
Di gedung pernikahan...
Tamu - tamu di dalam gedung semakin berkasak - kusuk, banyak orang mulai saling berceloteh melontarkan versinya masing-masing.
Terlihat Bianca dan Arnold mencoba memenangkan beberapa tamu teman-teman Reeneta dari NewJ dan keluarga Arnold. Di sisi lain Cici berusaha menerangkan sesuatu ke rombongan keluarga besar Willy dan Cici dan beberapa orang yang di kenalnya.
Suasana semakin riuh, banyak celotehan, kapan acara pernikahan ini dimulai. Beberapa lainnya lagi berceletuk jika mungkin pengantin wanita kabur.
Aldy dan Willy masih menemani Jordy, pimpinan mereka yang kini terlihat lebih lesu dari sebelumnya.
Jordy sudah mulai kalut, ekspresi wajah takut dan sedihnya tidak bisa disembunyikan lagi. Mama Anita berkali - kali mencoba untuk menghubungi Eliza tapi tidak terjawab.
" Gimana Will" ,tanya Aldy.
"Entahlah Al, aku juga bingung", ucap Willy datar.
Jordy melangkahkan kakinya ,ingin berlari keluar dari gedung, pikirannya yang kalut ingin segera menemukan Reeneta.
Tapi seketika suasana dalam gedung yang tadinya riuh , tiba-tiba sunyi dengan sendirinya.
Jordy berbalik badan mencari tahu apa yang tengah terjadi. Dilihatnya Reeneta tengah memasuki gedung diiringi oleh Qaila. Jauh di belakangnya ada Eliza yang berjalan santai di ikuti oleh ajudan pribadinya.
Tanpa sadar Jordy berlari , memeluk kesayangannya itu.
" Kamu kenapa lama sekali , apa terjadi masalah?", tanya Jordy sambil menyelidiki takut Reeneta terluka.
" Nanti saja ceritanya, selesaikan dulu ritual pernikahan ini", bisik Qaila .
Reeneta tersenyum , Jordy kembali pada mode cool nya.
Mereka berdua berjalan ke altar dan langsung memulai upacara pernikahan yang sedari tadi sudah tertunda.
" Dan kalian sudah sah menjadi suami-istri ", ucap papa Jordy.
Semua tamu undangan bertepuk tangan riuh , meriah, semua terlihat bahagia.
Jordy sangat lega, akhirnya pernikahan dengan Reeneta berjalan lancar .
Satu persatu tamu mulai berpamitan. Mama Anita dan Papa Jason serta oma Eliza mengucapkan terimakasih atas kehadiran mereka.
Beberapa jam berlalu dan sekarang tinggal lah hanya keluarga dan teman terdekat mereka.
" Oke, sekarang, ada yang bisa jelasin kenapa kalian bisa setelat ini?", tanya Aldy menyelidik.
" Maafkan aku", Qaila tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya.
Semua orang nampak bertanya-tanya kecuali Reeneta dan Eliza yang hanya tersenyum kecil.
" Maafkan aku Jord, tante, om, gara-gara aku, semuanya jadi begini, aku hampir menggagalkan pernikahan ini", Qaila sedikit berteriak.
" Sssttttt, bukan salah mu Qai", ucap Reeneta.
" Sebenarnya apa yang terjadi?", tanya Willy.
" Aku dan Reeneta tidak bosa bangun, kami kesiangan tau, Kami bangun sudah hampir jam 9 , itupun karena oma Eliza datang, kalau oma tidak datang, aku... ", Qaila hampir menangis.
" Wah parah si, oma Eliza ternyata penyelamat, tapi Aldy bilang oma bawa Reeneta dan Qaila kabur lho", Willy tertawa terbahak bahak.
Kini Aldy juga menciut, dalam hati ia tengah mengumpat Willy.
__ADS_1
" Kalian ini, ada ada saja", ucap oma Eliza sambil tertawa.
" Kok bisa sih Reen?", tanya mama Anita kemudian
" Maaf ma...", ucap Reeneta.
Tapi Qaila segera menyahut kembali,
" Awalnya Reeneta sudah tidak mau tidur, tapi aku meyakinkan nya untuk tidur saja dan besok akan ku bangun kan, tapi ternyata kami berdua malah tidak bisa bangun semua", kata Qaila.
"Yang terpenting kan, acara nya sudah selesai dan semuanya lancar", ucap Cici.
Cici mendekati Reeneta.
" Selamat sekali lagi yaa Reen ", Cici memberikan pelukan hangat.
" Makasih banget yaa Ci, kamu sudah banyak membantu acaraku dan Jordy kali ini", ucap Reeneta.
" Ku doakan kamu segera hamil", ucap Cici.
Jordy dan Reeneta nampak Syok, wajah keduanya menunjukkan ekspresi yang malu.
" Woy Jord, lu mikir apaan?", Aldy berteriak mengejek lalu tertawa.
