Dia Canduku..

Dia Canduku..
94.


__ADS_3

" Al, kamu dimana ? ", tanya Qaila.


Qaila langsung menelepon Aldy, begitu Reeneta pergi, hasrat nya untuk segera memberitahukan kedatangan Reeneta pada teman-temannya sudah tak terbendung lagi


" Ini baru saja sampai parkiran gedung, kenapa ? Sudah kangen yaa?", ledek Aldy.


" Ish.. jangan bercanda dulu deh, parkiran sebelah mana? ", tanya Qaila


" Sebelah mana ini yaa.. pokoknya dekat pintu masuk , parkir sudah penuh ramai banget ini", ucap Aldy.


" Makanya jangan telat ih", kata Qaila.


" Tadi aku menjemput Cici dan Willy juga soalnya", ucap Aldy.


" Oke tunggu disitu..aku kesana saja, ada yang mau ku bicarakan penting!", kata Qaila.


" Ada apa sih Qai.. kok gak sabar banget", Aldy belum sempat mendapatkan jawaban telepon sudah mati.


Qaila telah mematikan sambungan teleponnya.


" Ehh sial ni anak", Aldy berteriak.


" Kenapa si Al ? ", tanya Cici yang masih duduk di bangku belakang.


" Qaila nih.. entah kenapa gak sabaran banget deh...katanya mau ada yang dibicarakan penting", jawab Aldy.


" Cuma sama kamu kan Al? Gimana kita masuk dulu sayang? " , tanya Willy pada Cici.


" Gimana Al? Kita masuk duluan gapapa nih? ", tanya Cici.


" Bentar- Bentar, tungguin gue dong. Eh.. itu dia orangnya ", Aldy menunjuk ke arah Qaila yang tengah berlari menuju mobilnya.


" Hay guys", kata Qaila yang langsung masuk ke mobil Aldy dan duduk di samping Cici.


" Hello.. Baby Leoo...", Qaila mencubit lembut pipi Leo, yang duduk di pangkuan Cici. Melihat anak kecil yang menggemaskan membuatnya lupa dengan tujuan nya kenapa tergesa-gesa kesini.


" Ehh . . Kenapa Hairdo mu terlihat berantakan ? Makeup mu juga luntur tuh? ", ucap Cici pada Qaila.


" Ahh benar juga", Qaila mengaca pada kamera hp nya.


" Sebenarnya ada yang ingin ku beritahukan pada kalian ", kata Qaila.


" Soal apa? ", tanya Willy.


" Reeneta.. dia sudah kembali", ucap Qaila.

__ADS_1


Wajah Aldy, Willy , dan Cici nampak kaget dan tidak percaya.


" Serius Qai ? ", tanya Aldy.


Qaila mengangguk pelan.. lalu menceritakan semuanya yang telah dia dengar langsung dari Reeneta, pada sahabat sahabat nya itu.


" Ahh.. pantas Jordy pergi ke NewJ kan kemaren ? " kata Willy.


" Iyaa.. dia cerita padaku kalau menemukan orang yang mirip dengan Reeneta saat daring seminar tentang saham", kata Aldy.


" Aku bahkan tidak menyangka dan tidak terpikirkan sama sekali, kakakmu ternyata yang sudah membantunya Qai.. " , ucap Cici.


" Aku juga kaget banget.. teganya mereka menyembunyikan ini semua dariku" , ucap Qaila.


" Yang penting kita akhirnya tahu , jika selama ini dia aman kan? ", ucap Aldy santai.


" Tapi.. Jordy..." , Willy enggan melanjutkan perkataannya.


" Semua butuh waktu sayang, mungkin Reeneta juga butuh waktu untuk memantapkan hatinya lagi ", ucap Cici yang melihat Willy tengah khawatir.


" Aku cuma takut, Jordy selama ini sabar menunggu Reeneta. Dan ketika penantian nya tiba , malah begini jadinya. Kamu tahu kan Jordy bisa saja melakukan hal yang diluar batas" , kata Willy.


Semua nampak terdiam, Jordy memang sedikit keras kepala. Ada kekhawatiran pada Willy jika Jordy akan memaksakan kehendaknya pada Reeneta.


" Hey.. kamu jangan lupa.. ini Reeneta, kalau pun Jordy akan memaksa , tak mungkin ia tega menyakiti Reeneta bukan? ", kata Qaila.


