Dia Canduku..

Dia Canduku..
117.


__ADS_3

Sejak malam itu Jordy menginap di rumah utama , sedangkan Reeneta menempati apartemen milik Jordy.


Yaa.. Kata mama Anita kedua pengantin tidak boleh sering ketemu dulu, agar lebih sakral.


Hari pernikahan semakin dekat, banyak hal - hal yang semakin terburu - buru untuk diselesaikan. Mama Anita terlihat semakin sibuk dan Reneeta yang hanya tinggal sendiri di apartemen semakin merasa kesepian karena tidak melakukan kegiatan apapun, mama Anita melarangnya melakukan apapun, takut calon menantu nya itu kecapaian.


Berkabar dengan Jordy juga hanya lewat chat, mama Anita membatasi mereka melakukan panggilan telepon atau video, lagi-lagi dengan alasan agar upacara pernikahan mereka berdua lebih sakral.


'apanya yang sakral, ini lebih ke penyiksaan, aku bisa mati kangen karena gak boleh liat kamu' ,


Kata- kata terakhir dari chat Jordy yang selalu membuat Reeneta tersenyum. Jordy memang orang yang selalu manja dengannya. Ia juga sebenarnya sudah merasa kangen dengan Jordy, Lelaki yang sudah membuatnya candu, tinggal selangkah lagi akan menjadi suaminya.


--


" Hehh, calon pengantin, enak banget yaa, tinggal tidur di rumah gak nglakuin apa - apa", Qaila memasuki apartemen Reeneta yang sudah disambut pelukan hangat dari Reeneta.


Rencananya malam ini Qaila akan menemani Reeneta mengingat upacara pernikahan Reeneta memang esok hari.


" Gimana ya Qai, sebenarnya bosen banget, tapi mama Anita sudah mengatur semuanya, aku sama sekali gak boleh ikut campur. Jordy bilang juga suruh biarin aja, karena dia memang anak satu - satunya, jadi mamanya yang akan mengurus semuanya", jawab Reeneta sambil tersenyum.


" iyaa tau deh pokonya, yang paling apa-apa mama mertua. Aku barusan sudah ke gedung tempat acaramu besok", kata Qaila.


" Terus gimana Qai?", tanya Reeneta nampak antusias.


" Tenang aja, sesuai permintaan mu , aku dan Aldy sudah memeriksa semuanya, dan All is Well, semua yang mama Anita persiapkan memang sempurna", ucap Qaila.


" Syukurlah... Mama Anita memang yang paling tahu selera kami berdua Qai. Tapi kemana si Aldy itu, kenapa gak ikut kesini?", tanya Reeneta.


" Habis dari sini mengantar ku tadi, Dia langsung ketempat Jordy, nemenin si Jordy lah Reen, nemenin masa lajang temennya katanya untuk yang terakhir kalinya", ucap Qaila yang sambil beres-beres .


" Aku deg.deg an tau Qai", ucap Reeneta.


" Kalau kamu tenang dan gak kepikiran apapun aku malah takutnya kamu ga normal, untung aja kamu deg.deg an", kata Qaila sambil tertawa super keras.


" Kak Bianca gak ada mau kesini nemenin aku Qai", tanya Reeneta.

__ADS_1


" Kesini sih katanya, tapi agak maleman ya Reen, dia baru ke dokter kandungan soalnya, tau kan, kehamilan pertama mereka excited banget dan diusia kak Bianca yang sekarang mereka memang harus sangat berhati-hati ", ucap Qaila.


" Ahh.. Benar juga , atau kamu telpon kak Bianca deh, suruh gausah kesini, aku gak mau dia kecapean dan mempengaruhi kandungannya, apalagi tiga bulan pertama bukannya harus dijaga baik.baik kan " , Reeneta berdiri untuk merubah posisi duduknya.


" Benar juga, Oke, aku coba kabarin dulu, lagian aku aja udah cukup nih buat nemenin kamuu kan, hahhaa", kata Qaila.


Bianca sebelum nya memang pernah berjanji akan menemani Reeneta di malam terakhir ini, selain sebagai bos yang baik , selama ini Bianca selalu menganggap Reeneta adalah adiknya.


" Tapi Reen, aku ada pertanyaan nih, serius banget", sambung Qaila dengan memperlihatkan wajahnya yang serius


" Apa Qai?", Reeneta agak bingung dengan ekspresi Qaila yang menegang.


" Kamu udah siap?", tanya Qaila.


