Dia Canduku..

Dia Canduku..
122.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 09.45 pagi.


Gedung tempat pernikahan Reeneta dan Jordy terlihat sudah ramai.


Seluruh tamu undangan, teman , kerabat dan keluarga Jordy mayoritas juga sudah hadir di dalam gedung. Yaa, kebanyakan tamu memang dari pihak Jordy karena Reeneta hampir tidak punya keluarga.


Mama Anita dan Papa Jason terlihat sangat serasi, cantik dan tampan dengan gaun dan kemeja pesta senada berwarna emas dan hitam. Mereka menyambut para tamu dengan senyuman sumringah. Bekas-bekas ketegangan tadi malam pun nampaknya sudah mereka lupakan.


Jordy terlihat semakin tampan, rambutnya lebih rapi dari biasanya dan jas nya yang berwana hitam dengan aksen emas menambah aura kejanntanan dan ketampanannya. Siapapun wanita yang melihatnya pasti akan sama pendapat nya. Yaa.. Terlalu tampan..


Tak di sangka lelaki tampan nan dingin itu kini akan melepas status lajangnya, beberapa menit lagi...


" Jord, semua oke?", Willy menghampiri Jordy yang sudah menunggu di atas altar.


" Oke lah.. ", jawab Jordy santai, Ia nampak sangat bahagia dan bersemangat.


" Tamu sudah hampir 85% yang hadir Jord", ucap Willy. Ada nada dan raut kekhawatiran di wajahnya.


" Iyaa sudah ramai sekali, aku sangat gugup", kata Jordy. Saking tegang nya ia tidak menoleh ke arah Willy.


" Reeneta sudah datang kan? Ia ada di ruang make up kan?", tanya Jordy akhirnya.


Tapi Willy tidak menjawab.


"Ada apa Will?", Jordy menatap wajah Willy, ia langsung menyadari pasti ada yang tidak beres. Ekspresi Willy yang kalut terlihat begitu jelas.


" Emm.. Masalah nya, sejak tadi pagi Aldy berusaha menghubungi Qaila dan tidak ada jawaban, selang beberapa menit yang lalu handphone nya sudah tidak bisa di telpon.. Sudah tidak aktif", ucap Willy yang kini benar-benar terlihat panik .


" Pasti mereka hanya sibuk banget kan Will", ucap Jordy yang menyembunyikan wajah kagetnya


" Aku juga sudah menelepon Reeneta, nomornya juga tidak aktif", ucap Willy.


Jordy berlari kecil menuju meja disamping altar, di ambilnya handphone nya. Sekarang ia nampak sangat gugup.


" Kenapa nomor mereka tidak aktif ? ", tanya Jordy pada dirinya sendiri.


" Kita tunggu hingga tepat pukul 10.00 , jika Reeneta masih belum datang, aku akan coba ke apartemen nya", ucap Willy.


" Jangan Will ! Kamu tetap disini, banyak tamu, dan kolega kita yang harus kau sambut ", ucap Jordy.


" Tapi Jord ", Willy nampak keberatan.


Tapi Jordy sudah menganggukkan kepala, itu artinya sudah keputusan final. Willy hanya bisa mengerti dan pergi kembali ke kumpulan teman-temannya.

__ADS_1


" Gimana?", tanya Aldy yang juga terlihat khawatir, Aldy memandang wajah Jordy yu ang nampak di kejauhan


" Dia menyuruh untuk menunggu", ucap Willy.


" Jangan - jangan ini ulah Artha Grup, nenek itu pasti membawa Reeneta kabur", ucap Aldy.


" Jangan mengada-ada ", kata Willy.


" Kamu lihat sendiri kan, tadi malam oma nya sangat menentang pernikahan mereka . Apa....", Aldy tidak melanjutkan perkataannya.


" Aku akan coba kirim orang untuk mengecek ke apartemen Reeneta", kata Willy.


Willy akhirnya mengambil handphone nya untuk menelpon seseorang.


" Aku harap semuanya baik-baik saja jangan sampai Qaila ikut dibawa kabur sama si Oma Artha grup itu jika sampai Qaila kenapa-napa , aku akan membuat perhitungan dengan Artha group", ucap Aldy.


" Memangnya kamu bisa apa , berurusan dengan orang berkuasa seperti itu. Eliza mengedip sedikit saja kau pasti akan hilang", ledek Willy.


