Dia Canduku..

Dia Canduku..
101.


__ADS_3

Reeneta terbangun saat mendengar ada dering suara hp nya berbunyi. Nomor tak dikenal memanggilnya. Tapi saat akan diangkat dering panggilan sudah mati. Berganti ketokan dari pintu yang seakan akan ingin segera mendobrak pintu itu.


'' Iya siapa?", tanya Reeneta. Tapi tak ada jawaban luar yang ada hanya gedoran di pintu yang malah semakin keras.


" Qai!!", kata Reeneta saat melihat Qaila tengah berdiri di hadapannya.


" Lama banget sih Reen?", tanya Qaila sambil nyelonong masuk kamar tanpa permisi.


" Aku sudah hampir sepuluh menit lho berdiri di depan pintu kamar mu", kata Qaila.


" Sorry yaa tadi aku ketiduran", ucap Reeneta yang lalu menutup pintu.


" Memangnya kamu ngapain saja semalam ? Kelihatan capek banget tuh? ", goda Qaila sambil cengengesan.


" Memang aku kenapa ? ", Reeneta balik bertanya.


" Issh ..ingin sekali aku mengintrogasi mu tapi wajahmu benar-benar menunjukkan kamu ingin sekali tidur, tapi sayang sekali karena aku datang, kita keluar dulu yuuk", ajak Qaila yang langsung merebahkan badannya di sofa.


" Keluar kemana? Aku mager banget tau Qai.. " , jawab Reeneta.


" Nongkrong lah ? Ngopi gimana ? Sudah lama kita gak keluar bareng lho Reen, aku ingin banget keluar sama kamu", kata Qaila.


" Ngopinya disini saja lah... Gimana? aku lelah banget soalnya", kata Reeneta sambil membujuk.


" Begitu yaa.. Oke deh.. boleh" , kata Qaila.


" Ngomong - ngomong kok tau aku disini Qai? " , tanya Reeneta.


" Dari kak Bianca dongg... Lagian aku malas pulang ke rumah , di rumah pasti masih repot karena banyak kerabat yang katanya mau datang , jadi pulang kerja langsung telpon kak Bianca tanya kamu nginep di hotel mana... ", jelas Qaila.


" Wahhh.. kalian benar benar keluarga dengan dedikasi kerja yang tinggi banget.. bisa -bisanya kemaren baru saja mengadakan pesta besar seperti itu dan hari ini semua sudah kembali sibuk bekerja", puji Reeneta.


" Di rumah juga gak ada yang diurus Reen.. semua by order lah pokoknya sudah diurus sama WO jadi gada apa-apa dirumah, cuma yaa masih ada kerabat jauh yang datang", kata Qaila.


" Iyaa .. tadi juga kak Bianca bicara begitu .. mereka mau kerja dulu baru akhir tahun nanti honeymoon nya.. ", kata Reeneta.

__ADS_1


" Hhhaa.. bisa-bisanya kak Arnold aja sih itu...karna memang tuntutan tugas", kata Qaila.


" Terus kamu gimana Qai, kerjaan mu lancar semua kan?", tanya Reeneta


" Lancar dong..Tapi memang agak sibuk sidang akhir-akhir ini", jawab Qaila.


" Kamu semangat yaa... ", kata Reeneta sambil tersenyum.


" Emhh.. malam ini aku nginep disini ya Reen", bujuk Qaila.


" Boleh saja Qai.. ", Reeneta nampak bahagia, rasa takutnya jika sahabat terbaiknya ini marah ternyata tidak terjadi. Malah Qaila masih sama sikapnya seperti dulu. Sangat perhatian padanya.


" Tunggu.. bajumu itu bukannya baju dari zaman kuliah yaa Reen.. Aku sepertinya ingat itu hadiah dari Jordy kan ? masih muat yaa, gilaa.. kamu enggak nambah berat badan ya selama tiga tahun ini.. apa malah tambah kurus sih? ", Qaila nampak heran.


' Sial , dari siang tadi aku pakai pakaian dari apartemen Jordy dan belum ganti baju dan Qaila pakai inget segala sih', batin Reeneta.