" Kamu nih yaa . Pertanyaan macam itu klise banget kannn..... kalau aku gak siap nikah mana mungkin aku mau diajak Jordy secepat ini kan. Tentu saja, aku sangat siap untuk menikah", ucap Reeneta santai.


" Bukan itu, aku yakin kamu siap nikah sama Jordy. Maksudku, kamu udah siap melayani Jordy? Kalau aku lihat nih yaa, nafsu nya si Jordy tuh gedhe banget lho, apalagi dengan badan sekekar itu, dengan kamu yang sekecil ini, kamu yakin kuat?", ledek Qaila sambil tertawa-tawa melihat Reeneta.


" Sialan kamu Qai", ucap Reeneta yang akhirnya mengerti kemana arah pembicaraan Qaila. Wajah Reeneta memerah menahan malu.


" Kamu sedang mencoba membayangkan kan?", sahut Qaila usil.


Reeneta memalingkan pandangannya, lamunan malam pertamanya dengan Jordy kacau , karena Qaila.


" Tenang , kalau kamu gabisa, telpon aja aku Reen, nanti kuberi tips and trick nya yaaa", sambung Qaila masih dengan tertawa terbahak bahak.


" Sial, daripada belajar sama jomblo kaya kamu, mending aku belajar dari video biru deh .." , kekeh Reeneta.


" Meskipun aku jomblo, tapi pengetahuan ku sudah oke tau Reen, " bela Qaila.


" Kalau begitu cepatlah menikah, kulihat -lihat Aldy sudah siap", kata Reeneta.


" Gampang Lah itu, setelah kau menikah dulu kali yaa", kata Qaila.


" Yakin sama Aldy?", tanya Reeneta.

__ADS_1


" Mau sama siapa lagi? Stok terakhir nih.. Yang ada hanya dia", Qaila tertawa begitupun juga Reeneta.


Dari awal memang sudah bisa diprediksi dua sejoli itu akan bisa menyatu , Qaila dan Aldy.


Tiba-tiba bel berbunyi, Qaila dan Reeneta saling pandang.


" Siapa ? Aku sudah suruh kak Bianca gak kemari kok, apa mungkin Cici?", ucap Qaila.


" Enggak mungkin, Cici ada di rumah orangtuanya ", jawab Reeneta.


" Ahh.. Jangan - jangan si Aldy , mungkin ada barangku yang ketinggalan ", kata Qaila sambil memeriksa isi tasnya


" Sebentar aku buka", sahut Reeneta hendak berdiri.


" Jangan Reen, aku saja" , kata Qaila.


Qaila berdiri dan segera mungkin menuju pintu, jam sudah menunjukkan pukul 21.44 , hampir jam sepuluh malam .


' Gila si Aldy, kalau bener dia , harusnya bisa kasih besok saja kan ' , Qaila membatin.


Pintu terbuka , Qaila sedikit terkejut karena tamu yang diharapkan tidak hadir dan ia memicingkan matanya melihat tiga sosok di depannya yang tidak dikenalnya. Ada dua orang lelaki paruh baya berjas hitam yang ada di depan dan belakang wanita tua yang sangat terlihat elegan dan berkharisma.


" Maaf cari siapa? ", akhirnya Qaila menyapa orang di depannya.


Lelaki yang ada di depan pintu nampak membisikkan sesuatu pada wanita tua itu,lalu berjalan mundur tepat di belakang si wanita tua. Wanita itu tersenyum dan melangkah maju.


" Nona Qaila, sahabat terbaik Reeneta", ucap wanita itu masih dengan senyum lembutnya.


" Yaa... Saya Qaila, maaf anda siapa ? Dan ada keperluan apa ya?", tanya Qaila masih sangat penasaran.


Reeneta yang dari tadi menunggu di dalam akhirnya ikut mengecek ke depan karena di rasa Qaila sudah terlalu lama jika itu adalah tamu yang mereka kenal.


" Siapa Qai? ", ucap Reeneta sambil menghampiri Qaila.


Reeneta terbelalak kaget setelah melihat siapa tamunya. Ia merasakan kegelisahan yang berhari - hari lalu telah ia rasakan kembali lagi dalam sekejap. Kegelisahan yang berusaha Ia lupakan dan kegelisahan yang akhirnya lenyap tanpa dia sadari sendiri. Kegelisahan yang menguap karena selalu dikuatkan oleh Jordy yang berkata semua akan baik-baik saja. Kegelisahan yang beberapa menit lalu tak lagi ia pikirkan, kini tiba-tiba memenuhi seluruh ruang di kepalanya.

__ADS_1


***


__ADS_2