
Reeneta masih memainkan ponselnya, ia menyukai game pengasah otak. Makanan pun datang setelah 20 menit menunggu, sedang Jordy sepertinya ketiduran. Setelah berterima kasih pada pelayan, Reeneta berusaha membangunkan Jordy. Ia berdiri ke arah Jordy yang menyandarkan tubuhnya di tembok.
" Jord", Reeneta memegang bahu Jordy dengan lembut. Tapi Jordy seakan memang telah larut pada mimpinya.
" Jord.. Jordy... Makanan mu datang, tadi katanya lapar", kali ini Reeneta menggoyang-goyangkan bahu Jordy. Tapi Jordy masih tak bergeming. Reeneta mendekatkan wajahnya ke wajah Jordy untuk melihat apa Jordy benar benar ketiduran. Ketika Reeneta menunduk tepat dihadapan Jordy , mata Jordy terbuka mendadak dan membuat Reeneta kaget lalu berusaha mundur. Tapi dengan cepat Jordy menangkap pinggang Reeneta dan melingkarkan tangannya disana.
" Mau kemana? " , Tanya Jordy.
" Kaget Jord " , kata Reeneta sedikit malu karena saat ini wajah mereka begitu dekat.
" Biarkan begini, sebentar saja", kata Jordy sambil menyandarkan keningnya di bahu Reeneta.
" Kamu gada yang mau ditanyakan padaku", tanya Jordy lagi.
" Banyak, tapi tunggu kamu stabil dulu, gak marah marah kaya gini " , kata Reeneta sambil membelai rambut kepala Jordy.
" Maafkan aku yaa sayang... Selalu buat kamu khawatir ", Jordy membayangkan bagaimana seandainya Reeneta tahu segala masa lalunya yang kelam, masihkan Reeneta bisa menerima nya.
" Dimaafin ", kata Reeneta sambil tersenyum manis.
Jordy mengangkat wajahnya, lalu mencium kening Reeneta.
__ADS_1
" Kamu dekat sama Andri", tanya Jordy.
" Cuma temen SMA, ga bisa dibilang Deket juga, kita jarang ngobrol, ga pernah keluar main bareng, ga pernah nongkrong bareng" , jawab Reeneta.
" Kamu tahu ? Dia sebenarnya anak orang kaya juga Reen, dulu sering main juga sama kami. Cuma dia sedang diasingkan dan kebuang ke pinggiran kota, mungkin itu sebabnya dia sekolah di tempat kamu dulu ...", Jordy berhenti. Ia menimbang perkataannya. Reeneta masih menunggu,
" Aku baru tahu ternyata dia orang kaya", kata Reeneta.
" Dia melakukan kesalahan yang fatal, jadi harus meninggalkan keluarga dan kemewahan nya ",
" Lalu kenapa kamu seperti dendam sama dia", tanya Reeneta.
" Dia melakukan kesalahan padaku dan teman teman ku, dasar memang bodohh!!", Jordy merasa kesal.
" Makan ?" , Tanya Jordy yang hanya di berikan anggukan oleh Reeneta.
" Makan kamu dulu gimana?", kata Jordy yang tanpa izin lagi langsung mencium Reeneta, tanpa penolakan Reeneta membalas pagu tan bibir Jordy. Mereka berciu man cukup lama. Entah mengapa Reeneta selalu nyaman dengan perlakuan Jordy yang memang lembut sekali saat melakukan ciuman tapi dirinya masih saja merinding merasakan sensasi seperti ini.
"Sudah, cepat makan", Reeneta melepaskan pelukan Jordy, dan Jordy hanya mengangguk pelan.
***
__ADS_1
Latar berganti menunjukkan sebuah rumah mewah dua lantai yang bercat emas. Di dalam sebuah kamar sedang bercengkrama Wanita dan Lelaki sebaya. Kamar nampak berantakan dengan seprei yang belum tertata rapi.
" Kamu sudah pulang", tanya wanita itu.
" Ehmmm", lelaki itu hanya menjawab seadanya.
" Gimana kamu udah ketemu mereka ? " , Tanya seorang wanita yang langsung duduk di pangkuan pria itu.
" Sudah, hanya Jordy dan pacar barunya", pria itu menjawab pertanyaan wanita itu sambil mulai mencium bibir wanita itu.
" Dia punya pacar?", tanya wanita itu cukup kaget.
" Kenapa? kamu masih cemburu ?", tanya lelaki itu, melepaskan ciumannya.
" Jangan gila!!! Jadi gimana menurutmu ?", Wanita itu melingkarkan tangannya lebih erat memeluk pria itu.
" Sepertinya kali ini akan lebih seru" , kata pria itu.
" Kamu dapat ide apa?", Tanya wanita itu lagi.
" Sabar Vy...", Andri membuka kancing baju Silvy. Silvy mulai menikmati segala sentuhan dari Andri. Dan mereka mulai ber cum bu.
__ADS_1
Wanita itu adalah Silvy yang sedang bersama dengan Andri. Mereka berdua berada di rumah Andri dan entah apa yang sedang mereka rencanakan.
###