" Hehehe.. sepertinya memang badanku masih sama Qai, jadi semua baju masih muat, lagi pula ini juga masih bagus, sayang banget kan kalau tidak dipakai", ucap Reeneta sambil tersenyum. Ia malu jika harus bercerita semalam ia baru saja menginap di apartemen milik Jordy.


" Ahh kamu pakai gengsi segala bilang itu pasti baju kesayangan karena hadiah dari Jordy kan??", ucap Qaila sambil menggoda Reeneta.


" Yaa itu karena kami perhatian padamu Reen, kebahagiaan mu akan lengkap ketika kamu bersama dengan Jordy.. ", ucap Qaila.


" Untuk membenarkan asumsi mu saja sekarang aku gak berani Qai", kata Reeneta.


Qaila memandang Reeneta dengan segan, Qaila berpikir apa trauma masa lalu Reeneta begitu besar hingga membuat dirinya ingin menjauh atau menarik diri dari Jordy , orang yang jelas-jelas sangat dikasihinya itu.


" Aku mandi dulu yaa.. ", Reeneta berusaha menghindar dari topik ini sekali lagi.


" Oke.. aku pesan online saja buat makanan dan kopinya yaa", kata Qaila yang langsung sibuk membuka aplikasi jasa pesan makanan.


Reeneta segera masuk kamar mandi dan menyelesaikan mandinya.


" Qai.. kamu gak mau mandi dulu nih?", ucap Reeneta yang melihat Qaila masih rebahan sambil memainkan hp nya.


" Iyaa ini juga mau mandi.. dannn.. aku sudah mengambil baju mu yang ada di koper mu itu", kata Qaila sambil menunjuk kaos oblong milik Reeneta.

__ADS_1


" Boleh kupakai malam ini yaa.. ", pinta Qaila.


" Iyaa.. pakai saja... ahh benar juga, aku ada sesuatu buat kamu Qai", Reeneta mengambil bungkusan kecil dari dalam koper nya dan langsung memberikan kotak kecil untuk Qaila.


" Apa ini Reen?", Qaila membuka kotaknya dan dilihatnya sebuah jam tangan kecil berukir kan mutiara dan batu permata berwarna biru, warna kesukaan Qaila. Jam tangan yang berupa gelang itu membentuk huruf Q , inisial nama Qaila.


" Gilaa.. cantik banget sih Reen.. ", ucap Qaila.


" Aku tahu kamu paling suka mengoleksi berbagai jam tangan kan? ", ucap Reeneta.


" Makasih banget yaa.. ini pasti mahal banget deh, mewah begini", ucap Qaila yang langsung memeluk Reeneta.


" Meskipun telat, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk mu.. dan semoga kamu semakin sukses ke depannya yaa Qai", ucap Reeneta.


" Makasih banyak", Qaila mengusap butir air mata bahagia yang ada di sudut matanya.


" Sudah , mandi saja, sudah hampir jam sembilan ternyata", kata Reeneta.


" Oke.. nanti kalau ada tamu mungkin itu makanan datang tolong diterima yahh" , ucap Qaila yang langsung menuju kamar mandi.


" Iyaa.. langsung depan pintu kamar kan? Aku males turun nih", kata Reeneta.


" Sudah beres pokoknya. Aku sudah pesankan banyak makanan dan minuman yang enak untuk kita", kata Qaila yang berteriak dari kamar mandi.


Reeneta mulai menata kopernya yang berantakan , membereskan barang-barang nya. Ia harus segera mencari kos atau apartemen di dekat kantor dan jika perlu akan meminta bantuan Qaila untuk ikut mencarikan hunian untuknya.


Meskipun dalam pikirannya , satu satunya tempat yang sebenarnya ingin ia datangi adalah apartemen Jordy. tempat tinggalnya selama ini. Tapi memikirkan hubungannya yang masih tidak jelas dengan Jordy, Reeneta berusaha mengubur dalam-dalam keinginan nya itu


Tok..tok..tok.. terdengar suara pintu yang diketuk seseorang.


" Ahh itu pasti makanan pesanan Qaila sudah datang " kata Reeneta. Dia segera berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Dan ketika pintu terbuka, betapa kagetnya Reeneta dengan kedatangan sosok yang sangat dikenalnya.


" Lhoo.. kamu ... ", ucap Reeneta yang sedikit terbata-bata.

__ADS_1


***


__ADS_2