
" Selamat yaa Reen, project yang kamu kerjakan untuk Perusahaan Kontraktor JK , sudah sangat sempurna, banyak petinggi mereka dan pemegang saham , sangat puas dan well perusahan kita juga bisa melaju dengan pesat seperti ini... aku sangat bangga padamu. . harusnya kamu sudah bisa naik pangkat bulan depan, gimana kamu siap kan? ", ucap Bianca sambil memeluk Reeneta.
Ada tepuk tangan meriah di dalam ruang rapat itu, dan terlihat Reeneta tersenyum bahagia. Reeneta sekarang sudah menjadi manager strategi investasi yang sangat dikagumi banyak pegawai di kantornya. Bukan hanya cerdas tapi tiap langkah dan strategi nya selalu tepat.
" Selamat Reen" , ucap seorang gadis muda seumuran dengan Reeneta seraya mengulurkan tangannya. Reeneta menjabat tangan gadis tadi sambil tersenyum.
" Selamat - selamat... ",
Dan lebih banyak lagi orang di dalam ruangan tersebut yang memberikan selamat untuk Reeneta. Hiruk pikuk kebahagiaan ini adalah perayaan keberhasilan perusahaan BA Management yang sekali lagi bisa memenangkan tender besar.
" Nanti malam, aku akan mentraktir kalian semua makan malam yang enak" , kata Bianca selaku pimpinan tertinggi di perusahaan ini.
Semua orang nampak antusias dan saling berbahagia karena perusahaan mereka semakin maju, maka semakin besar juga keuntungan yang mereka dapatkan.
\=\=\=
Tiga tahun telah berlalu,
Reeneta tetap tinggal di kota NewJ dan bekerja untuk perusahaan Bianca.
Bianca mengelola perusahaan Investasi dan Saham yang sangat terkenal di kota NewJ yaitu BA Investment Management. Client mereka merupakan perusahaan perusahan besar hingga masyarakat umum yang rata-rata sangat puas dengan kinerja perusahaan Bianca.
" Tiga tahun terakhir perusahaan kami sangat terbantu karena kamu hebat Reen.. perusahaan ku yang awalnya hanya sebuah start up kecil , bisa semakin berkembang dan besar seperti ini... Apa yang kamu inginkan Reen agar aku bisa membalas semua jasamu", ucap Bianca yang kini berada di ruang kerjanya bersama Reeneta.
" Kak.. Kamu sudah memberikan apartemen mewah mu untukku, aku digaji juga dengan sangat tinggi, itu sudah sepadan bukan? Ingat aku ini sedang bekerja lho", kata Reeneta yang duduk di depan meja Bianca.
" Tetap saja.. ini semua berkat kamu. Ide , pemikiran , Langkah dan Strategi mu semua diakui oleh banyak perusahaan lain kan.. aku tau banyak perusahaan investasi yang menelpon mu hanya untuk menawari mu pindah perusahaan bukan?", ucap Bianca.
" Hahaha.. Tetap saja .. gaji yang kau berikan untukku lebih besar dari tawaran mereka kak" , Reeneta menjawab pertanyaan Bianca dengan santai. Bianca tersenyum .
" Tentu saja.. aku gak mungkin mau kehilangan orang seperti dirimu Reen" , kata Bianca .
" Lalu apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya kak" , tanya Reeneta.
__ADS_1
" BA Management sudah sangat berhasil di NewJ bukan? Sebenarnya aku punya rencana untukmu.. tak tahu kamu mau menerima atau tidak", ucap Bianca berhati-hati.
" Kenapa Kak?" , tanya Reeneta dengan penasaran.
" Aku ingin membuka cabang perusahaan ini di Kota Global Reen... " , kata Bianca, Reeneta nampak terkejut, tapi segera dirubahnya ekspresi keterkejutan di wajahnya itu dengan tatapan datar.
" Dan ... Aku mau kamu yang memimpin disana Reen", lanjut Bianca.
" Kak, ini bukan karena aku kan", Reeneta menatap Bianca dengan serius.
" Kamu sudah sangat pantas untuk kembali ke Jordy Reen.. Selama tiga tahun ini kamu bekerja dengan sangat keras , terlalu keras malah, dan aku tau kamu sama sekali tidak bisa melupakan kekasihmu itu.. Kamu harus kembali Reen", ucap Bianca.
