.
" Tak kusangka, gadis tangguh sepertimu tunduk pada orang seperti Jordy Reen. Aku kecewa sekali padamu. Padahal dulu aku sangat mencintaimu dan menghormati mu, tau begini dari dulu ku paksa saja kamu", ucap Andri.
" Diam!!!!", Jordy berteriak pada Andri dan melayangkan tinju tepat di pipi kiri Andri.
Brugh.... Andri terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
'lagi....mereka memang saling mengenal tapi entah ada dendam apa diantara mereka', kata Reeneta dalam hati.
" Kamu masih sangat emosional yaa Jord, tapi aku sudah menyukai gadismu itu sejak lama, gak mungkin aku melepaskan nya lagi kali ini ", ucap Andri.
Andri berdiri lagi, melemparkan senyum pada Reeneta dan melambaikan tangannya.
" Reen.. lain kali kita ngobrol lagi yaa", Andri melangkah pergi.
__ADS_1
Jordy menarik tangan Reeneta , menyuruhnya masuk mobil meski tanpa bicara. Reeneta sangat yakin kekasihnya kini sedang marah. Wajah Jordy merah padam.
Mereka pergi menjauh dari kampus.
***
Mereka berhenti di depan sebuah restaurant, Reeneta tak pernah kesini sebelumnya. Mereka melangkah turun dari mobil, Jordy menggandeng tangan Reeneta. memasuki restaurant, meski masih diam tanpa bicara apapun dengan Reeneta.
" Privat ", kata Jordy kepada pelayan yang sudah menyambut mereka di pintu masuk.
" Baik, Silahkan ikuti saya ", pelayan berseragam hijau itu membimbing mereka memasuki ruangan kecil di pojok paling belakang. Ruang makan ini bergaya ala Jepang , mereka memasuki ruangan dan duduk.
" Silahkan memilih menu yang tersedia", pelayan itu menyodorkan sebuah buku menu yang cukup elegan. Tanpa bertanya pada Reeneta , Jordy memiliki banyak menu, lalu menyerahkan pada pelayan tadi.
Ketika pelayan pergi meninggalkan ruangan privat itu, Jordy merebahkan tubuhnya dan bersandar pada tembok dengan wallpaper bunga sakura.
" Kita makan dulu, Aku lapar ", kata Jordy yang memejamkan matanya.
Reeneta tersenyum tipis , tapi tak menjawab perkataan Jordy.
__ADS_1
###