Aldy melotot pada Willy.


" Gimana orangmu sudah memberi kabar ?", tanya Aldy lagi.


" Udah tenang saja dia pasti akan segera memberitahukan keadaan di sana, tunggu lah ", ucap Willy.


Rombongan besar orang berpakaian rapi dan berjas hitam datang. Mereka adalah karyawan dan jajaran utama direksi dari Artha group mulai dari direktur , manager dan bos bos besar lainnya.


Mama Anita dan Papa Jason nampak terkejut akan kehadiran mereka karena tentu saja tidak menyangka jika jajaran direksi dari Artha group akan datang ke pernikahan Jordy dan Reeneta.


" Kami mohon maaf datang beramai-ramai seperti ini" , ucap salah seorang pria paruh baya.


Di lihat sekilas saja mama Anita langsung bisa menebak jika orang itu adalah salah satu Direktur utama anak perusahaan Artha Grup.


" Tentu saja tidak ada masalah, kami sangat bahagia menerima kedatangan kalian", ucap mama Anita.


" Dan terima kasih sudah menyempatkan hadir", sambung papa Jason.


" Kami disuruh cepat datang kemari tapi kenapa tidak terlihat nyonya Eliza nya", ucap yang lain.


" Ah maafkan kami, rombongan pengantin wanita belum hadir", ucap mama Anita.


" Kami pikir kami diundang untuk segera datang kemari pasti semua sudah disini makanya tanpa basa basi kami langsung datang ke sini tapi untunglah kami lebih baik menunggu lagi daripada kedahuluan nyonya", ucap pria berjas itu.


Terdengar kasak - kusuk di antara tamu undangan yang lain. Mereka tidak menyangka ternyata calon pengantin wanita adalah pewaris Artha Grup.

__ADS_1


" Tapi apa benar dia adalah cucu nyonya Eliza ", tanya seseorang.


" Tentu saja tante Eliza sendiri yang sudah melakukan tes DNA dan hasilnya 100% cocok", jawab mama Anita.


" Tidak disangka ya perjuangan nyonya terbayarkan meskipun harus menunggu berpuluh-puluh tahun lamanya", beberapa nampak terlihat lega namun banyak juga yang masih menyangsikan nya.


" Dan tidak disangka ternyata cucu Artha Grup juga bukan orang sembarangan, melainkan calon istri dari pemilik Grow.bag ", sahut beberapa orang lagi.


" Ahh, kebetulan mereka teman saat kuliah, jadi memang sudah kenal lama", ucap papa Jason.


Papa Jason langsung mempersilahkan mereka untuk menempatkan diri. Rombongan itu akhirnya menyebar untuk sekedar mencari minum atau duduk duduk melepas pegal.


Waktu sudah hampir jam setengah sebelas siang, tapi tanda-tanda kehadiran Reeneta masih belum nampak.


Jordy semakin tegang.


" Apartemen Reeneta dalam keadaan kosong", ucap Willy pada Aldy


" Serius? ", Aldy sedikit kaget.


" Gimana ngomong ke Jordy nya? ", Willy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ahhh.. Pasti deh , ini ulah oma nya", ucap Aldy.


" Kalau benar Reeneta di culik, oma Eliza tidak mungkin mengundang jajaran direksi dan orang orang penting di Artha Grup , memang dia mau malu dihadapan seluruh anak buahnya itu" , ucap Willy.


Aldy mengangguk angguk mencerna perkataan Willy.


" Benar juga yaa..." , kata Aldy.


" Masih belum ada kabar?", ucap Jordy yang ternyata kini ada di belakang Aldy.


" Sorry Jord", kata Willy.


" Apa mungkin terjadi sesuatu pada mereka?", ucap Jordy.


" Ahhh, benar juga, Eliza itu kan punya banyak musuh, jangan -jangan", Aldy kembali berimajinasi dengan liar.


" Acara harusnya mulai tepat jam sepuluh , lihatlah.. Tamu sudah banyak yang bergunjing", Jordy menatap nanar.


" Tenanglah Jord, Reeneta tidak mungkin kabur kan, ada Qaila juga yang pasti akan menjaganya ", kata Willy menenangkan.


***

__ADS_1


__ADS_2