
" Al, kamu dimana ? ", tanya Qaila.
Qaila langsung menelepon Aldy, begitu Reeneta pergi, hasrat nya untuk segera memberitahukan kedatangan Reeneta pada teman-temannya sudah tak terbendung lagi
" Ini baru saja sampai parkiran gedung, kenapa ? Sudah kangen yaa?", ledek Aldy.
" Ish.. jangan bercanda dulu deh, parkiran sebelah mana? ", tanya Qaila
" Sebelah mana ini yaa.. pokoknya dekat pintu masuk , parkir sudah penuh ramai banget ini", ucap Aldy.
" Makanya jangan telat ih", kata Qaila.
" Tadi aku menjemput Cici dan Willy juga soalnya", ucap Aldy.
" Oke tunggu disitu..aku kesana saja, ada yang mau ku bicarakan penting!", kata Qaila.
" Ada apa sih Qai.. kok gak sabar banget", Aldy belum sempat mendapatkan jawaban telepon sudah mati.
Qaila telah mematikan sambungan teleponnya.
" Ehh sial ni anak", Aldy berteriak.
" Kenapa si Al ? ", tanya Cici yang masih duduk di bangku belakang.
" Qaila nih.. entah kenapa gak sabaran banget deh...katanya mau ada yang dibicarakan penting", jawab Aldy.
" Cuma sama kamu kan Al? Gimana kita masuk dulu sayang? " , tanya Willy pada Cici.
" Gimana Al? Kita masuk duluan gapapa nih? ", tanya Cici.
" Bentar- Bentar, tungguin gue dong. Eh.. itu dia orangnya ", Aldy menunjuk ke arah Qaila yang tengah berlari menuju mobilnya.
" Hay guys", kata Qaila yang langsung masuk ke mobil Aldy dan duduk di samping Cici.
" Hello.. Baby Leoo...", Qaila mencubit lembut pipi Leo, yang duduk di pangkuan Cici. Melihat anak kecil yang menggemaskan membuatnya lupa dengan tujuan nya kenapa tergesa-gesa kesini.
" Ehh . . Kenapa Hairdo mu terlihat berantakan ? Makeup mu juga luntur tuh? ", ucap Cici pada Qaila.
" Ahh benar juga", Qaila mengaca pada kamera hp nya.
" Sebenarnya ada yang ingin ku beritahukan pada kalian ", kata Qaila.
" Soal apa? ", tanya Willy.
" Reeneta.. dia sudah kembali", ucap Qaila.
__ADS_1
Wajah Aldy, Willy , dan Cici nampak kaget dan tidak percaya.
" Serius Qai ? ", tanya Aldy.
Qaila mengangguk pelan.. lalu menceritakan semuanya yang telah dia dengar langsung dari Reeneta, pada sahabat sahabat nya itu.
" Ahh.. pantas Jordy pergi ke NewJ kan kemaren ? " kata Willy.
" Iyaa.. dia cerita padaku kalau menemukan orang yang mirip dengan Reeneta saat daring seminar tentang saham", kata Aldy.
" Aku bahkan tidak menyangka dan tidak terpikirkan sama sekali, kakakmu ternyata yang sudah membantunya Qai.. " , ucap Cici.
" Aku juga kaget banget.. teganya mereka menyembunyikan ini semua dariku" , ucap Qaila.
" Yang penting kita akhirnya tahu , jika selama ini dia aman kan? ", ucap Aldy santai.
" Tapi.. Jordy..." , Willy enggan melanjutkan perkataannya.
" Semua butuh waktu sayang, mungkin Reeneta juga butuh waktu untuk memantapkan hatinya lagi ", ucap Cici yang melihat Willy tengah khawatir.
" Aku cuma takut, Jordy selama ini sabar menunggu Reeneta. Dan ketika penantian nya tiba , malah begini jadinya. Kamu tahu kan Jordy bisa saja melakukan hal yang diluar batas" , kata Willy.
Semua nampak terdiam, Jordy memang sedikit keras kepala. Ada kekhawatiran pada Willy jika Jordy akan memaksakan kehendaknya pada Reeneta.
" Hey.. kamu jangan lupa.. ini Reeneta, kalau pun Jordy akan memaksa , tak mungkin ia tega menyakiti Reeneta bukan? ", kata Qaila.
