Dia Canduku..

Dia Canduku..
114.


__ADS_3

Seminggu lagi..tinggal tujuh hari lagi Reeneta dan Jordy akan menikah. Semua persiapan sudah beres, Mama Anita dan Papa Jason yang mengatur semuanya. Jordy dan Reeneta tinggal menunggu dan tanpa berpikir. Selain itu teman - teman mereka jugalah yang membantu semua persiapan pernikahan ini.


Qaila dan Cici juga membantu banyak dalam keperluan Reeneta. Mereka hanya teman tapi sudah seperti saudara kandung. Bos Reeneta, kak Bianca dan suaminya kak Arnold juga banyak membantu. Benar -benar , Ini merupakan pernikahan Jordy dan Reeneta tapi keduanya tidak turun tangan sama sekali. Semuanya sudah di atur.


" Reen, hai ini kita beli sedikit perlengkapan yang kurang yaa, maaf kamu harus ikut, karena membeli perhiasan harus dengan kamu. Mama gak mau nantinya kamu gak suka sama model atau desain nya", kata mama Anita.


" Iya ma, gak apa-apa, sebenarnya kak Bianca juga sudah menyuruhku untuk cuti, jadi memang aku gak ada kerjaan lagi di kantor" , ucap Reeneta.


" Oiya Reen, kemaren Papa ke Grow.bag , melihat hasil aplikasi saham yang kalian taruh di sana. Papa jadi kepikiran buat minta kamu analisis perusahaan Papa juga, gimana?", kata Papa Jason.


" Papa ini, mana boleh memanfaatkan menantu seperti itu", sanggah Mama Anita.


" Gapapa Ma, Reeneta dengan senang hati Pa, lepas acara pernikahan ini ingin berkunjung ke tempat Papa dan Mama, nanti Reeneta lihat yaa", kata Reeneta.


" Wahh bagus itu, kalian bisa sekalian bulan madu di tempat kami", ucap Papa Jason.


" Enggak deh Reen, nanti kamu bulan madunya di Pulau Dewata saja, Mama udah kasih kalian hadiah tiket honey moon kesana", bantah Mama Anita.


" Papa ini , mengganggu saja", sambung mama Anita yang memukul Papa Jason yang sedang mengemudi.


" Reeneta dan Jordy gak bakal keberatan juga" , sanggah papa Jason.


Mama Anita dan Papa Jason yang duduk di depan saling menyalahkan dan Reeneta hanya tersenyum mendengar kan kedua mertuanya dari bangku belakang mobil.


Mobil parkir di salah satu pusat perbelanjaan modern di kota Global. Reeneta turun dan mengikuti mama Anita yang menuntunnya menuju pusat toko perhiasan yang mewah.


" Nahh, coba ukur jari dlu dan pilih desain yang kamu suka", ucap Mama Anita.


Reeneta mengangguk dan melihat -lihat model cincin mana saja yang membuatnya tertarik.


Lalu tanpa sengaja papa Jason menyenggol seseorang.


" Maaf, saya tidak sengaja", ucap Papa Jason pada wanita yang sudah cukup umur.Di belakang wanita tua itu ada empat orang lelaki yang sepertinya sedang menjaganya.


" Tidak apa-apa ", kata wanita itu yang tiba-tiba terlihat kaget saat melihat papa Jason.


" Jason.. " , sambung wanita itu kemudian.


" Nyonya Eliza?", kata papa Jason, kemudian segera mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan nyonya Eliza.

__ADS_1


Sepertinya papa Jason sangat menghormati wanita itu.


" Kau bersama Anita?", tanya nyonya Eliza.


" Benar , sebentar ku panggil kan", ucap Papa Jason.


Papa Jason segera menarik tangan mama Anita yang sedang membantu Reeneta memilih satu set perhiasan.


" Ma.. ada Nyonya Eliza", kata Papa Jason.


" Dimana?", mama Anita segera mengikuti papa Jason.


' Mungkin kenalan Papa dan Mama', batin Reeneta.


" Nyonya , anda di kota Global?" , sambut mama Anita yang langsung mencium pipi Nyonya Eliza.


Nyonya Eliza merupakan pimpinan dari Artha Grup, Perusahaan yang cukup di segani di kota Global. Tapi saat ini nyonya Eliza lebih sering menghabiskan waktu di luar negeri dibandingkan di kota Global.


" Yaa, aku ada beberapa urusan di sini, tidak sengaja bertemu kalian, aku sungguh beruntung", ucap nyonya Eliza.


" Mana ada, kami yang lebih beruntung bisa bertemu direktur Artha Grup", kata papa Jason.


" Ahh , minggu depan acara pernikahan nya, ku harap nyonya Eliza sudah mendapatkan undangan nya dan bisa hadir di acara pernikahan anak kami , Jordy", ucap mama Anita.