" Tak ku sangka... Mereka malah jadi orang asing, padahal ku kira saat pertemuan mereka akhirnya, semua akan berbahagia", sesal Aldy.


##


" Selamat Boss..." , kata Reeneta sambil memeluk Bianca.


" Thanks Reen.. kok kamu telat sih, anak-anak BA sudah dari tadi lho", kata Bianca.


" Ketemu sama Qaila dulu kak", kata Reeneta.


" Kamu sudah cerita semua pada Qaila?" ,tanya Arnold.


" Sudah kak.. dan pasti sekarang dia sudah menyampaikan pada yang lain juga", ucap Reeneta.


" Kamu baik-baik saja bukan? ", tanya Arnold lagi.


" Tentu saja.. apa yang harus akau khawatir kan? Kalian berdua santai saja.. dan segera pergi honeymoon ", Reeneta tersenyum.


" Reen. . kedepannya kamu harus disini. Maaf yaa.. tidak meminta pendapat mu dulu, ku pikir inilah yang terbaik untukmu", ucap Bianca.

__ADS_1


" Aku mengerti kak", kata Reeneta.


" Ehmm . tentang Jordy?" , tanya Arnold, memandang Reeneta.


" Jordy.. emmh.. sudahlah jangan bahas yang lain -lain dulu. Sekarang yang terpenting adalah kalian bukan?", Reeneta kembali tersenyum memamerkan giginya, seakan dia sama sekali tidak memikirkan Jordy. Padahal isi kepala nya sejak tiba disini adalah tentang Jordy.


" Kalau begitu , aku pergi dulu, Ririn pasti bingung mencariku, Sekali lagi selamat yaa kak, atas pernikahan kalian berdua, semoga cepat dikaruniai buah hati," Reeneta kembali memeluk Bianca dan menjabat tangan Arnold .


Reeneta langsung nimbrung ke meja Ririn dan teman-temannya dari BA Management yang sedang menyantap hidangan pesta.


" Lama amat Reen, memang siapa cewek tadi? " ,tanya Ririn pada Reeneta yang baru saja duduk.


" Qaila,. teman baikku sejak SMA, dan dia adalah adik dari Kak Arnold , suami boss" , jawab Reeneta.


" Ahh... pantas saja... dia seperti sangat merindukan mu", ucap Ririn, dan Reeneta hanya mengangguk sambil tersenyum.


Saat Reeneta sedang mengobrol bersama Ririn dan yang lainnya, tiba - tiba seseorang datang dan menyapanya dari belakang.


" Reen", sapa seseorang, sambil memegang bahu Reeneta.


Reeneta menoleh dan melihat Jordy sudah berada di belakangnya. Teman-teman Reeneta juga langsung menoleh penasaran siapa yang menyapa Reeneta. Lelaki yang sangat sangat tampan dan dengan dandanan yang juga sangat mendukung, ketampanan Jordy benar-benar membuat semua orang langsung tertuju padanya.


Reeneta bisa mendengar kasak kusuk teman temannya memuji ketampanan Jordy , dan itu membuat hatinya panas. Ia meras tak nyaman.


" Jord", Reeneta kaget , Jordy menyapanya seperti ini di hadapan teman-teman kerjanya.


" Reen... Aku ingat kamu ingin mengenalkan ku pada temanmu.." , kata Jordy.


Reeneta memandang Jordy dengan tidak percaya.


' Permainan apa ini Jord, sial', batin Reeneta.


' Aku ingin tahu apa benar kamu sudah tidak mengakui ku sebagai kekasih mu lagi Reen, lalu mau kah kamu mengenalkan ku pada orang lain', batin Jordy.


" Ahh.. benar juga.. ini Ririn.. Ririn ini kawan baikku sekaligus asisten ku yang ingin ku perkenalkan padamu", ucap Reeneta nampak linglung.


" Ahh.. aku Jordy..", Jordy mengulurkan tangannya.


Ririn agak kaget dan membalas jabatan tangan Jordy.


" Aku Ririn", kata Ririn, yang tak bisa dipungkiri ia sangat terpesona oleh Jordy.


" Ahh, Ikut aku ingin bicara padamu Jord", kata Reeneta yang langsung berdiri dan pergi berjalan ke samping gedung.


" Aku permisi dulu ya.. ", kata Jordy pada Ririn dan teman-temannya Reeneta yang lain.

__ADS_1


Jordy pun mengikuti langkah Reeneta.


***


__ADS_2