
Hari pernikahan Willy dan Cici tiba.
Sejak pagi Qaila , Aldy dan Jordy sangat sibuk membantu berbagai hal di acara pernikahan ini. Meskipun kebanyakan hal yang mereka lakukan hanya makan dan minum lalu lanjut mengobrol. Upacara pernikahan Willy dan Cici sudah berlangsung siang tadi. Kini menjelang sore adalah acara resepsi.
" Kamu cantik banget Ci.. ", ucap Qaila melihat ke arah cermin tempat Cici sedang dirias oleh seorang MUA.
" Makasih Qai... " , ucap Cici.
" Di luar tamu sudah mulai datang Ci, kamu tinggal ganti baju ini aja kan? Dan langsung ke acara resepsi? " tanya Qaila.
" Iyaa Qai, syukurlah semua berjalan dengan lancar.. andai Reeneta juga disini yaa Qai.. " , ucap Cici.
" Reeneta jg pasti mendoakan yang terbaik untukmu Ci.. " kata Qaila.
Cici mengangguk perlahan , bayangan masa -masa indah saat di kampus bersama Reeneta kembali mencuat. Reeneta adalah sosok kawan yang baik di mata Cici, Reeneta kerap membantu Cici dan seringkali menjadi tempat curhat yang nyaman bagi Cici.
" Jordy sama sekali tak mau keluar apartemen Qai.. jika Willy semalam tak memaksanya untuk keluar, mana mau dia hadir disini Qai" , kata Cici.
" Iyaa Ci, Aldy sudah bilang padaku, dan dia angkat tangan soal Jordy, karena memang Jordy selalu beralasan mengerjakan Skripsinya", ucap Qaila.
" Kamu benar, Jordy sudah selesai sepertinya", kata Cici.
" Lalu kamu Qai? " , tanya Cici pada Qaila.
" Aku? hmm.. Aku harus melakukan penelitian dulu mungkin.. aku lulus tahun depan saja setelah kalian", kata Qaila.
" Siapa yang tanya tentang skripsi mu Qai... aku tanya tentang gimana hubungan mu dengan Aldy? ", goda Cici.
" Ah.. kami baik-baik saja kok ,hanya .. yaa begitulah", kaya Qaila yang langsung tertawa.
" Belum selesai juga Ci" , Jordy memasuki ruang rias dan langsung menghampiri Cici dan Qaila.
" Willy sudah nungguin dari tadi sendian. . tamu lu juga sudah banyak yang dateng pengen salaman sama kalian berdua", kata Jordy.
" Bentaran dong Jord, liat nih.. rambutnya baru ditata juga" , kata Qaila yang sejak tadi menunggu Cici di dandani oleh MUA ikut membela.
Cici tersenyum mengangguk, Jordy langsung duduk di sofa di samping pintu.
" Dasar cewek. . ribet amat" , kata Jordy .
__ADS_1
Qaila dan sang MUA tertawa melihat Jordy. Dikira Jordy bikin hairdo untuk pernikahan mudah kali ahh . 😂
Tiba-tiba Aldy masuk ruangan dengan tergesa-gesa.
" Qai.. Qai .." , Aldy berteriak.
" Woy.. Napa sih Al? Aku disini", ucap Qaila.
" Reeneta Qai.. " kata Aldy yang langsung membuat Cici menoleh dan Jordy segera berdiri dari sofa tempat ia duduk.
" Kenapa Al? Reeneta Dateng ?" , ekspresi wajah Qaila berubah antusias, ia tak bisa membendung kebahagiaan.
" Bukan . . Tapi dia ngirim karangan bunga, ucapan untuk Willy dan Cici, ada di depan.. " kata Aldy kehabisan nafas karena langsung berlari dari halaman luar menuju ke ruangan ini.
" Al, segera antar Cici ke panggung, gue cek sendiri", Jordy segera berlari keluar.
" Lu yakin Al, itu dari Reeneta, " tanya Cici.
" Yakin seratus persen lah, gue liat dengan mata kepala sendiri", ucap Aldy.
Qaila dan Aldy segera membantu Cici untuk memasuki ruang resepsi yang sudah penuh dengan tamu undangan, Cici berjalan dengan anggun dan segera duduk di samping Willy yang sudah dari tadi menunggunya.
" Sorry.. rambut nya kaku banget Will.. " , ucap Cici dengan tersenyum.
" Seperti biasa kamu selalu cantik", kata Willy.
Cuci tersenyum malu mendengar godaan dari Willy yang kini telah Syah menjadi suaminya.
" Ada apa sama Jordy ? Aku liat dia berlari keluar dengan tergesa-gesa", ucap Willy.
" Kata Aldy Reeneta mengirimkan karangan bunga untuk kita, makanya Jordy mau cek langsung", ucap Cici.
" Sudah hampir tiga bulan sejak Reeneta pergi bukan .." , Willy berdiri sambil menyalami tamu undangan yang datang untuk memberi ratu pada mereka.
" Akhirnya akan mulai ada titik temu yaa Will soal Reeneta", ucap Cici.
" Semoga Ci, aku takut Jordy semakin down jika ini hanya iseng kerjaan orang", timpal Willy.
##
__ADS_1
Qaila dan Aldy menghampiri Jordy yang masih termenung diam di depan sebuah papan karangan bunga.
Benar saja ucapan selamat untuk Willy dan Cicit tersebut dengan jelas terkirim atas nama Reeneta.
" Bener kan?", kata Aldy mulai meyakinkan semua orang.
" Jadi Jord.. Menurut mu Reeneta masih di kota Global kah ?", tanya Qaila.
" Entah lah Qai" , ucap Jordy singkat.
" Yang pasti aku bahagia, tahu dia baik baik saja, jika ini benar kiriman dari Reeneta", ucap Jordy.
" Kita lacak dulu deh Jord florist yang mengirim kan ini, kita bisa tanya-tanya soal siapa yang memesankan ini untuk Willy dan Cici" , usul Aldy.
" Dari Florist mana?" , tanya Qaila.
Jordy dan Aldy langsung mencari cari nama dari lorist itu , apa mereka meninggalkan kartu nama, di papan karangan bunga tersebut.
" Ketemu!!" , kata Aldy. Qaila segera mengambilnya.
" Greens Florist ," ucap Qaila.
" Aku segera kesana cari info", ucap Jordy.
" Aku ikut Jord, " kata Aldy.
" Jangan.. kalian berdua disini temani Willy dan Cici, " kata Jordy yang segera berlari tak sabar ingin mengetahui kebenaran siapa pengirim atas nama Reeneta ini.
" Kalau ada apa-apa segera hubungi gue Jord", Aldy berteriak.
" Pastii!!!!" , kata Jordy sebelum menghilang di kerumunan parkiran mobil.
" Semoga benar Reeneta.. " ucap Qaila.
" Semoga saja Qai, Aku ingin Jordy kembali bersemangat seperti dulu lagi", kata Aldy.
Qaila dan Aldy segera kembali memasuki gedung resepsi pernikahan Willy dan Cici.
***
__ADS_1