Dia Canduku..

Dia Canduku..
96.


__ADS_3

Dari kejauhan, rombongan Qaila , Aldy , dan Cici melangkah mendekati Jordy dan Reeneta yang memang terlihat sedang berdebat.


" Kalian kenapa sih? ", Qaila berteriak mendekati Reeneta dan Jordy yang sedang berdebat itu.


Jordy dan Reeneta memandang Qaila bergantian, kaget bagaimana bisa mereka mengikutinya sampai kesini.


" Ini.. orang ga tau malu nihh, bilang kalau aku genit sama orang asing , padahal dia yang sengaja tebar pesona di depan teman-teman ku Qai", kata Reeneta kesal.


" Katakan pada teman mu itu Qai.. jaga jarak sama orang asing, jangan mentang-mentang liat orang cakep dikit langsung genit", kata Jordy ga kalah ngotot.


" Kamu yang genit, jangan balik memutar balikkan fakta ", Reeneta kembali menatap Jordy.


" Dimana-mana wajar orang tampan memang selalu jadi bahan pembicaraan. Seperti teman-teman mu yang tak henti memujiku", kata Jordy.


" Narsis mu sudah diambang batas, coba pergilah ke psikiater , mungkin kamu sedang butuh bantuan", ucap Reeneta.


Willy , Aldy dan Cici yang berada di belakang Qaila memandang serasa tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Pasangan yang dulunya selalu nampak kompak , jarang berbeda pendapat dan terlihat saling mencintai dan menyayangi itu kini terasa seperti orang yang berbeda. Saling menyalahkan dan tak ada yang mau mebgalah.


Tapi tidak dengan Qaila yang malah tertawa terbahak-bahak. Qaila dari awal merasa sudah mempunyai insting yang mengatakan kedua orang yang ada di hadapannya itu hanya sedang terkena syndrom kangen level tertinggi.


" Ada yang aneh ?", tanya Jordy pada Qaila yang tiba-tiba tertawa tanpa ada apa-apa


" Hhhaa.. enggak.. cuma lihat orang seperti kalian adu mulut kok manis banget yaa", ucap Qaila menggoda keduanya


" Manis dari mananya ? Gila kamu!!" , kata Reeneta.


Pandangan Reeneta berpindah ke Cici, Reeneta melihat seorang anak lelaki yang tampan dan imut . Ia mendekati Cici dan menarik Leo dari gendongan Cici. Untungnya Leo menerima uluran tangan Reeneta dan bersedia digendong oleh tante cantiknya itu.


" Kamu Leo kan? Tau tidak, aku ingin banget ketemu sama kamu", ucap Reeneta yang disambut tawa dari Leo. Sepertinya Leo pun menyambut Reeneta dengan bahagia.


" Tumben si Leo, mau di gendong sama orang asing ya ?", ucap Cici pada Willy.

__ADS_1


" Apa Leo tau standar kecantikan seseorang yaa? ", Aldy memang selalu mengungkapkan hal yang aneh - aneh dan out of the box.


" Bukannya gitu Al, sepertinya dia tau Tante ini yang sering kirim hadiah buat dia waktu kecil dulu", kata Willy sambil tersenyum. Mengingat Reeneta memang sering mengirimkan hadiah untuk anak balitanya itu.


" Apa kamu juga meminta bantuan kak Arnold untuk kirim sesuatu seperti itu?" , bisik Qaila pada Reeneta.


" Tentu saja.... ", ucap Reeneta.


Reeneta tersenyum memandang Willy dan melangkah maju untuk memeluk Cici.


" Maaf yaa Ci.. baru bisa ketemu sekarang" , kata Reeneta sambil memeluk Cici dengan Leo masih ada di tangan nya


" Aku kangen banget sama kamu Reen.. tapi yang penting kamu sehat dan baik baik saja", ucap Cici sambil terharu, bisa terlihat dengan jelas ada buliran air mata di pojok mata Cici.


" Aku baik Ci", kata Reeneta singkat.


" Selamat datang Reen.. peluk juga gak nihh?", kata Aldy.


Tapi wajah Jordy menegang dan matanya melotot ke arah Aldy . Aldy puas dan tertawa.


" Kami sudah mendengar ceritanya dari Qaila, dan maaf juga kami tak pernah berkunjung kesana", ucap Cici.


" Tentu saja.. kamu sibuk dengan Beby Leo , lagi pula aku memang tidak ingin kalian tahu, bahaya nanti", kata Reeneta sambil menatap Jordy.


tring.. tring..


Telepon milik Reeneta berdering.


" Ahh iya Rin.. kenapa?", tanya Reeneta setelah memegang HP nya.


" Reen.. kita sudah mau kembali ke Hotel tempat kita akan menginap. Kamu ikut gak ? ", tanya Ririn

__ADS_1


" Lho .. kalian sudah mau kembali ke hotel ya? Aku.. tinggal saja..aku akan kesana sendiri nanti", ucap Reeneta.


" Oke kalau begitu, nanti malam kita juga mau jalan-jalan menikmati kota Global yaa", kata Ririn lagi.


" Oke . Have fun" , kata Reeneta sambil mematikan jaringan telepon.


Reeneta yang masih menggendong Leo kembali menggoda Leo dan asyik bermanja-manja dengan Leo.


" Reeneta.. seperti nya kamu semakin kurus saja", kata Aldy tiba-tiba.


" Dia kekurangan vitaminnya kayak e ", ucap Qaila.


" Apaan ?", tanya Aldy.


" Vitamin J iya kan Reen ? ", Qaila menyeletuk.


" Apa vitamin J?", tanya Aldy.


" Iya Vitamin Jordy kan? Hahaha" , Qaila dan Aldy tertawa terbahak bahak.


Reeneta mencuri pandang pada Jordy yang terlihat sedang tertawa tips tipis.


" Kita akhirnya bisa ngumpul lagi seperti dahulu, kamu gak akan pergi - pergi lagi kan Reen ?" , tanya Cici.


Reeneta hanya menggeleng kan kepalanya dan melepas senyum manis tanpa berkata-kata. Membuat semua yang ada disitu Penasaran. Ia tak ingin menjanjikan sesuatu dulu.


" Sudah yang penting fokus kita sekarang menyatukan dua orang yang sedang kekurangan vitaminnya masing-masing ini", ucap Willy.


Jordy menatap Reeneta dan Reeneta juga ternyata sedang memandang ke arah Jordy. Mata keduanya bertemu seolah-olah ingin keduanya bisa bersama lagi. Merajut dan merangkai kasih berdua.


" Kami nitip Leo yaa Reen.. kami belum bersalaman dengan Kak Arnold ", kata Cici.

__ADS_1


Reeneta mengangguk dan Aldy, Willy, Cici dan Qaila akhirnya meninggalkan Reeneta dan Jordy serta Leo di luar gedung. Reeneta masih sangat asyik bermain dengan Leo.


***


__ADS_2