Dia Canduku..

Dia Canduku..
103.


__ADS_3

" Oiya Reen.. BA Management sudah punya kantor baru kan disini? ", tanya Qaila membuka obrolan dengan topik baru


" Iyaa.. mungkin dalam satu atau dua Minggu ini, sudah siap di pakai kantornya , kalau sekarang masih proses renovasi", kata Reeneta.


" Wahh.. dimana kantor barunya Reen ? ", tanya Aldy.


" Komplek pertokoan Merdeka sepertinya , " ucap Reeneta.


" Wahh.. keren.. BA memang gak kaleng-kaleng, itu tempat elit kan?", sambung Aldy lagi.


" Iya kompleks pertokoan mahal sih, memang kalau bisnis saham mereka akan mencari tempat dan target pasar yang sesuai ", kata Qaila.


" Benar sekali", ucap Reeneta.


" Kalau kamu butuh bantuan hacker yang handal, temui aku saja Reen. . aku bisa dengan mudah membantu dirimu", kata Aldy.


" Nahh.. sepertinya aku ingin meminta bantuan mu Al, ahh, tapi ini bukan soal hacker sih, bukan hanya untuk Aldy sih , tapi kalian semua.. " kata Reeneta agak meragu.


" Apa Reen ? ", tanya Qaila nampak syok.


" Aku butuh apartemen atau kos yang dekat dengan jalan merdeka itu, pokoknya yang dekat dengan kantor" , kata Reeneta.


" Yaah .. daerah situ penuh pertokoan dan perkantoran Reen.. mungkin agak sedikit susah kalau cari daerah sekitar sana", ucap Aldy.


" Kenapa gak balik ke apartemen lama mu saja sih Reen, kan lumayan deket sama jalan merdeka tuh, " Qaila menyeletuk.


" Qai... ", Reeneta berusaha menahan Qaila.


" Ahh iyaa benar tuh, kalau jalan mungkin cuma 10 menitan , kalau nebeng mobil si Jordy malah lima menit juga sampai", kata Aldy.


" Kamu gak mau balik ke apartemen Reen?", tanya Jordy akhirnya angkat bicara.


" Emang ada hunian kosong? ", tanya Reeneta yang benar-benar sudah bingung harus menanggapi topik ini dengan jawaban yang bagaimana.

__ADS_1


Dari awal , Reeneta , gadis miskin yang tak punya apa-apa. Ia tak punya tempat tinggal dan tak punya keluarga untuk di tuju. Tujuan hidupnya sejak bertemu dengan Jordy yaa memang hanyalah Jordy.


" Kamu boleh kembali ke apartemen dan aku akan kembali ke rumah Reen", kata Jordy.


" Jangan dong, itu kan milik mu", ucap Reeneta.


" Kalian ini sebenarnya kenapa sih, marahan ?", tanya Aldy.


" Belum baikan yaa kalian?", Qaila memandang Reeneta sendu, sahabat terbaik yang dimilikinya memang selalu memiliki jalan hidup tak mudah. Tapi kini Qaila berharap mereka berhasil menyatukan Reeneta dan Jordy.


" Kenapa sih.. aku dan Jordy baik-baik saja kok.. iyaa kan Jord?", kata Reeneta berusaha tersenyum.


Jordy hanya tersenyum , Reeneta memang selalu keras kepala, tapi kali ini adalah yang paling keras.


" Nanti yaa.. coba aku carikan dulu , mungkin ada hunian kosong yang ingin di sewakan atau dijual , aku kabari kamu", ucap Jordy pada Reeneta.


Reeneta hanya mengangguk.


Malam sudah semakin larut, Qaila dan Aldy makin hanyut dalam perbincangan mereka sendiri dan lama-kelamaan Qaila tertidur di sofa sedang Aldy tidur di atas karpet di bawah sofa tempat Qaila sedang tidur.


" Dasar, mereka minum kopi tapi bisa-bisanya mereka terlelap begini", kata Reeneta.


" Sepertinya Aldy memang sengaja memberikan obat tidur pada minuman Qaila, Ia tahu Qaila dalam seminggu ini padat banget aktivitas nya. Mulai dari sidang sampai acara pernikahan kemaren, dia ingin Qaila istirahat agar tidak stress , tapi sepertinya dia ikut meminum obat itu", kata Jordy.


