Dia Canduku..

Dia Canduku..
58.


__ADS_3

" Ma.. tunggu", Jordy mengejar Mamanya yang hampir masuk ke mobil.


" Ya Jord? ", Mamanya menoleh ke arah Jordy yang kelihatannya sangat cemas.


" Ma jangan kaya gini dong.. kenapa Mama bersikap begini sama Reeneta?", kata Jordy.


" Selesaikan urusanmu dengan wanita itu dan segera pulang ke rumah. Kita bicara di rumah", kata Mama Anita dengan tegas.


Mobil Mamanya segera melaju dengan cepat dan Jordy melangkah kembali menemui Reeneta dengan lunglai.


***


Dilihatnya Reeneta tengah melahap makanan dia tas meja, Wajah Reeneta nampak datar seakan semua tadi hanya lah mimpi dan tak terjadi.


' Mama memang orang yang cara bicaranya ceplas ceplos,. tapi tadi, ahhhh ' Jordy ingin menyangkal semua yang terjadi hari ini . Ia menjanjikan restu dari Mama nya untuk Reeneta, tapi nihil yang terjadi malah kebalikannya.


" Kok lama kembalinya?", tanya Reeneta yang masih mengunyah makanan di mulutnya.


" Maaf sayang, aku sekalian ke toilet. Emm.. Mama juga minta maaf yaa, langsung pulang begitu saja. Katanya teman temannya sudah nunggu", kata Jordy.


Reeneta tahu jika Jordy tengah berbohong , Ia juga tahu kekasihnya itu hanya ingin menghiburnya. Tapi entah kenapa memang seakan Reeneta juga bingung dengan keadaan.


" Iyaa. Aku mengerti, Mama mu sudah lama tidak kembali ke kota ini kan ? Pasti ingin reuni bersama teman temannya", sahut Reeneta.

__ADS_1


" Kamu benar,.. " kata Jordy yang hatinya masih merasa kacau.


" Makan sayang . . Mama mu sudah memesankan ini semua untuk kita kan? " , Ucap Reeneta lagi.


Reeneta benar-benar tengah mengalihkan fokus nya, ia tak ingin Jordy melihat kegalauannya saat ini. Rasa sakit hatinya dan rasa sedih yang sedang meronta-ronta. Ia tak ingin menerima kenyataan jika Mama nya Jordy telah menolaknya mentah-mentah, bahkan belum orang seperti apa dirinya.


" Enak banget yaa Jord", kata Reeneta.


" Makanlah yang banyak ", kata Jordy datar.


Jordy juga tengah memikirkan tentang Mamanya , kenapa Mama nya bersikap demikian terhadap Reeneta. Padahal selama ini Mamanya gak pernah mengurusi dengan siapa Jordy bergaul. Kini yang di pikiran Jordy hanya bagaimana perasaan Reeneta. Ia tahu Reeneta saat ini pasti sedang sangat amat sedih.


" Pantas saja Mama mu ingin kembali kesini, karena disini makanan nya seenak ini", kata Reeneta sambil memakan dengan lahap.


" Tentu saja sayang.. aku gapapa... ", kata Reeneta bersikap biasa.


" Tolong jangan masukkan dalam hati perkataan Mama tadi yaaaa...", Imbuh Jordy.


" Semua perkataan Mama mu benar kok, aku sama sekali tidak sakit hati... Kamu tenang saja", kata Reeneta berusaha menyakinkan Jordy.


" Lain kali aku akan mengatur pertemuan kedua yaa dengan Mama, semoga di saat itu Mama sudah gak sibuk", kata Jordy.


Reeneta mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


***


Jordy mengantarkan Reeneta kembali ke apartemen nya. Tapi Reeneta menolak Jordy mampir karena di dalam ada Qaila. Jordy mengiyakan. dan segera kembali untuk pulang.


" Reenn... Kamu sudah pulang? ", tanya Qaila sambil


menghampiri Reeneta yang langsung duduk di sofa depan Televisi.


Reeneta mengangguk pelan


" Kenapa kamu belum tidur Qai?", tanya Reeneta.


" Ahhhh.. baru saja selesai mengerjakan semua tugas itu ", kata Qaila yang menunjuk pada tumpukan buku di meja.


" Ohh", kata Reeneta tanpa semangat.


" Kenapa Reen,?" Qaila kini mulai penasaran.


Reeneta tak kuasa menahan air mata yang ingin keluar sedari tadi, Ia menangis sejadi -jadinya. Qaila hanya menepuk punggungnya untuk menenangkan Reeneta dan menunggu Reeneta kembali siap bercerita.


Melihat Reeneta yang menangis seperti ini, Qaila yakin kali ini adalah berita yang cukup buruk.


***

__ADS_1


__ADS_2