" Tak ku sangka... Mereka malah jadi orang asing, padahal ku kira saat pertemuan mereka akhirnya, semua akan berbahagia", sesal Aldy.
##
" Selamat Boss..." , kata Reeneta sambil memeluk Bianca.
" Thanks Reen.. kok kamu telat sih, anak-anak BA sudah dari tadi lho", kata Bianca.
" Ketemu sama Qaila dulu kak", kata Reeneta.
" Kamu sudah cerita semua pada Qaila?" ,tanya Arnold.
" Sudah kak.. dan pasti sekarang dia sudah menyampaikan pada yang lain juga", ucap Reeneta.
" Kamu baik-baik saja bukan? ", tanya Arnold lagi.
" Tentu saja.. apa yang harus akau khawatir kan? Kalian berdua santai saja.. dan segera pergi honeymoon ", Reeneta tersenyum.
" Reen. . kedepannya kamu harus disini. Maaf yaa.. tidak meminta pendapat mu dulu, ku pikir inilah yang terbaik untukmu", ucap Bianca.
__ADS_1
" Aku mengerti kak", kata Reeneta.
" Ehmm . tentang Jordy?" , tanya Arnold, memandang Reeneta.
" Jordy.. emmh.. sudahlah jangan bahas yang lain -lain dulu. Sekarang yang terpenting adalah kalian bukan?", Reeneta kembali tersenyum memamerkan giginya, seakan dia sama sekali tidak memikirkan Jordy. Padahal isi kepala nya sejak tiba disini adalah tentang Jordy.
" Kalau begitu , aku pergi dulu, Ririn pasti bingung mencariku, Sekali lagi selamat yaa kak, atas pernikahan kalian berdua, semoga cepat dikaruniai buah hati," Reeneta kembali memeluk Bianca dan menjabat tangan Arnold .
Reeneta langsung nimbrung ke meja Ririn dan teman-temannya dari BA Management yang sedang menyantap hidangan pesta.
" Lama amat Reen, memang siapa cewek tadi? " ,tanya Ririn pada Reeneta yang baru saja duduk.
" Qaila,. teman baikku sejak SMA, dan dia adalah adik dari Kak Arnold , suami boss" , jawab Reeneta.
" Ahh... pantas saja... dia seperti sangat merindukan mu", ucap Ririn, dan Reeneta hanya mengangguk sambil tersenyum.
Saat Reeneta sedang mengobrol bersama Ririn dan yang lainnya, tiba - tiba seseorang datang dan menyapanya dari belakang.
" Reen", sapa seseorang, sambil memegang bahu Reeneta.
Reeneta menoleh dan melihat Jordy sudah berada di belakangnya. Teman-teman Reeneta juga langsung menoleh penasaran siapa yang menyapa Reeneta. Lelaki yang sangat sangat tampan dan dengan dandanan yang juga sangat mendukung, ketampanan Jordy benar-benar membuat semua orang langsung tertuju padanya.
Reeneta bisa mendengar kasak kusuk teman temannya memuji ketampanan Jordy , dan itu membuat hatinya panas. Ia meras tak nyaman.
" Jord", Reeneta kaget , Jordy menyapanya seperti ini di hadapan teman-teman kerjanya.
" Reen... Aku ingat kamu ingin mengenalkan ku pada temanmu.." , kata Jordy.
Reeneta memandang Jordy dengan tidak percaya.
' Permainan apa ini Jord, sial', batin Reeneta.
' Aku ingin tahu apa benar kamu sudah tidak mengakui ku sebagai kekasih mu lagi Reen, lalu mau kah kamu mengenalkan ku pada orang lain', batin Jordy.
" Ahh.. benar juga.. ini Ririn.. Ririn ini kawan baikku sekaligus asisten ku yang ingin ku perkenalkan padamu", ucap Reeneta nampak linglung.
" Ahh.. aku Jordy..", Jordy mengulurkan tangannya.
Ririn agak kaget dan membalas jabatan tangan Jordy.
" Aku Ririn", kata Ririn, yang tak bisa dipungkiri ia sangat terpesona oleh Jordy.
" Ahh, Ikut aku ingin bicara padamu Jord", kata Reeneta yang langsung berdiri dan pergi berjalan ke samping gedung.
" Aku permisi dulu ya.. ", kata Jordy pada Ririn dan teman-temannya Reeneta yang lain.
__ADS_1
Jordy pun mengikuti langkah Reeneta.
***