
...' Sayang maaf aku harus ke luar kota ada urusan mendesak , Aku segera menemui mu , begitu pulang ❤️'...
...√√...
Reeneta membaca pesan singkat dari Jordy , lalu dengan malas menaruh lagi hp nya di atas meja.
" Ada apa Reen? ", tanya Qaila yang sedang berkemas untuk segera berangkat kuliah.
" Enggak Qai, kamu berangkat sekarang?", Reeneta balik bertanya.
" Iyaa.. Deadline tugas ini benar-benar menyiksaku. Ahh iya , Pokonya kamu jangan sedih - sedih lagi yes!! Aku berangkat dulu, kalau ada apa-apa segera kabarin aku" , ucap Qaila sambil berlari kecil ke pintu depan.
Reeneta hanya mengangguk.
" Jangan macam-macam yaa Reen", teriak Qaila dari depan pintu yang membuat Reeneta pergi melihat nya.
" Apa Qai?", tanya Reeneta.
" Jangan sampai lompat dari apartemen lohh yaa", kata Qaila berusaha menghibur Reeneta.
" Ahh.. Sial" , teriak Reeneta. Dan pintu luar Apartemen segera tertutup.
Huuft ..
Reeneta membuang nafasnya dengan berat. Ia kini melihat ke arah cermin, matanya bengkak akibat menangis semalam.
Sudah lama ia tidak menangis , karena hidup bersama Jordy memang sangatlah indah. Jordy selalu memberikan kebahagiaan untuk nya.
'Untung Jordy pergi, kalau sampai dia lihat kondisi ku sekarang, pasti sangat memalukan', kata Reeneta pada dirinya sendiri.
Reeneta segera mandi dan bersiap mengerjakan tugas Skripsi nya. Sebenarnya dia sudah nyolong start untuk mengerjakan Skripsinya dari awal magang di perusahaan, karena ia ingin data pada observasi kualitatif nya lebih akurat. Saat magang bekerja ia sekalian mengamati dan menganalisis topik skripsi nya, jadi kini ia tinggal mengolah data-datanya.
' Sudah sampai Bab kesimpulan, semoga bisa segera ku selesaikan dan aku bisa segera mencari pekerjaan. Meski belum bisa wisuda dan belum punya ijazah setidaknya nanti akan dapat Surat Lulus dari Kampus, Ahh.. aku gak sabar', kata Reeneta.
Sejenak Ia ingin melupakan tentang masalah Tante Anita. Meskipun Ia juga sebenarnya takut jika Jordy akhirnya tetap akan memilih mengikuti saran dari Mama nya dan meninggalkan dirinya. Reeneta sendiri tidak ingin Jordy menjadi anak yang durhaka jika melawan Mama nya tapi tetap saja diri nya juga tidak rela jika Jordy lepas darinya. Jadi, ia ingin menguatkan hatinya sendiri.
Malam menjelang, Reeneta masih sibuk berkutat di depan laptop nya ketika suara HP berdering, dengan nomor tanpa nama memanggil.
" Hallo , ini kamu Reen?", suara dari seberang mengagetkan Reeneta.
Ia seperti familiar dengan suara itu.
__ADS_1
" Iya, benar, Maaf saya berbicara dengan siapa ya?", Reeneta menyahut.
" Ini Mama nya Jordy, Anita, Maaf juga jika merepotkan waktu mu sebentar yaa",
" Gapapa Tante... Mohon maaf yaa, ada yang bisa Reeneta bantu?", tanya Reeneta
" Aku ingin bicara dengan mu besok, Bisa kita ketemu, Jam 11 siang yaa... Di Cafe Centaury.. kamu tau tempatnya kan?", kata Tante Anita.
" Iyaa , besok saya datang", Reeneta mantap menjawab.
" Baiklah. Tante Tunggu..", Telepon mati.
' Apa yang ingin Tante Anita bicarakan ya? Emm.. bilang Jordy enggak yaa', Reeneta bicara pada dirinya sendiri.
Ia agak khawatir jika apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Tante Anita pasti ada hubungannya dengan Jordy. Tapi Jordy bilang ia sedang pergi ke luar kota kan, Jadi Reeneta memutuskan agar tidak perlu memberitahu Jordy soal telepon dari Mama nya itu.
Tuuut... Tuuut..
" Sayang.. ada apa?", suara Jordy di seberang menenangkan hati Reeneta.
Setidaknya Reeneta tahu jika Jordy masih seperti biasanya dan tidak sedang menghindari nya.
" Enggak, cuma kangen aja", kata Reeneta.
" Gpp Jord, Tutup aja deh gak jadi kangen nya", kata Reeneta yang kesal.
" Lohh...kok gitu sih", Jordy pasrah.
" Kamu kemana? ", tanya Reeneta lagi.
" Ehmm.. ada kerjaan sedikit nih, kamu tahu Mario kan? Nah dia minta bantuan aku ", jawab Jordy.
" Kamu beneran perginya sama Mario?" selidik Reeneta.
" Beneran.. suuerrr.. Yangg.. kamu cemburu", Jordy tertawa.
" Iya... buruan pulang ", Reeneta menutup telepon nya karena malu.
Jordy tersenyum sendiri, kini ia sedang bersama Willy dan Aldy , di rumah Willy. Setelah mendapatkan saran dari Willy, memang Jordy memutuskan untuk menginap di tempat Wiily.
__ADS_1
" Ehh kenapa Lu", tanya Aldy.
" Reeneta", kata Jordy.
" Kenapa Jord, dia curiga ? ", tanya Willy.
"Enggak Will, dia cemburu", kata Jordy.
" Enggak mungkin gila ... mana mungkin Reeneta cemburu sama elu Jord", bantah Aldy.
" Ehh.. Apa nih maksudnya?", Jordy menatap Aldy.
" Gak mungkin Reeneta yang seperfect itu cemburu sama elu,. lagian selama ini elu yang ngejar-ngejar dia kan", kata Aldy.
Jordy melemparkan bantal ke arah Aldy.
" Bangggke lu Al, Reeneta juga cinta sama aku lah... Emang elu cinta bertepuk sebelah tangan mulu", ejek Jordy yang di tertawa kan juga oleh Willy.
" Brenggggsek.. bentar lagi gue juga bakal punya pacar", Aldy membalas.
" Siapa? ", kata Jordy dan Willy bersamaan.
Aldy hanya tersenyum dan menjulurkan lidahnya.
" Rahasia" , lanjut Aldy.
" Ehhh.. kalian berdua inget yaa.. hari ini gue pergi sama Mario, jadi kalian jangan sampai keceplosan ke Reeneta", kata Jordy.
" Siap.. elu waspada aja sama Aldy, dia kalau udah sama Qaila bakal jadi Ember Bocor", kata Willy.
" Gilaa aja, gue yang paling bisa dipercaya kali diantara kalian. Tapi Jord.. tumben bohongin si Reeneta?", tanya Aldy.
" Ish.. kepo banget ", kata Jordy sambil nyengir.
" Elu ga selingkuh kan?", Aldy melotot.
" Ehhh .. Mulut mu !!! " , Jordy mulai kesal, dan Aldy semakin tertawa terbahak-bahak.
" Kalian nginep sini enggak, kalau iya gue ambilkan makanan buat kalian!!" ,tanya Willy.
Jordy dan Aldy mengangguk bersamaan.
__ADS_1
***