" Ahh begitu.. Kalau begitu biarkan saja mereka tidur disini, aku tak tega membangun kan Aldy", kata Reeneta. Jordy menjawab dengan mengangguk.


" Aku permisi ke toilet dulu", ucap Reeneta yang langsung berdiri dan pergi.


Jordy juga ikut berdiri, membawa kopinya menuju balkon di samping kamar ini. Sepertinya kamar yang di sewa Reeneta memang VIP karena menyediakan balkon juga di dalam kamarnya. Jordy mengambil sebatang rokok dan menyalakan nya. Dihisapnya kuat kuat rokok itu sambil memandang pemandangan malam kota Global dari balkon.


Ketika kembali dari toilet, Reeneta melihat Jordy sudah berada di luar balkon dengan kaca pintu yang sudah tertutup rapat. Dilihatnya asap rokok yang membumbung tinggi lalu menyatu dengan gelapnya malam.


Reeneta ragu-ragu , haruskah Ia pergi tidur saja atau menyapa Jordy terlebih dulu. Tapi akhirnya Ia memilih untuk mengikuti Jordy keluar balkon.

__ADS_1


" Enggak dingin?", ucap Reeneta yang langsung berdiri di samping Jordy.


Mengetahui Reeneta menyusul dirinya dan kini Ia berada di sampingnya membuat Jordy segera mematikan rokoknya yang masih separoh belum habis di hisapnya.


" Kenapa keluar, ini dingin banget ", ucap Jordy.


" Ahh. . Kebiasaan rokokmu sudah berganti yaa", kata Reeneta yang masih memandang kelap-kelip lampu kota.


" Setelah kepergian mu, aku mengganti menghisap rokok batangan daripada harus menghisap liquid saja", kata Jordy.


" Emm.. sebenarnya aku mau minta maaf atas tindakan kekanak-kanakan ku ini", kata Reeneta yang berkata dengan jantung berdegup kencang


" Aku akan selalu mencoba mamahami", ucap Jordy.


" Sebenarnya sejak di NewJ aku banyak berpikir hal-hal diantara kita seperti tidak mungkin hubungan yang kandas selama tiga tahun ini , tiba-tiba kembali normal seperti dulu, jadi aku mulai berinisiatif untuk menjaga jarak darimu", ucap Reeneta.


" Aku paham, tapi bisakah kamu jawab dengan jujur? Masihkah kamu mencintai ku Reen ?" , tanya Jordy.


" Tak pernah seharipun waktuku tidak terpikirkan dirimu", jawab Reeneta.


Jordy langsung memeluk Reeneta, Kebahagiaan nyata terpancar dari wajahnya. Mengetahui kenyataan bahwa Reeneta tak pernah berubah , dan memang selalu mencintai nya amat sangat membuat Jordy merasa bahagia.


" Aku pun takut sebenarnya , tapi rasa malu ku tak lebih besar dari rasa sayang dan cintaku padamu Reen.. , makanya aku selalu meminta mu untuk kembali padaku. Tapi akhirnya aku mulai paham, sebenarnya kamu hanya butuh waktu untuk adaptasi dan aku juga butuh waktu lagi. Jadi aku tidak akan memaksa mu lagi ,. ", ucap Jordy.


" Jord... ", Reeneta tak melanjutkan perkataannya. Ia masih diam dalam pelukan hangat Jordy semenjak tadi.


" Tolong jangan sungkan lagi padaku. Perlakukan aku sama seperti Aldy atau Qaila yang tetap bisa berteman dan bergaul baik dengan mu", ucap Jordy.


" Hubungan cinta kita gak mungkin kita hindari, jadi jangan pernah menghindari ku lagi, itu membuat ku menjadi gila Reen.. ", sambung Jordy.


" Aku akan terus menunggu kamu, hingga kamu benar-benar siap kembali padaku lagi Reen", ucap Jordy.


" Terima kasih ", ucap Reeneta, yang semakin membenamkan dirinya makin dalam ke dada bidang Jordy.

__ADS_1


Ada rasa leluasa sekarang pada diri Reeneta. Ia sudah mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan yang masih menjadi kebimbangan nya pada Jordy, dan untungnya Jordy menerima semua keputusan Reeneta. Dan mereka berdua sama-sama akan saling menunggu, saling menguatkan hingga sama sama saling seiya dan sekata untuk bersatu kembali.


***


__ADS_2