Dia Canduku..

Dia Canduku..
13.


__ADS_3

Keesokan harinya, Jordy sudah menunggu di apartemen Reeneta dari pukul 4 subuh. Reeneta ngedumel tidak karuan karna Jordy tiba tiba datang dan membangunkannya. Jordy memang memiliki kunci akses masuk apartemen ini, dan Reeneta juga membawa 1 kunci cadangan untuknya.


Mendengar Reeneta yang ngedumel dari pagi tentang kepagian lah, ngagetin lah sibuk membuat roti bakar untuk sarapan mereka berdua dan bingungnya ia saat mandi membuat Jordy hanya tersenyum. Mirip pengantin baru .


" Aku siapp, ayoo berangkat " kata Reeneta .


" Baru jam 6 Reen, kita mulai upacaranya kan jam 7 " ,


" Aku harus menghitung dulu, dari sini ke kampus jalan kaki butuh waktu berapa menit" ,


" Tiap hari aku jemput nanti" ,


" Engga Jord.. ayooo ahh, aku juga ada janji dengan Qaila"


" Janji apa ? "


" Nungguin dia di gerbang, mau bareng gitu upacaranya"


Akhirnya mereka berjalan, Jordy agak malas sedangkan Reeneta terlihat antusias, melihat kanan kirinya, ia seakan sedang menghafal jalan.


Tiba di depan gerbang pukul 06.20, berarti ia butuh sekitar 30 menit jalan santai kalau ia sedikit berlari jadi kurang dari 15 menit ia akan sampai kampus. 'sangat irit, aku benar benar tidak perlu naik angkot lagi' bisik Reeneta dalam hati.


" Reen mau nunggu disini ? Aku ke tempat kawan kawan dulu, " tanya Jordy .


" Oke aku tunggu Qaila disini aja, " Jordy pergi berjalan masuk ke Kampus menemui Aldy.


Ternyata kampus sudah ramai anak MABA, banyak yang sudah datang, pasti tidak ingin terlambat untuk mengikuti upacara penyambutan.


Tidak lama kemudian Qaila datang menghampirinya.


" Reen. . kangen banget tau" jerit Qaila hingga beberapa orang di sekitar mereka menoleh.

__ADS_1


" Aku juga kangen nihh sama Qaila yang makin cantik aja, "


" Iyyuuh.. Yang lebih lebih cantiknya"


Mereka berdua bercanda dan masuk ke lapangan. Karna masih penyambutan mereka masih dikumpulkan jadi satu dilapangan sebelum nantinya masuk ke gedung fakultas masing-masing. Tampak berwarna warni karna tiap fakultas punya kaosnya masing masing.


" Habis ini kita ke jurusan masing masing males banget aku pisah sama kamu Reen, " Reeneta hanya tersenyum pada Qaila, matanya mencari cari sosok Jordy.


Dan ketika diumumkan mereka harus menuju gedung masing masing Qaila mengucapkan selamat tinggal padanya. Reeneta berjalan sendirian dan sedikit bingung , Ia hanya mengikuti sekelompok anak yang memakai kaos kuning sama sepertinya.


Dan tiba tiba diraihlah tangan nya oleh seseorang, Dalam keadaan kaget Reeneta berusaha melepaskan dan ketika dilihatnya itu adalah Jordy ada perasaan lega di wajahnya.


" Kamu kemana aja ?" Tanya Reeneta. Jordy hanya tersenyum. Dibelakangnya ada Willy , Cici dan Aldy .


" Ahhh, kamu si cantik yang dulu itu kan ? " Tanya Aldy. Reeneta tersenyum pada Aldy.


" Namamu siapa ? " Aldy menyodorkan tangannya , tapi Jordy memukulnya.


" Jangan berani berani sentuh punyaku" kata Jordy.


" Ahh.. halo semua, aku Reeneta, teman Jordy" , kata Reeneta.


" Kau temannya atau miliknya ? " Tanya Aldy.


" Entahlah. . Semua kepunyaan Jordy juga milikku" , jawab Reeneta malu. Jordy tersenyum puas karna sudah diakui Reeneta.


" Gilaaa , kamu sudah liat milik Jordy ? " .


" Apa ? " Reeneta tak mengerti ucapan Aldy.


Jordy langsung memukul Aldy dan Willy ikut memukulinya. Mereka tertawa.

__ADS_1


( Kalian tau maksud Aldy kan ?? 😁)


" Sudahlah Reen, biarkan mereka. Aku Cici" Cici mengulurkan tangannya dan disambut Reeneta.


" Aku sering mendengar cerita tentang kalian dari Jordy, tapi ternyata Aldy lebih absurd dari yang diceritakan nya." Kata Reeneta.


Mereka berdua berjalan menuju gedung fakultas dan diikuti ketiga anak lelaki konyol itu.


" Tapi Ci, apa maksud Aldy tadi ? " Tanya Reeneta .


" Apa kau sepolos itu ? Hhe , maksudnya milik Jordy adalah itu lhoo.. "


" Itu apa???" , Cici membisikkan sesuatu ditelinga Reeneta . Reeneta kaget


" Ahhh.. dasar orang gila ". Cici tertawa terbahak-bahak, seakan tahu kengerian Reeneta. Dalam hatinya ia bicara, 'Reeneta memang sepolos dan selugu itu'.


Ketika berjalan memasuki gedung mereka sadar banyak orang yang membicarakan mereka. Membicarakan Cici dan Reeneta . Samar samar terdengar , ' cantik sekali'


Cici memang sangat imut, ia lebih pendek dari Reeneta dan terlihat seperti anak kecil. Wajahnya imut dan tidak membuat bosan. Sedang Reeneta tinggi proporsional ditambah badan yang sedikit kurus seperti model , sangat cantik. Siapapun yang melihatnya akan sangat sayang jika memandang sebentar pasti mereka ingin memandang lebih lama.


Jordy yang sejak tadi mengikuti mereka dari belakang, sadar banyak mata lelaki yang melihat pada Reeneta dengan tatapan kagum bahkan sedikit mesum. Dikepalkan tangannya tanda sangat marah. Ingin diraihnya tangan Reeneta dan mengumumkan pada semua kalau Reeneta adalah miliknya.


***


Didepan , Reeneta juga mulai terganggu. Banyak sekali cewek cantik disini yang berbisik bisik ada lelaki tampan , keren dan mengagumkan yang tidak lain adalah Jordy dibelakang dirinya.


Memang Jordy amatlah tampan cool dan sangar. Tipe tipe badboy yang menarik hati kaum hawa. Apalagi disampingnya ada Willy dan Aldy yang juga tampan. Ketika mereka lewat banyak sekali wanita yang histeris.


Reeneta menoleh kebelakang, memandang Jordy dengan wajah seakan akan mengatakan 'awas kalau sampai bermain mata dengan cewe cewe cantik ini'


Padahal disisi Jordy juga merasakan kecemburuan yang sama.. 'awas berani menyentuh wanitaku, mati kalian'

__ADS_1


🤭🥰


###


__ADS_2