Dia Canduku..

Dia Canduku..
17.


__ADS_3

" Reen.. kamu gapapa kan ? " Tanya Cici memegang tangan Reeneta. Reeneta hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Siapapun yang melihat Reeneta tau dia tidak baik baik saja, wajah Reeneta memerah menahan malu dan tangis. Jordy juga masih saja diam, ia mengepalkan tangan dengan kuat menahan semua amarah dari dalam dirinya.


" Maaf yaa Reen, " kata Willy. Reeneta lagi lagi tersenyum tipis dan menggelengkan kepala. Seakan berkata bukan salah Willy. Willy juga sudah berusaha membantu Reenata.


" Tapi Boim emang gila sih, dia salah script atau gimana anjiiinggg, kenapa mereka bisa bisanya salah sasaran" Aldy nyerocos.


Reeneta mulai mengerti , settingan yang dimaksud senior tadi sepertinya bukan untuknya, tapi Boim yang bodoooh itu memang salah sasaran.


" Sudahlah.. Reeneta maaf yaa kita ga bisa bantu banyak tadi, kita ga ingin makin ricuh di acara pembukaan Maba . Nanti mereka akan minta maaf langsung padamu. " Kata Cici berusaha menenangkan keadaan.


' minta maaf untuk apa ? toh semua sudah terjadi , aku malu pun senior gila itu tak mungkin mengerti' kata Reeneta dalam hati.


Entah kenapa Jordy masih saja diam, lalu hp Reeneta berbunyi. Di seberang Qaila bertanya dan dijawab singkat oleh Reeneta. Barulah Jordy menengok pada Reeneta, seakan bertanya siapa ?Dari tadi barulah ini Jordy merespon. Reeneta mengerti ...


" Ahh.. Qaila , ia ingin menemui ku" , puas dengan jawaban Reeneta , Jordy kembali diam. Tapi genggaman tangannya mulai membuka, Jordy sudah mencoba untuk merileksnya pikirannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Qaila datang, memeluk Reeneta dan tersenyum.


" Wahh.. kalian semua disini, ingat gak sama aku ? " Kata Qaila ceria. Willy hanya memperhatikan Qaila , Cici terlihat menganggukkan kepala dan Aldy masih nampak kebingungan.


" Wahh.. siapa yaa, aku Aldy " Aldy mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan .


" Ahh, aku Qaila teman Reeneta. Kita sempat bertemu di mall dan terjadi insiden kecil kan saat itu , saat kalian belanja keperluan ospek Maba, ingat ? " Kata Qaila, sambil menjabat tangan Aldy. Lalu berkenalan juga dengan Wiily dan Cici.


" Ini pasti Jordy kan ? Yang membuat kesayanganku menggila" Qaila jg menjabat tangan Jordy, meski dibalas tapi Jordy melakukannya tanpa berkata apapun, hanya mengangguk ringan.


" Kalian kenapa ? Nampak sangat murung" tanya Qaila.


" Biasa apa? kalian masih ingin OSpek ? "


" enggak lah gila, kita malah benci banget Ospek ini" kata Aldy.


" Adaa apa ? " Qaila nampak penasaran

__ADS_1


" Tadi ada senior gila yang mencoba mempermainkan Reeneta, Jordy marah banget. Liat deh Qai, sampai dia jadi batu begitu" , kata Aldy.


" Tapi udah Qai, aku gpp" kata Reeneta berusaha mengalihkan pembicaraan . Karena Qaila juga orang yang pemarah, ia ga ingin Qaila berpikir yang aneh aneh.


" Tapi kamu beneran gpp kan Reen ? Gila banget tuh senior, kalau gua disitu udah ku cabik cabik " kata Qaila.


Aldy , Willy dan Cici tampak tertawa mendengar celotehan Qaila.


" ehh.. Kenapa cari aku Qai ? " Tanya Reeneta


" Kok kenapa? Akhir Maba nihh, yuuk makan atau mau ngopi ?


" Ide bagus Qaila, ayoo makan saja " , kata Aldy.


" nahh kuy lah.. kita cari tempat"


Qaila langsung menggandeng tangan Reeneta dan berjalan keluar kampus. Aldy mengikutinya dan berbicara ceria pada Qaila. Cici dan Willy juga mengikuti mengikuti mereka. Akhirnya mau tak mau Jordy melangkah di belakang mereka, mengikuti Kemana Qaila membawa Reeneta pergi .

__ADS_1


Mereka memilih di Cafe dan mulai berbincang-bincang mencoba mengakrabkan diri satu sama lain. Qaila seakan nyaman berbincang dengan Aldy. Jordy yang duduk disamping Reeneta hanya memegang tangan Reene tanpa bicara apapun.


##


__ADS_2