Dia Canduku..

Dia Canduku..
24.


__ADS_3

" Kamu mau pesen minuman ? " , Tanya Aldy pada Qaila.


Qaila hanya memandang Aldy dan melirik segelas kopi di depannya, tanpa berbasa basi Qaila langsung mengambil gelas milik Aldy dan dihabiskan semuanya. Aldy melotot menatap Qaila, antara rasa kaget dan terpesona bercampur menjadi satu. Aldy memang tipe lelaki yang mudah kagum dengan gadis cantik.


" Ehh, lagi haus apa doyan lu ?" , Aldy berteriak pada Qaila tapi Qaila tak peduli dan dengan cepat memalingkan muka.


" Cici.. maaf yaa, aku tadi udah marah - marah berlebihan sama kamu", kata Qaila tulus. Ia merasa bersalah apalagi Cici orang yg baru dikenalnya.


" Ga papa Qaila, santai aja.. aku ngerti kamu panik banget ", kata Cici.


" Tapi Reeneta sakit apa Qai? ", Tanya Willy.


" Demam sepertinya.. saat aku tiba di apartemen nya dia udah sekarat lemes banget dan bahkan hampir pingsan.. ", Qaila menjawab sambil mengambil beberapa camilan dia atas meja. Aldy masih memperhatikan Qaila yang tak malu dan tanpa basa basi pada mereka.


" Pantas saja Jordy udah kaya mayat hidup seharian gada selera buat hidup", kata Cici.


" Iyaa .. ternyata gada kabar dari Reeneta persoalannya", Willy terkekeh.

__ADS_1


" Tapi, aku baru denger Reeneta tinggal di apartemen. Apartemen mana memang? Bukannya dulu dia katanya kos yaa ?", Tanya Aldy.


" Kalian ga tau? ", Tanya Qaila memandang raut wajah ketiga orang di depannya yang tampak penasaran.


" Jadi gini, Jordy kasih Reeneta apartemen di deket kampus , kupikir cuma aku yang belom tau, hahahah" , kata Qaila bangga.


" Jordy, kasih apartemen. Ow My God?? " , Aldy kaget.


" Yahh bukan sepenuhnya dikasih sih, Reeneta hanya disuruh tinggal disitu aja gitu, Deket kampus juga sih jadi enak buat Reeneta juga , Jordy jadi ga perlu jemput ke kos lama kan lumayan jauh " ,


" Tapi Will, emang Jordy punya apartemen yaa ? Kok aku baru tahu yaa ", Tanya Cici pada kekasih nya itu. Willy mengangkat bahu.


" Mana kutahu ... Tu anak kan suka seenaknya", jawab Aldy ogah ogahan.


Mereka akhirnya hanya bisa menebak - nebak bagaimana Jordy mendapatkan Apartemen untuk Reeneta. Bahkan Aldy sudah menyebut Jordy bucin Reeneta yang siap melakukan apa saja.


" Ahh , maaf mumpung aku bersama kalian, aku ingin tanya sesuatu. Sebenarnya kalian kelompok apa ? Kenapa bisa begitu terkenal di kalangan atas atau orang kaya. Bahkan aku dengar saking terkenalnya kalian senior bisa takut hanya dengan mendengar nama Jordy saja, ", tanya Qaila.

__ADS_1


Cici dan Willy hanya tersenyum tipis lalu wajah mereka menjadi datar lagi, sedangkan Aldy terlihat sangat bangga memamerkan senyumannya.


" Kamu Qaila seorang anak hakim agung nan terkenal di kota ini kan ? Punya dua kakak pengacara hebat, Seharusnya dengan latar belakang mu kamu bisa dengan mudah mengenali kami bukan? Aku bahkan heran sejak pertama kamu tau kami tapi tak mengetahui siapa kami " , kata Willy.


" itu lah mengapa kami bilang kalian lucu waktu itu", kata Aldy menambah kan.


Qaila menerawang ke belakang, ia ingat semua yang dikatakan orang - orang di depannya ini. Tapi semakin dipikirkan ia menjadi yakin apa yang sedang berputar di otaknya adalah kebenaran.


" Tapi Aku ga pernah cerita latar belakang ku pada kalian, tapi, bagaimana kalian bisa tau ?" , Tanyaa Qaila, sorot matanya seaakan tak yakin apa yang dipikirkannya sekarang.


" Kami tau, kamu harus sekolah di pinggiran kota, di sekolah biasa itu kaarena kejadian tak mengenakkan, kami tau semuanya Qai", kata Cici.


Qaila terkaget bukan main, ia sudah berusaha bersembunyi dari masa lalunya. Tapi ada yang tahu. Dari situlah Qaila yakin mereka bukan orang biasa.


Akhirnya Qaila bisa mengetahui semuanya. Semuanya.


Dan kini ia menjadi khawatir dan menyayangkan kenapa takdir mengantarkan sahabat baiknya , Reeneta bertemu dengan Jordy.

__ADS_1


###


__ADS_2