Dia Canduku..

Dia Canduku..
20.


__ADS_3

Pagi itu Reeneta berjalan sendiri menuju kampus, tidak biasanya Jordy tidak menjemput nya. Tapi ia sudah kirim pesan untu Jordy jika dirinya sdh berangkat.


' apa Jordy kesiangan yaa' pikir Reeneta dalam hati.


" Haii Reen.. Reeneta kan ? ", Tiba tiba ada seorang berjas almamater mendatanginya. Reeneta ingat ia adalah kakak senior yang berusaha memisahkan Boim dan Jordy dari perkelahian tempo hari.


" Hallo, aku Alvin, senior kamu" , Reeneta hanya menatap dan mengangguk tanda mengerti.


" Ada apa kak ?" , tanya Reeneta.


" Ahh. .. Aku sebagai panitia OSPEK merasa perlu minta maaf padamu Reen, ga seharusnya kejadian memalukan kaya gitu terjadi, nanti aku akan ajak Boim juga untuk minta maaf sama kamu", Alvin nampak serius .


" Aku mengerti kak, dan semua biarlah berlalu, aku baik baik saja sekarang" kata Reeneta, ia ingin segera mengakhiri pembicaraan ini.


" Syukurlah kalau kamu mau maafin kami, wahhh.. kamu mau masuk kampus kan ? Kita bisa ngobrol sambil jalan ? " Alvin layaknya menawari Reeneta untuk berjalan bersama. Reeneta mengangguk tanda setuju dan mulai berjalan beriringan.


" Aku sudah semester 7 Reen, kalau kamu butuh bantuan kamu bisa tanya aku. Apalagi kita sama sama dapat Full Beasiswa, nilai kamu ga boleh turun dikit aja IP mu harus naik terus atau minimal stabil lah ",


" Kakak tau aku dapat Beasiswa ? " Tanya Reeneta penasaran.


" Ahh..iya aku tau aja, aku asdos juga sih Reen, jadi banyak dosen yang cerita ke aku, kebetulan aku ikut urus berkasmu waktu itu. Jadi aku sedikit kaget waktu tau kamu kenal bahkan dekat dengan Genk nya Jordy" , Alvin menerawang kedepan, ada gurat penyesalan saat bicara pada Reeneta.


" Maksud kakak ?"


" Reen, apa kamu ga mengenal mereka ? Maksudku kamu ga dekat ahh.. aku bingung cara ngomongnya ",


" Aku memang ga satu SMA sama mereka, aku hanya kenal aja Daan... "


" Harusnya kamu jangan dekat dekat dengan kelompok menakutkan kaya mereka Reen, orang seperti kita lebih aman bergaul dengan sesama.. " Alvin menghentikan perkataannya.


" Kak , bisa jelasin gak? Maksudnya gimana ? " , Tiba-tiba dari samping taman Jordy menghampiri Reeneta dan menarik tangan Reeneta. Pandangan mata Jordy menakutkan sekali seakan ingin menghajar Alvin yang mengajak Reeneta mengobrol.


" Pagi Jord, " sapa Alvin. Tapi Jordy sama sekali tidak menggubrisnya.


Jordy masih memandang marah ke arah Alvin. Untuk pertama kalinya Reeneta tau wajah Jordy yang sesungguhnya, benar - benar Jordy memang orang yang anti sosial selain bersama teman temannya ia akan sangat dingin dengan orang lain. Sama seperti Reeneta.

__ADS_1


" Jord, ini kak Alvin, dia panitia ospek waktu itu" , Reeneta berusahan memecah keheningan.


" Aku ingin minta maaf pada Reeneta , " kata Alvin. Tapi Jordy tak berkata sepatah kata pun, ia masih diam dan benar - benar menunjukkan ekspresi tidak suka.


Karena masih hening, Alvin merasa tahu diri dan berpamitan. Reeneta aga tidak enak pada Alvin...tapi ia tidak mengatakan apapun dan hanya mengangguk tanda mempersilahkan Alvin pergi.


" Jord, " Reeneta nulai mengajak Jordy bicara.


Jordy merenggangkan tarikan tangannya pada Reeneta.


" Aku gasuka kamu ngobrol dengan cowok lain" , kata Jordy.


" Dia hanya nyapa aja Jord, kita ga sengaja ketemu Deket gerbang. Dia minta maaf atas kejadian kemaren", kata Reeneta.


" Ngapain coba ? Bikin marah aja" , Jordy masih terlihat kesal, tapi Reeneta tersenyum kecil.


" Jangan bilang kamu cemburu deh, " katanya


" Aku? Jangan harap aku cemburu sama orang kaya begitu.. tampangnya kaya rubah" , Jordy yang kesal terlihat begitu lucu.


" Ahh.. aku ada urusan, maaf aku belum sempat liat hp" , kata Jordy.


" Its okey.. udah sarapan ? " Tanya Reneeta.


" Belum, makan kamu " , Reeneta terbelalak memukul tangan Jordy dan yang dipukulnya hanya meringis.


***


Samar -samar banyak anak yang bergosip, Reeneta mendengar sedikit sedikit kalau Boim katanya babak belur.


'apa Boim senior itu ya ' , tanya Reeneta dalam hati.


Reeneta menatap tangan Jordy yang sedikit lebam, seperti habis memukul sesuatu. Pikirannya melayang,


"Wooi. . .kalian dari mana saja ? " Aldi tiba tiba masuk kelas dan berhambur ke Willy.

__ADS_1


Willy dan Cici yang sedari tadi duduk berdua entah membicarakan apa memukuli Aldi seperti biasa.


" Kalian juga baru datang? Darimana ? " Tanya Aldi ke Reeneta


" Aku dari rumah lah" , jawab Reeneta.


" Kamu Jord? Apa kamu yang bikin Boim babak belur? Banyak anak diluar kelas yang gosip in kamu tuh" , Reeneta menyimak, apa benar kekasihnya ini bakal tega mukulin orang.


" Siapa bilang ? " , Willy bertanya.


" Banyak noh anak diluar yang cerita, katanya liat Jordy mukulin Senior gila itu" , Aldi menoleh ke Reeneta.


Jordy hanya diam acuh tak acuh dan Willy sedikit menegang. Terlihat Cici berusaha mengelus tangan Willy agar tenang.


" Jord, " kata Willy yang tak diteruskan .


Jordy mengambil kursi dan duduk di paling belakang meninggalkan Reeneta yang kebingungan dan Reeneta memilih duduk disamping Cici. Willy menghampiri Jordy untuk bicara serius.


Aldi hanya mengikuti Willy dan tampak tak ingin bicara lagi, ia mendengarkan kedua sohibnya itu terlihat serius membicarakan sesuatu.


" Kalian berangkat bersama ? " Tanya Cici pada Reeneta memecah kebisuan.


" Ahh tidak.. aku berangkat sendiri, pagi tadi Jordy gabisa dihubungi, kupikir dia kesiangan" jawab Reeneta masih menerawang.


" Sangat jarang si Jordy kesiangan, ia selalu bangun pagi untuk hanya sekedar lari pagi" , kata Cici tersenyum.


" Ci.. sebenarnya apa yang terjadi, aku merasa Jordy menyembunyikan sesuatu" ,


" Reen.. sudahlah , percaya saja pada Jordy. " Cici membuka bukunya, seakan ingin mengakhiri topik ini.


Reeneta menerawang jauh, ia memikirkan perkataan dari Alvin tadi pagi, yang ga seharusny dia bergaul dengan kelompok Jordy.


Memangnya Jordy kenapa? tanya Reeneta dalam hati?


###

__ADS_1


__ADS_2