Semua orang terlihat menertawakan ekspresi Jordy dan Reeneta.
" Sialan lu Al...", ucap Jordy.
" Kalau programnya cepet, mungkin kita bisa hamil barengan lho Reen...", kata Cici.
" Kamu hamil lagi Ci?", tanya Reeneta.
" Wahh.. Selamat", ucap Reeneta.
Willy nampak kaget dan langsung menghampiri Cici dan mencium keningnya.
Nampaknya ini juga merupakan hadiah kejutan bagi Willy.
" Itu cukup bagus kalau Reeneta cepet hamil, aku bisa segera menimang cucu", kata mama Anita.
" Pasti", ucap Jordy mantap.
Reeneta menoleh ke arah Jordy sambil memelototi suaminya itu.
" Lihatlah teman - temanku sengaja memanas manasi aku agar aku iri" kata Aldy.
" Makanya kau cepat menikah juga" , kata Willy.
" Qai...." , belum sempat melanjutkan kata -katanya Aldy segera berlari menghampiri Qaila yang tiba-tiba lari ke tempat makan.
" Aduhai... Lapar sekali" , ucap Qaila setengah berteriak.
" Reen, selamat yaa dan berbahagia selalu", ucap Bianca sambil memeluk Reeneta.
" Kak, makasih banget yaa", jawab Reeneta.
" Dijaga baik -baik istrinya Jord", ucap Arnold.
" Tentu kak", kata Jordy.
__ADS_1
" Jordy, Reeneta , Hadiah pernikahan kalian sudah oma siapkan...", kata Eliza sambil memberikan kotak kecil pada Reeneta.
Reeneta membukanya dan di dalamnya ternyata tiket pesawat.
" Itu tiket honeymoon kalian, sore nanti kalian bisa langsung berangkat" ucap oma Eliza.
" Tapi omaa...aku belum mempersiapkan apapun ", kata Reeneta terlihat kaget
" Kalian ini seperti anak kecil saja, kau sudah dewasa sayang, semua perlengkapan bisa sambil dibeli di perjalanan, sudah langsung berangkat saja. Mama mu sudah minta cucu kan?", ucap oma Eliza.
" Benar Reen, sudah kalian berangkat saja, segala urusan disini mama yang handle", ucap mama Anita antusias.
Reeneta menengok pada Jordy dan seperti biasa Jordy hanya mengedipkan mata tanpa ekspresi.
##
" Bisa- bisa nya kita langsung berangkat seperti ini", ucap Reeneta sedikit kesal.
" Kenapa sayang?", ucap Jordy menjatuhkan tubuhnya , duduk di samping Reeneta.
" Lihat, make up ku saja belum terhapus sempurna lho", ucap Reeneta yang mengelap mukanya dengan tissu.
" Kalau ga bisa hilang juga gpp sayang, sekali - kali make-up jadi triple cantiknya", kata Jordy.
" Apaan sih Jord, sayang -sayang, kok geli yaa ..", ucap Reeneta.
" Inget yaa... Kamu tuh istri ku sekarang, kamu juga biasain manggil aku sayang begitu", ucap Jordy.
" Ishhh", Reeneta mengabaikan Jordy yang masih sibuk mengagumi status barunya sebagai seorang suami.
Jordy memakai celana pendek santai , dipadukan dengan kaos oblong dan kaca mata hitam, sangat santai.
Reeneta juga memakai celana jeans panjang dengan kaos dan cardigan, style keseharian nya, namun begitu mereka berdua nampak serasi cantik dan tampan paripurna hingga banyak pengunjung di bandara gagal fokus pada mereka saat itu.
" Lima belas menit lagi, pesawat ke pulau dewa berangkat, ayoo segera siap-siap ", ucap Jordy.
Dan benar saja pengeras suara segera mengumumkan agar mereka para penumpang segera menaiki pesawat mereka.
" Akhirnya , impian kita terwujud.. Impian lama kita, setelah menjadi sepasang kekasih. Membina rumah tangga", ucap Jordy.
Reeneta nampak tersenyum , tersipu malu.
Di matanya Jordy masih saja mempesona, dan candunya itu kini sudah sah menjadi miliknya, menjadi suaminya.
Reeneta melingkar kan tangannya memeluk Jordy, lelaki yang beberapa jam lalu telah sah menjadi suaminya. Ia mencoba memejamkan mata, merasakan aroma tubuh Jordy yang tag berubah sejak lama.
" Sabar sayang ", kata Jordy berbisik pelan di telinga Reeneta.
" Kenapa?", ucap Reeneta kembali membuka matanya.
" Aku sepenuhnya milikmu, malam ini", ucap Jordy lirih
Reeneta masih menerka - nerka arah pembicaraan Jordy yang tak ia mengerti.
" Lepas landing, kita cari toko baju, buat dinas nanti malam", kata Jordy lagi.
Mata Reeneta membelalak, akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh Jordy.
**
__ADS_1