Dia Canduku..

Dia Canduku..
57.


__ADS_3

" Kamu cantik banget Reen...", kata Qaila yang memandang wajah Reeneta di depan cermin.


" Gimana Qai udah pantas belum ketemu sama Mama nya Jordy?", tanya Reeneta.


" Aduh Reen... percaya sama aku pokoknya kamu itu udah cantik banget", Qaila tak henti-hentinya memuji Reeneta.


" Aku takut banget Qai", wajah Reeneta terlihat sangat galau.


" Sudah ah jangan terlalu banyak berpikir", kata Qaila meyakinkan.


Pintu apartemen terbuka, Jordy masuk untuk menjemput Reneeta.


" Wahh pangeran sudah datang nih", seru Qaila.


" Halo Qai... ", kata Jordy.


" Hai Jord.. Gimana menurut kamu? aku bantuin Reeneta dandan loh gimana? Cantik enggak?" , Qaila tersenyum.


" Seperti biasa selalu sempurna , cantik banget... ", Kata Jordy sambil memandang Reeneta.


" Ya iyalah Reeneta kan emang udah dasarnya cantik ditambah polesan dikit jadi makin cantik dehh.. ", ucap Qaila.


" Kamu cantik banget sayang..." Jordi menghampiri Renita sambil menyelipkan rambut panjang Reeneta ke belakang telinga Reeneta.


Hari ini Reeneta mengenakan dress dibawah lutut berwarna merah Maroon polos, hanya ada motif list pita di ujung lengan panjangnya. Dress yang Reeneta kenakan nampak simple dan sederhana namun manis saat dikenakan.


" Terima kasih Jord.. Aku deg-degan banget", kata Reeneta dengan wajah gusar.


" Tenang aja Mama nggak akan gigit kok", Jordy berusaha menenangkan Reneeta.


" Reen, boleh kan aku tunggu kamu di sini ya... malam ini aku nginep sini deh, aku mau nyelesaiin tugas biar besok langsung bisa dikumpulin, deadline banget soalnya", kata Qaila.


Renita mengangguk mengiyakan.


" Have fun yaa kalian... " , kata Qaila sambil mengantar ke pintu depan.


" Pergi dulu Qai.. ", Reeneta berpamitan.


***

__ADS_1


Restaurant yang diinginkan Mama Jordy adalah restaurant favorit Mama dan Papanya dulu. Dulunya keduanya sering kencan di restaurant Ala China tersebut.


" Kenapa sih sayang? Mukanya kok masih galau gitu", tanya Jordy. Yang menggandeng lengan Reeneta memasuki area restaurant.


" Ini restaurant China Jord? Haduuh, salah kostum gak nih?", Reeneta benar-benar nampak khawatir kali ini.


" Tenang aja, apapun yang kamu pakai, beautiful as always .." , kata Jordy sambil tersenyum.


" Nahh , itu Mama", Jordy nampak menunjuk ke salah satu meja di pojok Ruangan.


Mama Jordy sedang memainkan hp nya. Beliau mengenakan dress dengan warna yang hampir mirip denga warna dress yang Reeneta kenakan. Bedanya dress yang Mama Jordy pakai sangat elegant dan mewah dengan banyak aksen bling bling. Sekali lihat pun semua orang pasti tahu jika harganya sangat mahal. Reeneta memandang Mama Jordy dengan kagum, sangat cantik dan berkharisma.


" Ma... Kami sudah datang", kata Jordy yang langsung menyapa Mamanya. Mama Jordy yang awalnya terlihat ceria mendadak berubah menjadi biasa saja.


Reeneta amat menyadari raut wajah Mama Jordy yang awalnya sangat ceria saat masih melihat hp, berubah ketika melihat waja Reeneta yang ada di samping Jordy. Perubahan raut wajahnya begitu kentara dan ini semakin membuat Reeneta tak enak hati.


" Ma... Ini Reeneta", kata Jordy memperkenalkan Reeneta ke Mamanya.


" Ahhh iya.. silahkan duduk", kata Mama Jordy singkat.