" Jika aku masih disini tentu saja, pasti aku akan hadir. Aku banyak mendengar tentang perusahaan anak kalian, akan sangat senang jika Jordy bisa bergabung dengan Artha Grup", ucap nyonya Eliza.


Papa Jason dan Mama Anita hanya tersenyum dan tertawa tanda setuju.


" Pa, Ma, maaf, Reeneta sudah selesai..", kata Reeneta yang menghampiri ketiga orang itu.


Nyonya Eliza terlihat amat sangat terkejut melihat Reeneta dan menatap Reeneta dengan sangat tajam.


" Maaf, apa aku mengganggu kalian yang sedang mengobrol?", kata Reeneta cepat karena melihat suasana sedikit canggung.


" Ahh bukan Reen, kenalkan ini nyonya Eliza dan maaf ini menantu kami, namanya Reeneta ", ucap papa Jason yang coba mengakrabkan Reeneta dengan nyonya Eliza.


" Salam kenal nenek, saya Reeneta", ucap Reeneta sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


" Eliza ", nyonya Eliza menyambut uluran tangan Reeneta.

__ADS_1


Tapi mata nyonya Eliza masih sangat tajam melihat Reeneta,seperti merindukan sesuatu.


" Cantik", sambung Nyonya Eliza.


" Terimakasih", kata Reeneta sedikit canggung.


" Ahh Anita, bisa aku bicara denganmu sebentar, ini mendesak!!", kata nyonya Eliza kini nampak sangat serius, dan berjalan mendahului sedangkan mama Anita mengekor di belakangnya. Wajah nyonya Eliza nampak sangat panik.


" Tentu saja" ucap mama Anita.


---


" Pa, siapa sebenarnya nyonya Eliza itu?", tanya Reeneta.


" Ahh, nyonya Eliza merupakan salah satu pebisnis legendaris. Ia merupakan direktur utama Artha Grup. Perusahannya Bergerak di berbagai bidang, mungkin kamu kurang mengenal Artha Grup karena banyak dari perusahaan terkenal adalah anak perusahaan nya. Tapi tetap saja semua dibawah Artha Grup", jelas papa Jason.


" Pantas saja kalian sepertinya sangat menghormati beliau. Dan Nenek itu yang memimpin semuanya?", tanya Reeneta.


" Iyaa.. makanya ku bilang nyonya Eliza adalah legendaris bisnis. Dimana seharusnya orang yang seumuran dengan nya sudah hidup bahagia menimang cicit, tapi beliau tetap saja harus mengurus bisnis", kata papa Jason.


" Apa Artha Grup tidak punya penerus? ", Reeneta semakin penasaran dengan sosok tersebut.


" Beliau hanya punya satu anak, dan sayangnya sudah meninggal. Aku juga kurang tahu bagaimana garis keturunan nya, tapi... sayang nya hingga saat ini, beliau masih direktur utamanya", kata papa Jason.


" Jadi kemungkinan memang Artha Grup tidak punya penerus sepeninggal beliau. Ahh.. begitulah hidup Reen.. semua tidak ada yang sempurna bukan? Pelajaran dari kisah nyonya Eliza saja bisa kamu lihat kan, Harta dan kedudukan yang sebegitu banyak dan tingginya saja tidak bisa menjamin kebahagiaan, karena keluarga nya tidak utuh", papa Jason menghela nafas.


" Tapi kamu lihat kami , Aku dan Mama mu mungkin punya harta banyak juga, tapi sayangnya kami harus tinggal terpisah dengan anak semata wayang kami begitu lama", ucap papa Jason .


" Papa benar, semua yang ada di dunia ini hanyalah fana, kadang kita iri dengan kesuksesan atau kekayaan orang lain, padahal kita tak tahu penderitaan mereka mungkin lebih besar dari yang kita lihat", ucap Reeneta.


Reeneta masih memandang Mama Anita dan nyonya Eliza yang bercakap-cakap di pojok toko, muka mama Anita nampak menegang dan nyonya Eliza sangat serius.Entah apa yang sedang mereka sedang bicarakan, tapi sesekali mama Anita memandang ke arah Reeneta. Reeneta sedikit gugup, Ia takut jika dirinya sudah menyinggung nyonya Eliza tanpa sengaja dan kini beliau sedang memarahi tante Anita.


" Pa.. kira-kira apa yang mama bicarakan ya? nampaknya mereka sangat serius", ucap Reeneta.


" Entah Reen.. tapi mama nya Anita, ahh Nenek nya Jordy merupakan kawan lama nyonya Eliza, mungkin mereka sedang bernostalgia. Apalagi, semua neneknya Jordy sudah meninggal.." , ucap papa Jason.


Tapi , entah mengapa Reeneta berpikir mereka sedang membahas tentang dirinya.


' Ahh sudahlah.. aku memang terlalu geer', batin Reeneta.

__ADS_1


---


__ADS_2