" Aku akan kembali ketika Aku ingin kembali kesana, Kak.. kamu tidak perlu sampai melakukan hal ini untukku.. Aku sudah sangat bahagia disini...", kata Reeneta.
" Bohong, setiap kali aku melihat kamu selalu termenung melihat foto Jordy itu.. Aku jadi benar - benar ingin bertemu dengannya dan menghajarnya", kata Bianca geram.
" Dia mantan ketua gangster disana .. kak Bianca ga mungkin bisa melukainya...", ucap Reeneta sambil tersenyum.
" Sebenarnya aku juga ingin memberitahu kamu, aku ingin membuka cabang perusahaan di kota Global karena Arnold, kamu tahu kan sebentar lagi aku dan Arnold akan segera menikah jadi aku ingin punya tempat kerja di kota Arnold tinggal juga", kata Bianca .
" Perusahaan BA di NewJ sudah cukup kuat, orang-orang kepercayaan ku sudah bisa diandalkan Reen.. aku dan kamu bisa membangun BA Management di Global bukan ? Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, membesarkan BA di luar negeri plus bisa bekerja dekat dengan suami", ucap Bianca yang berbinar-binar.
" Aku akan memikirkannya dulu kak Bi.. ", kata Reeneta.
" Memikirkan apa lagi? Ini juga usul dari Arnold sebenarnya, dia sudah jadi pengacara papan atas di kota Global.. gak mungkin aku membawanya kesini, jadi aku dan perusahaan ku yang akan pindah kesana , tapi tentu saja , aku akan tetap ke NewJ kadang kala" , sambung Bianca.
" Bagaimana jika wakil mu di NewJ aku saja", ujar Reeneta penuh semangat mencoba mencari celah.
" Tidak bisa.. kamu harus kembali ke Global, kamu yang harus merintis BA di sana bersamaku... ", kata Bianca.
" Lagi pula aku tidak punya keluarga disana.. " , ucap Reeneta lagi.
" Ahhh.. kamu ingin melupakan Arnold, Qaila ? Mereka menganggap mu sebagai adik tapi kau durhaka sekali Reen.. " , kata Bianca yang berusaha meluluhkan hati Reeneta.
__ADS_1
Entah mengapa Reeneta enggan pulang ke Global, padahal kerinduannya pada Jordy selalu memaksanya menangis sendirian. Tapi sudah sekian lama sendiri membuatnya juga merasa aman di situasi seperti ini. Sendirian. Meski kesakitan yang dirasakan saat candunya berada jauh darinya.
" Qaila sekarang sudah menjadi jaksa yang hebat bukan, jaksa muda yang sungguh berani", ucap Bianca.
" Aku juga mendengar dari Kak Arnold, Qaila terlalu berani, hingga sering mendatangkan musuh baginya.. ", kata Reeneta.
" Kamu gak ingin menemui nya?", tanya Bianca.
" Ingin... Sangat ingin...", ucap Reeneta dengan lesu.
" Mama , Papaku ingin aku pulang ke Global Minggu depan", kata Bianca.
" Apa ada masalah?", tanya Reeneta.
" Kamu gimana sih? Yaa untuk bertemu keluarga Jordy dan segera melakukan pernikahan, Umurku sudah 34 tahun Reen.. aku takut jika terlalu tua lebih dari ini", ucap Bianca.
" Tenang saja, kamu masih sangat cantik Kak", goda Reeneta.
" Ahh.. aku ingin kamu ikut ke Global Minggu depan", kata Bianca.
" Oohh.. sayangnya aku tak bisa, jadwal meeting padat kak, sudah dulu yaa... bye", Reeneta segera berlari dari ruangan Bianca.
" Ehhh.. Reen.. hey.... tunggu" , Bianca berteriak, tapi sayangnya Reeneta sudah berjalan jauh.
" Dasar anak itu, susah sekali dibujuknya ", Bianca bicara pada dirinya sendiri.
...'Maaf Sayang,, sepertinya butuh waktu untuk membujuk Reeneta kembali. Tapi tenang saja, cepat atau lambat aku akan membawanya kembali ke kota Global'...
...√√...
Bianca mengirimkan pesan untuk Arnold.
Arnold yang selama ini sudah mencuri hatinya dan sudah dicintainya sejak lama, akhirnya setelah penantian panjang berhasil ia dapatkan.
__ADS_1
##