
" Reen" , Qaila berlari menghampiri Reeneta dan Jordy.
" Qai, kamu dari mana ? Aku nyariin kamu dari tadi", Kata Qaila sambil terengah-engah karena berlari.
" Maaf yaa.. tadi niatnya mau cari bantuan e malah ketahan mobil ga bisa lewat jadi nungguin masa yang lewat" , Qaila lalu menengok kanan kiri seakan mencari sesuatu. Ia tersenyum ketika melihat Willy , Cici dan Aldy menghampiri mereka.
" Kamu oke Al ?", tanya Qaila pada Aldy.
" It's oke Qai, cuma badan capek ngladenin orang orang itu", kata Aldy sambil tersenyum.
" Jadi mereka siapa sih ? ", tanya Qaila.
Tapi belum sempat ada yang menjawab , Willy memotongnya.
" Jord.. kita harus bertindak sih ini", kata Willy serius.
Semua orang yang ada disana mulai melihat ke arah Jordy, Jordy yang masih menggenggam tangan Reeneta masih diam lalu mengangguk pelan.
***
Di kediaman Andri.
" Mereka pasti sudah tau kalau itu ulah kita" , kata Silvy.
" Kamu terlalu gegabah Vy ", kata Andri yang membawa dua kaleng Cola. Dia memberikan satu kaleng pada Silvy.
" Aku merasa mereka sudah mulai meninggalkan gaya lama mereka, Kalau dulu Jordy pasti sudah mengerahkan banyak anggota Genk untuk menyerang kita", kata Silvy sambil tersenyum jahat.
" Dulu dia masih bocah yang ga bisa berpikir jernih , sekarang dia sudah mulai dewasa" , lanjut Andri.
__ADS_1
" Ahh.. kamu bilang sekarang dia punya pacar, siapa wanita itu?", tanya Silvy.
" Gadis yang pernah merebut hatiku tiga tahun lalu" , kata Andri sambil tersenyum.
" Siapa? Tiga tahun lalu ? Saat kamu diasingkan ?", Silvy menyelidik.
" Yups, gadis yatim piatu yang sangat cantik", kata Andri sambil merangkul tangan nya ke bahu Silvy.
" Pasti seseorang yang miskin , hhhaa", Silvy tertawa puas.
" Lepas dariku tak ku sangka selera Jordy menjadi aneh", lanjut Silvy.
" Dia amat cantik ", kata Andri.
" Kamu berani bilang dia cantik di depanku?", Silvy terlihat marah.
" Jangan marah dong, dia memang cantik tapi terlalu naif dan polos, bukan tipeku", jawab Andri.
" Tentu harus kita bahas, karena lewat dia kita akan menyiksa Jordy", Andri tersenyum licik
" Maksudmu? ", Silvy keheranan.
" Kita berdua diasingkan gara-gara Jordy dan teman temannya itu bukan? Jika kita ingin membalas dendam padanya, Saat ini kelemahan Jordy hanya Reeneta", Andri menjelaskan.
" Reeneta ??", tanya Silvy.
" Nama gadis itu.. Reeneta", Andri menenggak kaleng cola lagi.
***
__ADS_1
Di Apartemen Reeneta.
" Jadi gimana? Apa yang akan kita lalukan selanjutnya?", tanya Willy.
" Tapi Jord, kamu yakin dia Silvy ?", tanya Aldy sambil menatap Jordy.
" Siapa lagi sih Al, kamu inget kan aku pernah ngeliat dia waktu liburan kemaren. Dan pikirkan lagi, siapa yang berani menyerang kalian secara terang-terangan seperti itu, jika bukan dia ? ", Kata Cici yang mulai emosi.
Qaila yang sedari tadi duduk disamping Aldy hanya bisa mendengar kan obrolan mereka berempat tanpa ikut campur. Dia memikirkan Reeneta yang juga sama hanya diam disana. Reeneta yang sama sekali tak tau apa apa tentang masalah ini. Bahkan sampai saat ini Reeneta belum tahu tentang latar belakang Jordy dan ditambah lagi soal Silvy yang mana adalah mantan pacarnya Jordy.
' Ahh.. soal, gimana aku memberitahukan masalah ini pada Reeneta yaa? Gadis bodoh ini, hanya melihat Jordy sekarang, tanpa memperdulikan lagi keselamatannya' , pekik Qaila dalam hati.
" Benar, orang itu juga bilang yang menyuruhnya adalah Nona Muda, kita semua tahu siapa orang itu" , Jordy berkata datar.
" Kita harus bersiap-siap kalau begitu, ancaman yang datang kedepannya mungkin lebih berbahaya dari ini" , kata Willy.
" Will... ", Cici seakan ingin mengutarakan sesuatu, tapi ditahannya.
" Tenanglah Ci, asal kita bersama, semua bisa jadi akhir dari masalah ini", kata Willy mencoba menenangkan kekasihnya itu.
" Maafkan aku. Ini semua terjadi gara gara aku. Jika saja waktu itu aku tidak gegabah dan mendengarkan saran dari kalian. Mereka gak mungkin kembali ke kota ini lagi", Jordy tertunduk lesu.
" Kamu gak salah Jord, sudahlah... " , Kata Aldy.
" Emm.. teman - teman apa sebaiknya kita pergi, sepertinya Jordy butuh waktu berdua dengan Reeneta", tiba - tiba Qaila menyeletuk.
Sebenarnya , ini cara Qaila untuk memberi teguran pada Jordy agar jujur pada Reeneta. Semua mata tertuju pada Jordy yang sedari tadi memang hanya diam seakan tertekan di samping Reeneta.
Semua orang seakan paham dan undur diri.
__ADS_1
###