Dia Canduku..

Dia Canduku..
21.


__ADS_3

Reeneta pergi ke toilet sendirian, ia enggan pergi bersama Cici meski Cici sudah menawarkan untuk menemani.


Ia memang lebih senang sendiri kemana-mana tapi entah kenapa suasana kampus memang benar -benar tidak seperti yang ia bayangkan. Reeneta masih berkutat dengan pikirannya sendiri, dan ia teringat akan perkataan Qaila, jika kampus tidak seperti dunia SMA yang mereka jalani selama ini, lingkungan baru, anak anak baru yang entah berkarakter seperti apa. Ia ingin mengeluarkan hp nya untuk mengubungi Qaila, tapi niatnya diurungkannya, Reeneta berhenti di lorong toilet ia menghentikan niatnya untuk masuk ke toilet saat mendengar namanya di sebut beberapa kali oleh orang di dalam toilet.


" Reeneta itu kan ? " , Kata seseorang yang tak diketahui wajahnya, Reeneta masih mendengar kan, penasaran siapa yang sedang membicarakan dirinya.


" Aku liat profilnya, ia hanya seorang dari SMA biasa dan bisa masuk Global karena beasiswa, kayaknya si pinter gitu",


" Aku ngga peduli mau sepintar apa dia, aku cuma heran, ngapain Jordy bisa deket sama itu anak", Reeneta ingat suara ini, ini adalah suara Amel, gadis yang maju dengannya tempo hari pada kejadian ospek.


'Benar anak itu memang tak menyukaiku sejak awal ' batin Reeneta mengingat kembali wajah sinis Amel.


" Cuma Silvy yang cocok sama Jordy", lanjut Amel.


" Ahh apa dia masih diluar kota Mel?",


" Entahlah, akhir akhir ini aku tidak bisa menghubungi nya. Silvy sederajat sama kita, anak orang kaya dan yang pasti cocok sama Jordy. Liat saja, baru ospek aja tu anak udah bikin masalah.., aku benci banget liat dia" , terdengar kran air terbuka.


" Tapi dia emang cantik sih" , kata orang lain lagi, yang masih tak dilihat oleh Reeneta. Reeneta baru menyadari sesuatu, tak ada orang yang menyukainya disini.


" Hhhaa, iyaa sih, wajahnya hampir mengingatkanku pada Silvy, mantannya si Jordy. Sayangnya Silvy anak orang kaya dan dia anak miskin kampungan " , Reeneta kaget bukan kepalang,


' mantannya Jordy ? ' batin Reeneta.


"Ngapain kamu disini? Nguping? " Kata seseorang tiba tiba mengagetkan Reeneta.


Lalu tanpa mengatakan apapun orang itu menarik tangan Reeneta dan memaksanya dengan kasar masuk toilet.


" Ada yg nguping Mel" , kata gadis yang menarik Reeneta ke dalam toilet . Reeneta menatap sekelilingnya ada Amel bersama 2 gadis lain yang tengah membereskan riasan pada wajahnya. Reeneta melihat dirinya sendiri pada cermin.. memang sangat kontras.

__ADS_1


Amel mendekati Reeneta tersenyum sinis.


" Kampungan.. ngapain nguping ? " , Entah mengapa Reeneta enggan menjawab Amel. Ia hanya diam saja.


" Mel, biarin aja udah, kalau dia ngelapor pada Jordy habis kita Mel", kata salah seorang teman Amel.


" Percaya aku, dia ga bakalan berani ngadu ke Jordy. Iya kan !! ", Amel sedikit berteriak pada Reeneta.


Reeneta masih tak bergeming , ia hanya memandang ketiga gadis yang ada didepannya. Tak ada gurat ketakutan sedikitpun di wajah Reeneta, pikirannya masih berkecamuk tentang mantan pacar Jordy seperti yang mereka bilang.


" Heyy.. kita lagi ngomong sama angin kah? " Teriak Amel.


" Sudahlah.. aku hanya tak sengaja mendengar namaku kalian sebut ketika hendak masuk sini" , Reeneta berkata tenang. Tapi nampaknya jawaban tersebut membuat Amel marah padanya.