" Hallo Tante, saya Reeneta", Reeneta berusaha bersikap wajar.


" Salam kenal Tante", Reeneta berusaha bersikap ramah meski ia tau ini tak akan berhasil. Karena Reeneta merasa Mama Jordy dari awal tak menyukai dirinya.


" Benar kata Jordy, kamu cantik sekali", kata Mama Jordy singkat


" Iyaa kan Ma .. Aku bilang juga apa!!", kata Jordy bangga.


" Jord, Mama sudah terlanjur pesan semua ini, maaf yaa.. Apa ini Oke? ", Mama Anita melihat ke arah Jordy.


" Gapapa Ma... Lagian seemua ini enak", kata Jordy .


" Kamu gimana Reeneta bisa makan makanan ini kan?", kini Mama Anita memandang Reeneta dengan wajah meragukan.


Reeneta hanya mengangguk dan tersenyum.


" Bisa Ma, Reeneta juga suka makanan China kok", kata Jordy berusaha menetralkan suasana . Ia sadar sedari tadi Reeneta kelihatan sangat tertekan dan tak nyaman.


' Entah apa yang kamu pikirkan sayang', batin Jordy dalam hati.

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu.. Jadi, Reeneta sudah berapa lama kamu mengenal Jordy?", Mama Anita mulai menyelidiki.


" Ahh.. mungkin sudah hampir empat tahun ini Tante", kata Reeneta sopan.


" Lalu kalian sejak kapan mulai pacaran?", tanya Mama Anita tanpa ekspresi.


" Itu.. juga sudah hampir empat tahun ini", kata Reeneta lagi. Ia mulai tak nyaman dengan sikap mama nya Jordy yang seakan sedang menekan dirinya.


" Reeneta , apa pekerjaan ayah dan ibumu?", Mama Anita menanyakan masih dengan ekspresi yang datar.


" Ma... Makan dulu deh ... Aku sudah lapar sekali", kata Jordy berusaha mengakhiri ketegangan ini.


" Reeneta sudah tidak punya orang tua Tante... Sedari bayi yang aku ingat, Aku selalu berada di panti asuhan. Emm.. aku seorang yatim piatu Tante...", kata Reeneta kali ini juga dengan ekspresi yang datar.


Reeneta mungkin bisa berpura- pura semua baik-baik saja, tapi ketika menyangkut latar belakangnya ia tak ingin berbohong lagi. Ia memang tidak punya keluarga.


" Ohh, jadi begitu", kini Mama Anita memasang ekspresi sinis.


" Bagaimana kamu bisa masuk Universitas Global ?", sambung Mama Anita lagi.


" Itu.. Aku mendapatkan full beasiswa prestasi ", kata Reeneta.


" Reeneta ini juara umum Ma, sudah ga perlu diragukan lagi", Ucap Jordy.


" Ohh yaa?? Jadi akan sangat sempurna jika Reeneta adalah orang dari kalangan atas juga ", kata Mama Anita.


Kini Reeneta sudah sangat yakin jika Mamanya Jordy benar-benar tidak menyukai dirinya.


" Jord.. kalian berdua makan saja yaa, Mama sudah ada janji lain dengan kawan lama Mama", kata Mama Anita sambil membereskan isi tasnya.


" Tapi Ma.. Mama sudah pesan sebanyak ini, dan belum incip sama sekali lho", kata Jordy.


" Anggap saja ini traktiran Mama untuk Reeneta. Semoga kamu menyukai yaa.. ahh... Semoga kamu bisa menikmati ini" kata Mama Anita melihat Reeneta dengan jengkel.


Mama Anita pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan, Jordy segera berlari untuk mengejar Mamanya.


Rasanya hati Reeneta seakan langsung hancur, impian nya mendapatkan restu dan hidup dengan Jordy telah tiba pada jalan buntu.


' Tante Anita gak mungkin menerima ku sebagi pendamping Jordy' , kata Reeneta dalam hati.

__ADS_1


###


__ADS_2