
Jordy memarkirkan mobilnya di tepi jalan , pikirannya kalut. Ia kini hanya bisa membayangkan bagaimana keadaan Reeneta saat ini, tapi ia terlalu takut untuk menemui Reeneta. Meskipun Mama nya memang tidak secara langsung mengatakan jika tidak menyukai Reeneta , tapi sikap dan ucapan Mamanya sudah cukup membuat Reeneta tahu apa yang dipikirkan Mamanya.
" Ahhh.. Sialll", teriak Jordy sembari memukul stirnya berulang kali menggunakan tangannya.
Willy sedang melajukan mobilnya dengan pelan ketika melihat mobil Jordy terparkir di pinggir jalan. Willy segera memarkir mobilnya di belakang mobil Jordy. Willy turun sesat kemudian dengan mengetuk kaca mobil Jordy.
Took...Tookk ..
" Jord.. kau di dalam? ", teriak Willy sambil meneriaki Jordy dari luar.
Jordy tersadar dari lamunannya dan melihat Willy sudah ada diluar mobilnya.
" Will .. kenapa ada disini ? ", tanya Jordy sambil membuka pintu mobilnya.
" Aku sedang perjalanan pulang dari tempat Cici, melihat sepertinya mobilmu , jadi takut kau kenapa-napa. Ini sudah dini hari, aku pikir kau kecelakaan atau apa...", kata Willy.
Tapi Jordy tidak menanggapi pertanyaan Willy , Ia berjalan gontai ke arah depan mobil dan duduk di kap mobilnya.
" Ada apa Jord?" , tanya Willy, menyadari ada yg tidak beres dengan sahabat nya itu.
" Aku bingung Will", kata Jordy datar.
" Ada apa? Bukannya Mama mu baru pulang hari ini? Kenapa kamu malah terlihat murung disini?", tanya Willy penasaran.
" Justru karena Mama ku datang, aku jadi serba salah begini", Jordy terlihat kesal.
__ADS_1
" Cerita sama aku Jord", Willy memegang bahu Jordy.
" Aku bingung Will... Mama tidak menyukai Reeneta sama sekali dan malah ingin aku bertunangan dengan keluarga Sasongko", Jordy menerawang jauh menyapu jalanan yang sepi di depannya.
" Reeneta sudah bertemu Mama mu? ", tanya Willy. Jordy mengangguk pelan.
" Kamu jangan langsung ambil kesimpulan, mungkin karena belum mengenal Reeneta saja Jord.. Coba kenalkan Reeneta lebih alam ke Mama mu , mungkin Tante Anita akan setuju", ucap Willy mencoba menenangkan Jordy.
" Mama beralasan ini karena status Reeneta yang anak yatim-piatu Will", kata Jordy dengan nada sedih.
" Memangnya apa salahnya jadi anak yatim-piatu ? Itu takdir yang tak siapapun bisa melawan kuasa Tuhan kan ?", Willy nampak kesal.
" Kamu tahu kan , Mama ku orang seperti apa? Aku yakin itu hanya alibinya saja, karena sebenarnya memang dia sudah menetapkan pertunangan ku dengan keluarga Sasongko", kata Jordy.
" Aira Sasongko, sewaktu kecil kami pernah beberapa kali bertemu", ucap Jordy.
" Lalu Reeneta?", Willy mencoba memahami situasi sahabat nya itu.
" Reeneta tidak tahu jika aku ternyata sudah dijodohkan , dia hanya mengira jika itu adalah salahnya sebagai anak yatim-piatu dan itu membuatku semakin menyesali kebodohanku",
" Aku yang bodoh dengan terburu-buru membawanya ke hadapan Mama, kupikir Mama sangat antusias karena aku memiliki pacar, tapi nyatanya .... Ahh , harusnya aku tahu jika kepulangannya hanya untuk ini", jelas Jordy.
" Kamu bisa mengatakan itu ke Om Sasongko kan ? Kamu kenal baik dengan nya karena Ia teman lama Papa mu bukan?", kata Willy memberikan ide.
" Kamu bisa mengatakan jika Kamu sudah memiliki pacar dan tak mungkin meninggalkan nya", sambung Willy.
__ADS_1
" Takutnya Mama sudah mengatur dengan rinci ,dan aku hanya takut Reeneta akan terdampak, apalagi sampai membuatnya sedih dan menderita sekali lagi. Aku takut kejadian dengan Silvy terulang kembali, Membayangkannya saja membuat ku jadi gila Will", kata Jordy.
Willy mencoba memahami keadaan sahabatnya itu, Jordy bukan orang lemah yang akan ikut begitu saja perintah Mama nya. Tapi jika dia menolak, pasti Reeneta yang akan menderita.
" Pertama-tama bukan kah kamu harus memberikan Reeneta penjelasan, Agar Ia tidak semakin salah paham denganmu", kata Willy.
" Iya Will... Aku pasti akan menjelaskan semuanya padanya, jika aku sudah berhasil membujuk Om Sasongko. Aku sama tidak ingin menikahi Aira ", kata Jordy mantap.
" Apa perlu bantuan ku?", tanya Willy.
" Tunggu aku berusaha sendiri dulu, ahh beri aku tips , aku ingin menemui Reeneta tanpa merasa canggung", ucap Jordy.
" Emmhh..kamu bisa membuat nya menunggu sehari atau dua hari ini, itu perlu agar Reeneta juga bisa menata hatinya kan? Jangan sampai dua hati yang sedang sama porak poranda nya ini bertemu dan akhirnya malah tidak mendapatkan titik temu", kata Jordy.
" Kau gila yaa? Ini saja aku sudah mati-matian ingin menemui nya, dan sekarang kau bilang harus menunggu bahkan dua hari?", bentak Jordy.
" Reeneta juga pasti ingin punya waktu berpikir lah,.. " kata Willy.
" Selama Empat tahun . . aku sudah terbiasa menemuinya setiap hari dan sekarang harus berpisah. Itu sulit Will", kata Jordy.
" Ya ampun Jord, cuma dua hari , Tapi jika kamu mau membuat nya semakin canggung pergilah sekarang juga",, Ucap Willy
Jordy melotot padanya tanda ada keraguan dengan ide sahabatnya ini.
***
__ADS_1