" Nguping ya nguping aja, ga perlu cari alesan, kamu tu ga layak tau masuk Global" , Amel memaki maki membuat ketiga teman dibelakangnya menahannya, seakan ga ingin terjadi perkelahian.


" Aku berkata apa adanya, dan bukankah kita seharusnya tidak saling mengenal, aku heran kenapa kamu membenciku padahal sama sekali belum mengenalku" , Reeneta memasang wajah datar, suaranya sama sekali tak bergetar, menandakan ia memang tak bersalah. Ketiga orang dibelang Amel mulai merenggangkan pegangannya pada tubuh Amel. Mereka terlihat merasa bersalah pada Reeneta.


" BERHENTI!! DASAR BRENNGGSEK" , Qaila terlihat masuk ruangan itu dengan wajah merah menahan marah.


" Siapa kamu?" Tanya Amel.


" Penting? Kalau aku lihat kamu gangguin Reeneta lagi, liat apa yang aku akan lakuin ke kalian. Jangan sampai aku liat tangan jelekmu itu berani nyentuh Reeneta. Aku ga main -main. Brenggsekk gilaa ", Qaila memberi isyarat pada Reeneta untuk mengikutinya keluar. Reeneta memandang sesaat Amel yang hanya mematung tak bergerak, lalu ia keluar mengikuti Qaila.


Terdengar sayup Amel bertanya pada ketiga temannya siapa yang barusan membentaknya ,tapi semua orang hanya menggelengkan kepala tanda tidak tahu.


**


" Aku antar ke kos Reen ? " ,Tanya Qaila akhirnya setelah melewati taman menuju gerbang kampus.

__ADS_1


" Aku belum cerita ke kamu, aku udah pindah ke apartemen Jordy dekat sini" , kata Reeneta.


" Hah?" , Qaila terbelalak kaget.dilihatnya Sahabat yang sudah dianggapnya adik sendiri itu lekat-lekat. Ia tak menyangka Reeneta tak memberitahu soal ini.


" Maaf yaa aku baru cerita" sambung Reeneta lagi.


" Its okay.. sejak kapan ? ",


" Sebelum ospek , aku ingin cerita sama kamu, tapi lupa terus. Ahh, tapi kenapa kamu bisa tiba- tiba ke toilet jurusanku?" Reeneta keheranan.


" Tadi aku telpon kamu, tapi gada jawaban. Lalu aku ke kelasku tapi cuma lihat Cici, saat dia bilang kamu ke toilet aku berlari ingin nemuin eloh, ehh taunya" ,


" Cici sendirian ? Kamu ga liat ada Jordy?" , Tanya Reeneta lagi.


" Gada batang hidungnya tuh.. kamu gapapa kan , wanita tadi sebenarnya siapa? " Akhirnya Qaila menanyakan keadaan Reeneta. Reeneta yang sedari tadi memang terlihat menanggung beban akhirnya bergetar lalu tak terasa air matanya keluar. Qaila yang melihat itu hanya memeluknya.


" Udah.. gapapa" , kata Qaila. Akhirnya Reeneta membuka suara.


" Aku Gatau, kenapa mereka semua membenci aku, aku merasa kedekatan ku sama Jordy awal semua ini, apa aku ga pantas Deket sama Jordy, ? " Reeneta menceritakan semua perkataan Alvin dan Amel tentang Jordy padanya. Qaila mengerutkan dahi.


" Aku ingat sesuatu, Aldy ,Willy bilang kalau kita aneh karena kita ga mengenal Genk mereka, padahal kita masuk kampus Global, tapi aku pikir itu karna mereka anak- anak orang kaya sedangkan kita dari SMA pinggiran , yaah wajar kita ga kenal", Qaila mencoba berpikir positif.


" Bukankah karena mereka berbahaya? ",


" Apa maksudmu ? ", Qaila bertanya ragu.


" Tadi pagi Boim digosipkan babak belur dihajar Jordy, tapi Jordy enggan bicara padaku",


Qaila terdiam, ia tak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


" Qai, sepertinya.. aku memang ga seharusnya sama Jordy" , sambung Reeneta. Ia hanya menatap kedepan , kosong seakan banyak unek unek yang tak bisa ia katakan.


###


__ADS_2